Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Perkembangan situasi industri pertambangan informal di kawasan Afrika kembali memakan korban jiwa setelah sebuah proyek penggalian tradisional mengalami kecelakaan fatal. Insiden runtuhnya struktur tanah ini dilaporkan merenggut nyawa puluhan pekerja lokal yang tengah beraktivitas di dalam lubang galian.
Mengutip laporan AFP pada Senin, (25/05/2026), sebuah tambang emas rakyat skala kecil longsor di wilayah utara Angola pada akhir pekan lalu dan menewaskan sedikitnya 28 orang penambang. Berdasarkan laporan otoritas setempat, hampir setengah dari total korban tewas dalam musibah tragis tersebut diketahui berasal dari satu ikatan keluarga yang sama.
Kekayaan alam Angola yang melimpah akan simpanan berlian serta mineral lainnya, termasuk emas, dilaporkan telah menarik minat ribuan pria untuk mengadu nasib. Para pekerja ini, termasuk mereka yang datang dari negara tetangga seperti Republik Demokratik Kongo, nekat mendatangi lokasi-lokasi tambang ilegal yang tidak terkontrol.
Pihak berwenang berhasil mengevakuasi jasad 28 orang yang berusia antara 18 hingga 45 tahun menyusul runtuhnya tambang pada Sabtu pagi di provinsi Bengo, wilayah timur laut ibu kota Luanda. Seorang pejabat kepolisian setempat memberikan keterangan resmi mengenai kronologi runtuhnya tambang tersebut kepada stasiun televisi nasional TPA.
“Para pemuda ini sedang mengekstrak mineral strategis, yaitu emas, di area ini dan pada titik tertentu tambang tersebut runtuh,” ujar pejabat polisi tersebut pada hari Minggu.
Dirinya juga menambahkan bahwa hingga saat ini pihak berwenang dan tim penyelamat masih terus melakukan proses pencarian di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya penemuan mayat lainnya.
Sementara itu, seorang pejabat dari departemen penyelamatan setempat memberikan rincian data korban tewas yang sama kepada media lokal mengenai hubungan kekerabatan para pekerja. Pejabat departemen tersebut mengonfirmasi bahwa 13 orang dari seluruh korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut berasal dari satu keluarga yang sama.
Kantor Berita Angola Press Agency melaporkan bahwa jajaran pejabat pemerintah Bengo memperkirakan ada sekitar 7.000 penambang ilegal yang saat ini terlibat dalam aktivitas ekstraksi emas di provinsi tersebut. Kendati demikian, pengawasan terhadap praktik penambangan liar ini masih menjadi tantangan besar di tengah tingginya komoditas harga emas dunia.
(tps/tps)
Add
as a preferred
source on Google



