Saturday, July 11, 2026
23.7 C
Indonesia

Pasar Saham Bergejolak, Bagaimana Strategi Investasi Tepat Pemula?

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pasar Saham Bergejolak, Bagaimana Strategi Investasi Tepat Pemula? yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7), di tengah pergerakan bursa global yang masih beragam.

Di tengah tingginya volatilitas pasar akibat ketidakpastian global dan domestik, investor juga dihadapkan pada pertanyaan mengenai strategi investasi yang tepat.

Lantas, apakah penguatan ini menjadi sinyal pasar saham Indonesia masih menarik untuk investasi hingga akhir tahun?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat saham MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai prospek pasar saham Indonesia hingga akhir tahun masih cukup konstruktif, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.



Menurut dia, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kebijakan fiskal pemerintah, arah suku bunga global, hingga penilaian lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia.

“Kami memperkirakan pasar saham Indonesia masih konstruktif meskipun dengan volatilitas yang cukup tinggi,” ujar Herditya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/7).

Ia menjelaskan investor masih mencermati kebijakan fiskal pemerintah yang menjadi perhatian lembaga pemeringkat asing. Selain itu, arah kebijakan suku bunga global juga dinilai akan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, penundaan evaluasi status pasar Indonesia oleh MSCI serta sinyal potensi penurunan peringkat (downgrade) dari S&P DJI juga masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Secara global, Herditya mengatakan pasar saham masih dibayangi ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah dan masih derasnya arus keluar dana asing (foreign outflow) turut menekan pergerakan IHSG dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, ia menilai investor masih dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan memilih saham secara selektif.

“Investor dapat selective buy pada emiten-emiten yang sedang hype dan fleksibel terhadap pergerakan pasar, terutama dengan mencermati sentimen global maupun kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Analyst DOO Financial Futures Lukman Leong menilai prospek pasar saham Indonesia hingga akhir tahun masih cukup positif meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.

Menurutnya, fundamental ekonomi domestik masih relatif mendukung. Selain itu, valuasi IHSG dinilai masih menarik sehingga berpotensi mengalami kenaikan apabila arus dana asing kembali masuk dan sentimen global membaik.

“Prospek saham Indonesia hingga akhir tahun masih cukup positif meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Fundamental ekonomi domestik masih relatif mendukung, secara valuasi IHSG juga masih cukup menarik,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan investasi saham masih tergolong aman untuk jangka menengah hingga panjang selama investor memilih emiten dengan fundamental yang baik serta menerapkan diversifikasi portofolio. Meski demikian, investor tetap perlu memahami bahwa fluktuasi harga saham dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar.

Dari sisi global, Lukman mengatakan pasar saham, khususnya Amerika Serikat, masih ditopang oleh penguatan sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Namun, tingginya valuasi saham di pasar tersebut juga dibayangi ketidakpastian akibat arah kebijakan suku bunga The Fed, tensi geopolitik, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara.

“Sementara itu, pergerakan saham Indonesia cenderung lebih dipengaruhi faktor domestik. Valuasinya relatif lebih murah dibandingkan pasar AS sehingga masih memiliki ruang kenaikan apabila arus dana asing kembali masuk dan sentimen global membaik,” katanya.

Bagi investor pemula, Lukman menyarankan strategi investasi dilakukan secara bertahap atau dollar cost averaging dibandingkan berupaya mencari waktu terbaik untuk masuk ke pasar.

Ia juga mengimbau investor fokus memilih saham perusahaan yang memiliki fundamental kuat, laba konsisten, tata kelola yang baik, serta prospek bisnis jangka panjang.

“Selain itu, diversifikasi sektor agar risiko lebih terjaga, serta hindari utang atau margin untuk berinvestasi. Investor juga sebaiknya melihat ke jangka panjang dan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi pasar harian,” ujarnya.

Lukman menambahkan investor perlu memahami profil risiko dan tujuan investasi, serta tidak membeli saham hanya karena mengikuti tren atau rekomendasi di media sosial tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.

Untuk investasi di pasar global, ia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan risiko nilai tukar, perbedaan regulasi, kondisi ekonomi negara tujuan, hingga aspek perpajakan dan valuasi pasar.

Sementara untuk pasar domestik, investor perlu mencermati arah suku bunga, pertumbuhan ekonomi, kinerja emiten, serta kebijakan pemerintah yang berpotensi memengaruhi sektor-sektor tertentu.

“Secara umum, baik pasar saham Indonesia maupun global tetap menarik selama investor menerapkan disiplin, diversifikasi, dan fokus pada investasi jangka panjang,” ujar Lukman.

(sfr)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Kawal Kasus Febrie Adriansyah, DPR Turun Tangan Bentuk Timwas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kawal Kasus...

Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sari Yuliati...

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU di Tiga Kasus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Febrie Adriansyah...

Dapat Rp2,9 M Hasil Peras Anak Buah – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dapat Rp2,9...

Penggrebekan Kerajaan Tipu-Tipu Kamboja, 1.100 WNI Ditahan di Imigrasi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penggrebekan Kerajaan...

Topik Terbaru

Kawal Kasus Febrie Adriansyah, DPR Turun Tangan Bentuk Timwas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kawal Kasus...

Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sari Yuliati...

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU di Tiga Kasus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Febrie Adriansyah...

Dapat Rp2,9 M Hasil Peras Anak Buah – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dapat Rp2,9...

Penggrebekan Kerajaan Tipu-Tipu Kamboja, 1.100 WNI Ditahan di Imigrasi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penggrebekan Kerajaan...

KPK Sita Emas 2,5 Kg dan Uang dari Bupati Sukoharjo, Total Capai Rp 21,2 M

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Sita...

Sinergi BULOG dan Komisi IV DPR Dukung Kesejahteraan Petani

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sinergi BULOG...

Dua Nama Deputi Hilang saat Konpers Polda Metro, Ini Penjelasan KPK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dua Nama...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories