Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Urus RI Tak Boleh Libur yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mewanti-wanti agar jajarannya keluar dari kabinet jika merasa tak sanggup bekerja di tanggal merah. Doli mengatakan tidak ada hari libur untuk mengurus negara.
“Mengabdi untuk negara, bangsa, dan rakyat Indonesia membutuhkan totalitas. Kemajuan hanya bisa diraih dengan kita mencurahkan seluruh daya, upaya, tenaga, dan waktu,” kata Doli kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
Doli menyebut seorang pemimpin mesti membawa amanah rakyat dengan baik. Ia menyebut kepentingan masyarakat harus diprioritaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Apalagi sebagai pemimpin dan wakil-wakil yang telah diberi amanah oleh rakyat, tentu tanggung jawabnya harus lebih besar daripada warga negara Indonesia biasa. Apa pun harus rela dikorbankan demi tugas-tugas negara,” ungkapnya.
Doli mengatakan mengurus negara tidak ada tanggal merah. Ia pun menegaskan urusan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.
“Apalagi cuma sekadar tanggal merah. Jadi saya setuju dengan pernyataan Presiden tersebut. Memang mengurus Indonesia tidak boleh ada hari libur,” kata Doli.
“Itu adalah konsekuensi dan bentuk tanggung jawab sebagai pemegang mandat rakyat. Soal reshuffle, sekali lagi, itu adalah hak prerogatif Pak Prabowo sebagai Presiden,” tambahnya.
Sebelumnya, Prabowo memberikan pesan serius kepada jajarannya di Kabinet Merah Putih. Ia mewanti-wanti agar jajarannya keluar dari kabinet jika merasa tidak sanggup bekerja di tanggal merah.
Pernyataan Prabowo ini diutarakan saat groundbreaking pembangunan PLTS 100 gWp di Jembrana, Bali, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi, Selasa (25/8). Prabowo mengatakan kabinetnya terus bekerja hampir tanpa mengenal hari libur.
“Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi, kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah,” kata Prabowo.
“Dan itu risiko, risiko pengabdian. Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan Saudara,” lanjutnya.
Saksikan Live DetikSore:
(dwr/wnv)




