Tuesday, August 11, 2026
17.5 C
Indonesia

Harga Daging Ayam Belum Terkendali-Ada yang Rp100.000, BPS-KSP Warning

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Daging Ayam Belum Terkendali-Ada yang Rp100.000, BPS-KSP Warning yang sedang hangat diperbincangkan.



Daftar Isi



Jakarta, Harga daging ayam ras mulai menunjukkan tekanan di sejumlah daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 188 kabupaten/kota atau sekitar 52,22% wilayah yang terpantau mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras hingga minggu pertama Agustus 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara nasional harga daging ayam ras memang masih berada sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah Rp40.000 per kilogram (kg), yakni Rp39.712 per kg secara rata-rata nasional.

Meski demikian, harga tersebut telah naik 4,06% dibandingkan Juli 2026. Selain itu, Amalia menilai kenaikan itu juga perlu menjadi perhatian, karena harga daging ayam di sejumlah daerah sudah bergerak cukup tinggi.

“Ini mungkin untuk perlu perhatian, karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP. Dan kalau kita lihat jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH daging ayam ras, sudah ada 188 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH daging ayam ras,” kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (10/8/2026).

Tekanan harga bahkan jauh lebih tinggi di sejumlah daerah. BPS mencatat harga daging ayam ras tertinggi mencapai Rp100.000 per kg di Kabupaten Intan Jaya. Selanjutnya, harga juga tercatat sekitar Rp85.000 per kg di Kabupaten Yahukimo, serta masing-masing Rp80.000 per kg di Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Harga Ayam Naik Lebih dari 30%

BPS juga memetakan daerah dengan kenaikan IPH daging ayam ras paling tinggi. Kabupaten Bangka Selatan menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 34,58%.

Meski kenaikannya sangat tinggi, harga ayam di Bangka Selatan masih sekitar 3% di bawah HAP, yakni Rp38.800 per kg.

Selanjutnya, Kota Binjai mencatat kenaikan IPH 29,78%, dengan harga daging ayam ras mencapai Rp42.000 per kg atau sekitar 5% di atas HAP. Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengalami kenaikan IPH 25,75%, dengan harga sekitar Rp40.000 per kg atau masih sesuai HAP. Sementara Kabupaten Bengkulu Tengah mencatat kenaikan 25,41% dengan harga Rp39.600 per kg.

Di Kabupaten Bangka Tengah, IPH ayam naik 24,70%, sementara harga mencapai Rp42.000 per kg atau sekitar 5% di atas HAP. Kabupaten Seluma juga mengalami kenaikan 23,97%, dengan harga Rp45.000 per kg atau 12,5% di atas HAP.

Adapun Kabupaten Kepahiang mencatat kenaikan IPH 21,34%, tetapi menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian khusus karena harga daging ayam ras sudah mencapai Rp48.000 per kg atau 20% di atas HAP.

“Artinya, bapak-ibu ada kabupaten/kota yang kami berikan tanda warna merah ini perlu mendapatkan perhatian khusus, karena dia sudah di atas HAP dan tingkat kenaikan harga IPH-nya ini sudah di atas 15% kira-kira,” sebut dia.

Selain daerah-daerah tersebut, BPS mencatat kenaikan IPH lebih dari 20% juga terjadi di Kabupaten Bangka sebesar 20,92% dan Kabupaten Simalungun sebesar 20,55%.

Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS) Foto: Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS)

BPS Ungkap Penyebab Harga Daging Ayam Naik

BPS juga mengungkap sejumlah penyebab kenaikan harga daging ayam ras di daerah. Salah satunya terjadi di Kabupaten Bangka Selatan.

Di daerah tersebut, permintaan ayam meningkat karena masyarakat beralih dari ikan ke ayam. Kondisi itu terjadi setelah angin kencang dan ombak tinggi menghambat aktivitas nelayan sehingga pasokan ikan berkurang.

“Misalnya di kabupaten Bangka Selatan, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan sebagai alternatif pengganti ikan, karena angin kencang dan ombak tinggi membatasi aktivitas nelayan sehingga stok ikan berkurang dan orang kemudian beralih untuk membeli ayam,” jelas Amalia.

Sementara di Kota Binjai, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh kembali meningkatnya aktivitas untuk pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah berakhir.

“Kemudian kota Binjai kenaikan harga daging ayam juga dipicu meningkatnya permintaan pasar seiring mulai beroperasinya kembali SPPG karena libur sekolah sudah selesai,” katanya.

Adapun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, persoalannya berasal dari kombinasi pasokan dan permintaan.

“Kemudian untuk kabupaten Labuhanbatu Selatan kenaikan harga terjadi karena stok ayam di pasar terbatas sementara permintaan meningkat,” ungkap dia.

Menurut Amalia, kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga daging ayam ras di daerah tidak memiliki satu penyebab yang sama. Sebagian daerah menghadapi keterbatasan pasokan, sementara daerah lainnya mengalami lonjakan permintaan.

Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS)Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS) Foto: Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS)

Istana Ingatkan Daging Ayam Masuk Zona Waspada

Tekanan harga ayam tersebut juga menjadi perhatian istana. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian dan Pangan, Popy Rufaidah, mengatakan daging ayam ras masuk dalam daftar komoditas yang berada di zona waspada.

Secara keseluruhan, pemerintah menyoroti 12 komoditas dalam zona waspada, termasuk daging ayam ras, telur ayam ras, ayam ras hidup atau live bird, Minyakita, gula pasir curah, daging sapi, bawang putih, dan bawang merah.

Popy mengatakan, kondisi harga pangan secara umum masih relatif stabil dibandingkan minggu sebelumnya. Namun, pemerintah tetap perlu mencermati dinamika masing-masing komoditas dan daerah agar tekanan harga tidak semakin meluas.

Menurutnya, pengendalian harga pangan juga tidak bisa hanya melihat harga rata-rata nasional. Pemerintah perlu melihat titik-titik tekanan di daerah, termasuk ketika harga terlalu tinggi bagi konsumen maupun ketika harga terlalu rendah bagi produsen.

“Hal ini menunjukkan bahwa stabilisasi pangan seyogyanya tidak hanya dilihat dari keterjangkauan harga bagi konsumen, namun juga dari keberlanjutan usaha dan insentif berproduksi bagi petani maupun peternak,” kata Popy dalam kesempatan yang sama.

Karena itu, pemerintah mendorong pengendalian inflasi agar lebih berbasis pada kondisi masing-masing wilayah.

“Pendekatan pengendalian inflasi kiranya dapat semakin diarahkan dari sekedar membaca rata-rata nasional, menuju identifikasi titik-titik tekanan di daerah,” ucapnya.

Ia menilai daerah yang mengalami surplus pasokan perlu dihubungkan dengan daerah yang mengalami defisit. Dengan demikian, intervensi pasokan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Sementara daerah surplus dapat semakin dihubungkan dengan daerah defisit, sementara intervensi pasokan dan fasilitasi penyerapan dapat disesuaikan dengan karakter permasalahan masing-masing wilayah,” tutur dia.

Dengan demikian, meski harga ayam secara nasional masih sedikit di bawah HAP, kenaikan di 188 kabupaten/kota dan harga yang sudah jauh di atas harga acuan di sejumlah wilayah, menjadi sinyal yang perlu diantisipasi pemerintah agar tekanan harga tidak semakin meluas.

Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS)Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS) Foto: Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2026).. (Dok. BPS)

(dce)

Sumber

Sedang Hangat

87,53% Pemilik Asuransi Non-BPJS Tak Tahu Polisnya Dijamin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 87,53% Pemilik...

Polisi Minta Korban Pemaksaan Aborsi Duta Wisata Jatim Segera Melapor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Minta...

Jerman Hadapi Ancaman Perang Besar, Pemerintah sedang Bersiap – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jerman Hadapi...

Inflasi Juli 2,88% Masih dalam Rentang Ideal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Inflasi Juli...

Topik Terbaru

87,53% Pemilik Asuransi Non-BPJS Tak Tahu Polisnya Dijamin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 87,53% Pemilik...

Polisi Minta Korban Pemaksaan Aborsi Duta Wisata Jatim Segera Melapor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Minta...

Jerman Hadapi Ancaman Perang Besar, Pemerintah sedang Bersiap – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jerman Hadapi...

Inflasi Juli 2,88% Masih dalam Rentang Ideal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Inflasi Juli...

Calon Deputi Gubernur Senior BI Usulan Prabowo Bakal Diumumkan DPR

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Calon Deputi...

Pemerintah Siapkan 3 Skema Bayar Gaji PPPK, Tak Ada yang Dirumahkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Siapkan...

RI Bangun Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei, Begini Progresnya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Bangun...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories