Publikpos.com – MEDAN – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi refleksi penting bagi arah pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Pada peringatan Hardiknas tahun 2026 yang jatuh pada hari Sabtu kemarin, tokoh hukum dan politik Sumatera Utara, Toto Widyanto, S.H. menyoroti urgensi transformasi pendidikan yang harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan literasi hukum masyarakat.
Sebagai Managing Partner dari Legal Guardian Law Firm sekaligus Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Utara, Toto Widyanto menilai bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian ijazah formal semata. Pendidikan adalah proses berkesinambungan (lifelong learning) yang menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan mandiri secara ekonomi.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan di era modern ini, pendidikan harus mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi. Literasi hukum dan pemahaman akan hak-hak sipil harus ditanamkan sejak dini agar masyarakat, khususnya di Sumatera Utara, tidak mudah terpinggirkan,” ujar Toto Widyanto di Medan, Minggu (3/5/2026).
Konsistensi sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat
Komitmen Toto terhadap dunia pendidikan bukan sekadar gagasan, melainkan dibuktikan lewat rekam jejak pribadinya. Di tengah kesibukannya memimpin firma hukum, menjalankan peran strategis di kepartaian, serta kiprahnya sebagai mediator profesional bersertifikat (CPM), Toto Widyanto saat ini juga tercatat aktif menempuh pendidikan pada program Magister Kenotariatan (M.Kn) di Universitas Sumatera Utara (USU).
Baginya, langkah ini adalah bentuk dedikasi untuk terus memperdalam keilmuan hukum agar dapat memberikan layanan advokasi dan kepastian hukum yang lebih komprehensif bagi masyarakat luas.
“Seorang praktisi hukum tidak boleh berhenti belajar. Dinamika regulasi dan kebutuhan masyarakat terus berkembang. Semangat Hardiknas ini harus memotivasi kita semua, dari berbagai profesi, untuk terus meningkatkan kapasitas diri,” tambahnya.
Mendorong Inovasi Pendidikan dan Legal Tech
Lebih lanjut, Toto Widyanto juga menyoroti pentingnya institusi pendidikan untuk mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital dalam kurikulumnya. Memiliki ketertarikan mendalam pada pengembangan legal technology, ia meyakini bahwa mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi di masa depan harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan efisiensi, termasuk dalam merancang dokumen hukum atau sistem informasi publik yang transparan.
Dari kacamata politik dan advokasi sosial, Wakil Ketua DPW PKB Sumut ini juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada pemerataan akses pendidikan. Ia berharap tidak ada lagi ketimpangan fasilitas pendidikan antara kawasan perkotaan dan daerah pelosok di Sumatera Utara, termasuk bagi keluarga petani dan buruh yang selama ini sering ia advokasi.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari jadikan momentum ini untuk berkolaborasi, dari pemerintah, praktisi hukum, hingga tenaga pendidik, demi melahirkan generasi emas Sumatera Utara yang cerdas, berintegritas, dan melek hukum,” tutup Toto Widyanto.
tt





