Saturday, July 11, 2026
25.2 C
Indonesia

Penggrebekan Kerajaan Tipu-Tipu Kamboja, 1.100 WNI Ditahan di Imigrasi – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penggrebekan Kerajaan Tipu-Tipu Kamboja, 1.100 WNI Ditahan di Imigrasi yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) turut terjaring dalam operasi penertiban besar-besaran yang dilakukan otoritas Kamboja selama satu bulan terakhir. KBRI Phnom Penh memberikan bantuan kekonsuleran kepada sekitar 1.100 WNI yang ditahan di fasilitas detensi Pemerintah Kamboja di Pochentong, Phnom Penh, pada Kamis (8/7).

Merespons kondisi ini, tim KBRI Phnom Penh bersama Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bergerak cepat melakukan pendataan, sekaligus menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi para WNI yang kehilangan dokumen perjalanan mereka.

KBRI Phnom Penh mengimbau agar WNI yang telah memiliki dokumen perjalanan tidak menunda dan segera membeli tiket pulang ke Indonesia. Pasalnya, masih terdapat banyak WNI yang berada di Kamboja meskipun telah memiliki SPLP dan mendapat persetujuan penghapusan denda overstay dari pemerintah Kamboja.

Sampai saat ini, pemerintah Kamboja masih terus mengintensifkan operasi pemberantasan penipuan online di berbagai lokasi yang diduga sebagai pusat penipuan online (scam center). Hal ini mengakibatkan jumlah WNI eks jaringan penipuan online yang meminta bantuan kepada KBRI Phnom Penh masih terus berlanjut.

Ribuan Orang Minta Pulang, Terjebak ‘Scam Center’

Berdasarkan data resmi, gelombang permohonan bantuan evakuasi WNI dari Kamboja terus meroket tajam. Sepanjang paruh pertama tahun ini, tepatnya sejak 1 Januari hingga 9 Juli, tercatat ada 12.207 WNI yang melapor dan memohon fasilitasi untuk pulang ke Tanah Air.

Dari jumlah tersebut, baru sekitar 5.966 WNI yang berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Ironisnya, masalah tidak hanya terjadi di satu titik. Di luar fasilitas Pochentong, otoritas Kamboja juga mengamankan lebih dari 600 WNI lain dari berbagai lokasi tersembunyi yang diduga kuat menjadi pusat penipuan online. Ratusan WNI ini kini tersebar di pusat detensi wilayah Bati, Siem Reap, Phnom Penh, hingga Sihanoukville.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, memberikan peringatan tegas agar masyarakat tidak lagi tergiur oleh tawaran kerja ilegal di Kamboja yang berujung pada pusaran kriminalitas.

“Bagi WNI yang telah pulang ke Indonesia, jangan kembali lagi ke Kamboja dan terlibat dalam jaringan penipuan daring,” tegas Krishnajie dalam keterangannya, dikutip dari situs resmi Kemlu, Sabtu (11/7/2026).

(fab/fab)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

KPK Sita Emas 2,5 Kg dan Uang dari Bupati Sukoharjo, Total Capai Rp 21,2 M

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Sita...

Sinergi BULOG dan Komisi IV DPR Dukung Kesejahteraan Petani

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sinergi BULOG...

Dua Nama Deputi Hilang saat Konpers Polda Metro, Ini Penjelasan KPK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dua Nama...

Kejagung Ungkap Alasan Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Ungkap...

MenPAN-RB Imbau Fleksibilitas Kerja ASN di Hari Pertama Anak Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai MenPAN-RB Imbau...

Topik Terbaru

KPK Sita Emas 2,5 Kg dan Uang dari Bupati Sukoharjo, Total Capai Rp 21,2 M

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Sita...

Sinergi BULOG dan Komisi IV DPR Dukung Kesejahteraan Petani

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sinergi BULOG...

Dua Nama Deputi Hilang saat Konpers Polda Metro, Ini Penjelasan KPK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dua Nama...

Kejagung Ungkap Alasan Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Ungkap...

MenPAN-RB Imbau Fleksibilitas Kerja ASN di Hari Pertama Anak Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai MenPAN-RB Imbau...

Airlangga Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airlangga Bidik...

Kejagung Umumkan Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Umumkan...

Potret 74 Kg Emas-Dolar AS Disita Polisi, Barang Bukti Kasus Korupsi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret 74...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories