Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ulah Bupati Sukoharjo Peras Anak Buah Berujung OTT KPK yang sedang hangat diperbincangkan.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Etik ditangkap terkait kasus dugaan pemerasan terhadap pegawainya.
Adapun informasi soal OTT ini awalnya dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Selain Etik, KPK belum merinci siapa saja pihak yang ikut terjaring dalam operasi tersebut.
“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto ketika dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak yang terjaring OTT ini masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan tersebut.
KPK menjelaskan bahwa OTT ini terkait dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh bupati terhadap perangkat daerah.
“Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7).
PDIP Dukung Proses Hukum
Etik merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng moncong putih tersebut menyatakan mendukung penuh proses hukum terhadap Etik Suryani.
“PDI Perjuangan taat hukum, sehingga mendukung proses hukum yang dilaksanakan APH (Aparat Penegak Hukum),” kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira saat dihubungi, Jumat (10/7).
Andreas mendukung KPK untuk memproses Etik secara berkeadilan. Ia juga berharap tidak ada tendensi politisasi kasus atau kriminalisasi terhadap yang bersangkutan.
“PDI Perjuangan mendukung proses hukum yang berkeadilan, tanpa tendensi politisasi hukum dan kriminalisasi terhadap siapa saja yang mengalami kasus-kasus hukum,” ucap dia.
Etik Tiba di KPK
Etik tiba di Gedung KPK usai terjaring operasi tangkap tangan terkait kasus pemerasan terhadap bawahan. Ia langsung dibawa masuk ke dalam gedung untuk menjalani pemeriksaan.
Pantauan detikcom di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026), Etik tiba sekitar pukul 09.37 WIB. Dia tampak mengenakan pakaian hitam dan bermasker hitam.
Etik tak mengucap satu kata pun kepada awak media. Setelah itu, Etik langsung digiring masuk ke Gedung KPK oleh petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
9 Orang Diamankan
KPK menyebutkan ada sembilan orang yang diamankan dalam operasi ini dan akan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa.
“Hari ini rencananya dibawa sembilan orang. Di antaranya kloter pertama tadi sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK sebanyak empat orang. Salah satunya adalah Bupati Sukoharjo, dan tiga orang lainnya merupakan ASN di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).
Dia mengatakan ada lima orang lainnya yang akan segera tiba di KPK. Kelima orang itu terdiri atas tiga orang ASN dan dua pihak swasta.
“Untuk kloter berikutnya, rencananya siang ini akan tiba di Merah Putih KPK sebanyak lima orang lagi. Tiga merupakan ASN di Pemkab Sukoharjo dan dua lainnya adalah pihak swasta,” ujarnya.
Total pihak yang dibawa KPK ke Jakarta terkait OTT ini berjumlah sembilan orang. Mereka ditangkap di beberapa lokasi, yakni Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo.
“Pihak-pihak tersebut di antaranya diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan juga Sukoharjo,” jelasnya.
Emas dan Dolar Diamankan
Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya berupa logam mulia dan mata uang asing.
“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia, kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.
Saat ini, Etik sudah berada di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Para pihak yang saat ini sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif. Begitu pula beberapa lainnya yang juga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta,” pungkasnya.
Halaman 2 dari 4
(rdp/rdp)




