Wednesday, July 29, 2026
20 C
Indonesia

Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel di Kapal Flotilla

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel di Kapal Flotilla yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Jurnalis Republika Bambang Noroyono alias Abeng dilaporkan ditangkap tentara Israel. Abeng ditangkap bersama sekitar 100 aktivis.

Informasi penangkapan Jurnalis Republika telah diunggah di situs Republika.co.id berjudul: BREAKING NEWS: Israel Tangkap 100 Aktivis Global Sumud, Termasuk Jurnalis Republika.

CNNIndonesia.com telah diizinkan mengutip berita tersebut.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5).





Menurut Andi, para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.

Andi menjelaskan, dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.

“Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Andi.

Andi mengatakan, Republika berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. “Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” kata Andi.

Republika memperoleh video dari Abeng usai penangkapan. pengiriman video SOS oleh peserta GSF adalah tanda bahwa yang bersangkutan telah diintersepsi kapalnya oleh tentara IDF dan ditangkap.

Dalam Video itu, Abeng menyatakan “Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” kata Abeng.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pemerintah Indonesia. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi Kementerian Luar Negeri, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dan juga Polri.

Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama pada siang hari.

“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” demikian pernyataan Global Sumud Flotilla.

Media Israel melaporkan para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel, setelah operasi selesai dilakukan. Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal dalam armada untuk mematikan mesin.

Menurut laporan, armada bantuan itu dicegat di lepas pantai Siprus.

Seorang aktivis yang berada di atas kapal mengatakan kepada koresponden bahwa armada tersebut tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.

Armada Global Sumud terdiri dari 54 kapal yang berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Türkiye pada Kamis lalu dalam upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza.

Blokade Israel terhadap Jalur Gaza telah diberlakukan sejak musim panas 2007 dan hingga kini masih menjadi sorotan internasional di tengah konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

(ugo)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Anggota DPR Fraksi PAN A Bakri Meninggal Dunia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota DPR...

Danantara Tidak Akan Punya Hak Suara di KSSK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Danantara Tidak...

Tok! Gaji Manajer Kopdes dari Pendapatan Usaha Usai 2 Tahun Bekerja – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! Gaji...

Kemarau Ekstrem, 140 Titik Kota dan Kabupaten di Banten Kekeringan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemarau Ekstrem,...

RI Mau Bangun 100 Giga Watt PLTS, Sebentar Lagi Groundbreaking – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Mau...

Topik Terbaru

Anggota DPR Fraksi PAN A Bakri Meninggal Dunia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota DPR...

Danantara Tidak Akan Punya Hak Suara di KSSK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Danantara Tidak...

Tok! Gaji Manajer Kopdes dari Pendapatan Usaha Usai 2 Tahun Bekerja – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! Gaji...

Kemarau Ekstrem, 140 Titik Kota dan Kabupaten di Banten Kekeringan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemarau Ekstrem,...

RI Mau Bangun 100 Giga Watt PLTS, Sebentar Lagi Groundbreaking – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Mau...

Antisipasi Dampak El Nino, Prabowo Minta BRIN Perkuat Teknologi Air

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Antisipasi Dampak...

Australia Ingin Bangun Kilang Minyak Pertama dalam 60 Tahun

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Australia Ingin...

BMKG Ungkap Jurus Ubah Cuaca Panas Jadi Adem di Jakarta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BMKG Ungkap...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories