Saturday, June 27, 2026
20.3 C
Indonesia

Nadiem Sakit, Sidang Kasus Chromebook Ditunda

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nadiem Sakit, Sidang Kasus Chromebook Ditunda yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Sidang kasus dugaan korupsi Chromebook di Pengadilan Tipikor, Jakarta, ditunda karena terdakwa mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim sakit dan tidak bisa hadir di persidangan, Senin (27/4).

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum awalnya menyatakan menerima surat keterangan dari dokter terkait kondisi Nadiem yang membutuhkan perawatan.

Nadiem disebut telah dirawat sejak 25 April dan butuh menjalani perawatan hingga 3 Mei.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Perlu kami sampaikan Yang Mulia, terdakwa Nadiem Anwar Makarim ini sejak hari Sabtu tanggal 25 April sudah dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo sampai dengan sekarang, dan dari surat keterangan dokter ini diperlukan sampai tanggal 3 Mei 2026 untuk observasi dia dirawat inap, izin Yang Mulia,” kata Jaksa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi meringankan dari Nadiem dan tim pengacaranya.





Tim pengacara Nadiem lalu menyampaikan permohonan agar majelis mengabulkan pengalihan tahanan Nadiem.

Tim pengacara juga meminta pemeriksaan saksi serta ahli meringankan tetap digelar meski Nadiem tidak hadir di persidangan.

“Hari ini kami sudah menyiapkan tiga ahli yang hadir di dalam persidangan ini dan satu saksi fakta. Tapi kami serahkan kepada Majelis dan rekan Jaksa Penuntut Umum yang mana yang bisa kami hadirkan, karena keempat-empatnya sudah siap dalam persidangan ini,” kata pengacara Nadiem.

Jaksa menyatakan tidak keberatan untuk melanjutkan sidang dengan pemeriksaan saksi ahli. Namun, jaksa meminta pemeriksaan saksi fakta untuk tetap menghadirkan Nadiem.

Setelah sempat diskors, hakim lalu memutuskan sidang untuk ditunda. Sidang akan kembali digelar pada 4 Mei.

“Menunda pemeriksaan ini sampai terdakwa sehat, sebagaimana disampaikan dalam rekomendasi dokter istirahat 9 hari,” kata hakim

Nadiem didakwa melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,18 triliun terkait program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019-2022.

Korupsi diduga antara lain dilakukan dengan melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan CDM tahun anggaran 2020, 2021, dan 2022 tidak sesuai dengan perencanaan pengadaan dan prinsip-prinsip pengadaan.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan para terdakwa lainnya dalam persidangan berbeda, yakni Ibrahim Arief, Mulyatsyah, dan Sri Wahyuningsih, serta Jurist Tan yang saat ini masih buron.

Secara rinci, kerugian negara meliputi Rp1,56 triliun terkait program digitalisasi pendidikan pada Kemendikbudristek, serta senilai 44,05 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp621,39 miliar akibat pengadaan CDM yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat.

Dengan perbuatan tersebut, Nadiem diduga telah menerima uang sebesar Rp809,59 miliar yang berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia.
Disebutkan bahwa sebagian besar sumber uang PT AKAB berasal dari investasi Google senilai 786,99 juta dolar AS.

Hal itu dapat dilihat dari kekayaan Nadiem yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2022, yakni terdapat perolehan harta jenis surat berharga senilai Rp5,59 triliun.

Atas perbuatannya, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024 itu terancam pidana yang diatur dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(yoa/isn)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Jepang Mencekam Diterjang Topan Dahsyat, Rumah-Mobil Tertimbun Longsor – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jepang Mencekam...

Terminal ‘Preman Pensiun’ di Bandung Ditutup, Pedagang Masih Bertahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terminal 'Preman...

Sherly Tjoanda-Diana Kusumastuti Bicara Soal Perempuan dan Energi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sherly Tjoanda-Diana...

Titiek Soeharto Puji Kepercayaan Publik ke Polri Tinggi: Hasil Kerja Keras

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Titiek Soeharto...

Ada Ancaman PHK Massal di Industri Keramik, Ini Solusi dari Kemenperin – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada Ancaman...

Topik Terbaru

Jepang Mencekam Diterjang Topan Dahsyat, Rumah-Mobil Tertimbun Longsor – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jepang Mencekam...

Terminal ‘Preman Pensiun’ di Bandung Ditutup, Pedagang Masih Bertahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terminal 'Preman...

Sherly Tjoanda-Diana Kusumastuti Bicara Soal Perempuan dan Energi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sherly Tjoanda-Diana...

Titiek Soeharto Puji Kepercayaan Publik ke Polri Tinggi: Hasil Kerja Keras

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Titiek Soeharto...

Ada Ancaman PHK Massal di Industri Keramik, Ini Solusi dari Kemenperin – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada Ancaman...

Demi Listrik RI Tetap Nyala, Bahlil Sempat Tahan Ekspor Batu Bara – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Demi Listrik...

Saya Maunya Nol, Tapi Enggak Bisa Kan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Saya Maunya...

Safari ke Lampung, Jokowi Terima Gelar Adat “Baginda Pemuka Bangsa”

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Safari ke...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories