Monday, July 27, 2026
20.5 C
Indonesia

KNKT Ungkap Alasan Pusdal Manggarai Minta Masinis Argo Bromo Rem Dikit-dikit

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai KNKT Ungkap Alasan Pusdal Manggarai Minta Masinis Argo Bromo Rem Dikit-dikit yang sedang hangat diperbincangkan.

Jakarta

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menjelaskan detik-detik sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. KNKT menjelaskan alasan Pusat Pengendali (Pusdal) perjalanan kereta api di Manggarai meminta masinis Argo Bromo rem dikit-dikit sebelum kecelakaan terjadi.

“Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan masinis sudah melakukan pengereman, cuma karena situasinya di Pusdal itu tidak tahu yang sebenarnya karena komunikasinya kan lewat suara saja, lewat voice, jadi kondisi lapangannya seperti apa dia nggak tahu,” kata Soerjanto usai rapat kerja Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Soerjanto mengatakan Pusdal di Manggarai memberitahu masinis untuk rem sedikit-sedikit dan melakukan semboyan 35 atau klakson. Masinis Argo Bromo pun mengikuti instruksi tersebut.

“Cuma memberi tahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35. Nah itu aja yang disampaikan sehingga masinis sudah melakukan merespons apa yang disampaikan oleh Pusdal dari pengendali operasi di Manggarai,” ungkapnya.

KNKT pun masih terus mendalami penyebab kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL tersebut. Soerjanto lantas menjelaskan alasan Pusdal di Manggarai meminta masinis rem sedikit-sedikit.

“Ya karena memang di Pusdal kan temperan seperti apa mereka belum tahu kondisi lapangan seperti apa. Maka dia positif thinking saja bahwa kurangi kecepatan lah intinya untuk berhati-hati dan 35 atau memberi klakson lah,” tuturnya.

Dalam rapat yang sama, Soerjanto sudah mengungkap ada upaya masinis menghentikan laju KA Argo Bromo Anggrek sebelum menabrak KRL. Namun pengereman masinis KA Argo Bromo Anggrek diminta dikit-dikit sehingga tidak maksimum.

“Sebetulnya masinis, saya ingin ceritakan masinis sudah mulai ngerem di 1,3 km sebelum lokasi tabrakan, Pak. Dia tahunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek. Kenapa hal ini nanti di komunikasi akan lebih jelas, Pak,” kata Soerjanto.

Soerjanto menjelaskan, kereta bisa maksimal menghentikan lajunya pada jarak 900 meter hingga 1 kilometer. Ketua Komisi V DPR Lasarus lalu mempertanyakan alasan KA Argo Bromo Anggrek tetap menabrak KRL dari jarak 1,3 kilometer.

Soerjanto lalu menjelaskan bahwa masinis gagal menghentikan laju KA Argo Bromo Anggrek lantaran ada arahan pusat kendali untuk sekadar mengerem sedikit-sedikit. Soerjanto menyebutkan masinis saat itu hanya diminta sambil membunyikan klakson.

“Tapi karena dia tahunya di komunikasi pusat kendali ada temperan di JBL85, ‘Kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35’ artinya banyak banyak klakson, jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum, karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sambil bunyikan klakson,” jelas Soerjanto.

Halaman 2 dari 2

(dwr/rfs)





Sumber

Sedang Hangat

Gelombang Kebencian di Malaysia Memuncak, 9 Sekolah Pengungsi Ditutup – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gelombang Kebencian...

Usai Bertemu Teddy, Pram Spill Sejumlah Proyek Baru di DKI Segera Diresmikan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Usai Bertemu...

Bos BGN Ancam Pecat Kepala Dapur MBG yang Minta ‘Fee’ ke Mitra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Daftar Siswa Terbaik 4 Matra yang Dilantik Jadi Prajurit Karier TNI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Siswa...

Rancangan Penyeragaman Kemasan Rokok Ciptakan Ketidakpastian Hukum – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rancangan Penyeragaman...

Topik Terbaru

Gelombang Kebencian di Malaysia Memuncak, 9 Sekolah Pengungsi Ditutup – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gelombang Kebencian...

Usai Bertemu Teddy, Pram Spill Sejumlah Proyek Baru di DKI Segera Diresmikan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Usai Bertemu...

Bos BGN Ancam Pecat Kepala Dapur MBG yang Minta ‘Fee’ ke Mitra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Daftar Siswa Terbaik 4 Matra yang Dilantik Jadi Prajurit Karier TNI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Siswa...

Rancangan Penyeragaman Kemasan Rokok Ciptakan Ketidakpastian Hukum – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rancangan Penyeragaman...

Didampingi Prananda, Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor PDIP

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Didampingi Prananda,...

Zulhas Ungkap DSI Kelola Devisa Rp216 T dalam Sebulan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Zulhas Ungkap...

11 Saksi Dimintai Keterangan Terkait Kematian Satpam Waduk Jatiluhur

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 11 Saksi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories