Friday, August 28, 2026
17.7 C
Indonesia

Logam di Kasus Bupati Langkat Bertuliskan ‘Platinium’, Keaslian Masih Dicek

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Logam di Kasus Bupati Langkat Bertuliskan ‘Platinium’, Keaslian Masih Dicek yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta

KPK masih melakukan pengecekan terhadap temuan logam diduga platinum di kasus Bupati Langkat nonaktif, Syah Afandin (SA) atau Ondim. Terbaru, KPK mengatakan pada logam tersebut ditemukan tulisan ‘Platinium’ alias bukan Platinum.

“Ada BB yang kita temukan terkait logam tertulis ‘platinium’ sebetulnya. Tertulisnya di fisik barangnya itu ‘platinium’. Itu juga baru diketahui di akhir-akhir proses juga,” ungkap Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein saat jumpa pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufik tak menyangkal bahwa penyidik sempat mengira logam tersebut bertuliskan platinum yang tentunya memiliki harga fantastis. Apalagi dengan jumlah yang ditemukan mencapai 55 keping.

Dia pun menyampaikan bahwa sampai saat ini, pihaknya masih meminta kepada ahli, baik dari Antam maupun Pegadaian, untuk pengecekan keaslian dari barang tersebut.

“Untuk keasliannya sampai saat ini kita masih berkoordinasi dengan beberapa ahli yang kemarin juga kami sudah sampaikan itu ada ada dari Antam, dari Pegadaian,” ujar Taufik.

Platinum sendiri termasuk logam yang jarang ditemukan dalam kasus korupsi. KPK lebih sering menemukan emas dalam kasus yang ditangani.

Diketahui, KPK telah menetapkan Ondim sebagai tersangka kasus suap fee proyek di lingkungan Pemkab Langkat dari operasi tangkap tangan (OTT). Ondim terjaring OTT KPK pada Kamis (2/7).

Ondim terjaring OTT bersama Yaqub Abdhal Al Mu’arif (YQB), tim sukses Ondim pada Pilkada 2024. Keduanya kemudian ditetapkan tersangka oleh KPK.

KPK menduga Ondim telah menerima Rp 800 juta dari Yaqub hingga April 2026. Pada Juni 2026, Ondim meminta Rp 300 juta, namun Yaqub diduga hanya sanggup memberi Rp 100 juta.

Selain suap, Ondim diduga menerima gratifikasi. Jumlahnya mencapai Rp 3,5 miliar.

(kuf/fca)

Sumber

Sedang Hangat

Periksa Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, KPK Sita Uang Rp6 Miiar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Periksa Kepala...

Pemkab Kebumen Sambut Rencana Karangsambung Jadi Lokasi IUGS-UNESCO 2027

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemkab Kebumen...

Siap Jalan 2027, OJK Pastikan Posisi Kunci Bursa Mineral Sudah Terisi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siap Jalan...

Es Raksasa Jatuh Bikin Gempa M5,2

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Es Raksasa...

Topik Terbaru

Periksa Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, KPK Sita Uang Rp6 Miiar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Periksa Kepala...

Pemkab Kebumen Sambut Rencana Karangsambung Jadi Lokasi IUGS-UNESCO 2027

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemkab Kebumen...

Siap Jalan 2027, OJK Pastikan Posisi Kunci Bursa Mineral Sudah Terisi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siap Jalan...

Es Raksasa Jatuh Bikin Gempa M5,2

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Es Raksasa...

Tokoh Dayak Panglima Jilah Tegaskan Ladang Adat Bukan Pemicu Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tokoh Dayak...

Menteri UMKM soal Progres Diskon Biaya Admin Shopee Cs: Tinggal 5%

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menteri UMKM...

Merapat! CT Siap Bagi-Bagi Tips di Educational Class Bank Mega

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Merapat! CT...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories