Thursday, August 13, 2026
18.5 C
Indonesia

Ekonomi Iran Tercekik Perang, Pengangguran Naik-Semua Serba Mahal

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ekonomi Iran Tercekik Perang, Pengangguran Naik-Semua Serba Mahal yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Harga berbagai kebutuhan di Iran melonjak tajam seiring dampak perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konflik berkepanjangan ini tak hanya memicu inflasi tinggi, tetapi juga menyebabkan jutaan pekerjaan hilang atau terhenti.

Pada awal pekan ini, harga makanan, obat-obatan, mobil, peralatan listrik, hingga produk petrokimia dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi ini diperparah oleh kombinasi salah urus domestik, serangan terhadap infrastruktur, sanksi Amerika Serikat, blokade laut, serta pemadaman internet hampir total yang telah berlangsung selama 64 hari di Teheran.

Nilai tukar mata uang Iran, rial, juga terpuruk ke level terendah sepanjang masa di pasar terbuka, yakni 1,84 juta rial per dolar AS. Angka tersebut mencerminkan pelemahan tajam daya beli masyarakat.

Ketidakpastian pasar membuat aktivitas jual beli tersendat. Banyak pelaku usaha dan konsumen memilih menahan transaksi karena khawatir harga akan terus bergejolak dan pasokan barang tidak terjamin.

Sejumlah barang bahkan mengalami lonjakan harga ekstrem. iPhone 17 Pro Max 256GB yang dibanderol US$1.200 (sekitar Rp20,4 juta) di Amerika Serikat, kini dijual hampir 5 miliar rial atau sekitar US$2.750 (Rp46,75 juta) di Teheran. Beberapa toko bahkan menolak menjual produk tersebut karena ketidakpastian harga.

Sementara itu, mobil Peugeot 206 yang diproduksi lokal kini mencapai harga 30 miliar rial atau sekitar US$16.500 (Rp280,5 juta). Mobil impor semakin langka dan dijual hingga lebih dari lima kali lipat harga di negara tetangga seperti Uni Emirat Arab.

Media pemerintah mengakui adanya kenaikan harga harian di pasar otomotif, namun menyebut faktor “psikologis” dan praktik “harga palsu” oleh pedagang sebagai penyebab utama.

Di sisi lain, tekanan ekonomi sangat dirasakan masyarakat. Upah minimum bulanan saat ini kurang dari 170 juta rial atau sekitar US$92 (Rp1,56 juta), meski telah dinaikkan sekitar 60% sejak Maret lalu. Pemerintah juga memberikan subsidi kebutuhan pokok kurang dari US$10 per bulan per orang (sekitar Rp170 ribu).

“Anda melihat harga dan gaji, dan Anda melihat angka-angkanya tidak sesuai,” ujar seorang warga Teheran yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (3/5/2026).

“Tidak banyak yang bisa Anda lakukan selain mengubah sedikit yang Anda miliki menjadi sesuatu yang tidak mengalami penyusutan nilai atau membeli sesuatu yang Anda butuhkan yang mungkin tidak mampu Anda beli nanti,” tambahnya.

Pemerintah Presiden Masoud Pezeshkian belum merinci jumlah pekerja yang kehilangan pendapatan. Namun, laporan menunjukkan banyak perusahaan, mulai dari sektor teknologi di Teheran hingga industri baja di Isfahan, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam pernyataan resminya, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negara harus mampu mengalahkan musuh tidak hanya di medan militer, tetapi juga dalam bidang ekonomi dan budaya.

Ia juga meminta perusahaan untuk menahan diri dari melakukan PHK. “Iran sedang menempuh jalan menuju puncak kemajuan dan perkembangan,” katanya.

 

(luc/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

FBI AS Diam-Diam Bangun Kerja Sama dengan China dan Rusia, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai FBI AS...

5 Hari Lagi MoU Kedaluwarsa, Ini 3 Ganjalan AS-Iran untuk Berdamai

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 5 Hari...

Mentan Amran Sulaiman Akan Bertemu Komnas Perempuan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Amran...

Potret Hujan Muson Mengamuk Picu Longsor Saat Dini Hari, 6 Tewas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Hujan...

Topik Terbaru

FBI AS Diam-Diam Bangun Kerja Sama dengan China dan Rusia, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai FBI AS...

5 Hari Lagi MoU Kedaluwarsa, Ini 3 Ganjalan AS-Iran untuk Berdamai

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 5 Hari...

Mentan Amran Sulaiman Akan Bertemu Komnas Perempuan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Amran...

Potret Hujan Muson Mengamuk Picu Longsor Saat Dini Hari, 6 Tewas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Hujan...

MenPAN-RB Bicara Transformasi Digital untuk Mudahkan Layanan Publik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai MenPAN-RB Bicara...

Menteri PU Sebut Sistem Bayar Tol Nirsentuh MLFF Segera Uji Coba Lagi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menteri PU...

Korban Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Tolak Berdamai

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Korban Pengeroyokan...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories