Monday, October 5, 2026
19.2 C
Indonesia

Prabowo Teken PP Pengupahan, Tetapkan Formula Baru Kenaikan Upah 2026


Jakarta, —

Menteri Ketenagakerjaan (Manaker) Yassierli mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan untuk tahun 2026 pada hari ini, Selasa (16/12).

“Alhamdullah, PP Pengupahan telah ditandatangani oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Selasa, 16 Desember 2025,” kata Yassierli dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yassierli menyebut penyusunan PP Pengupahan ini telah melalui kajian dan pembahasan yang cukup panjang. Ia mengungkapkan Prabowo menetapkan formula baru dalam menetapkan upah tahun 2026.

“Setelah memperhatikan masukan dan aspirasi dari berbagai pihak, khususnya dari Serikat Pekerja/Serikat Buruh, akhirnya Bapak Presiden memutuskan formula kenaikan upah sebesar Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alfa) dengan rentang Alfa 0,5-0,9,” ujarnya.

“Tentunya, kebijakan Bapak Presiden ini sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan putusan MK Nomor 168/ 2023,” kata politikus PKS tersebut menambahkan.

Yassierli menjelaskan bahwa Perhitungan kenaikan upah minimum 2026 akan dilakukan oleh Dewan Pengupahan Daerah untuk disampaikan sebagai rekomendasi kepada Gubernur.

Menurutnya, PP Pengupahan tersebut juga mengatur terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)

Selain itu juga, ada ketentuan bahwa Gubernur wajib menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) dan juga dapat menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

“Khusus untuk tahun 2026, Gubernur menetapkan besaran kenaikan upah selambat- lambatnya tanggal 24 Desember 2025,” ujarnya.

Pada tahun 2025, formula penghitungan UMP ditetapkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025.

Dalam Pasal 2 ayat (2) Permenaker 16/2024, menetapkan bahwa UMP 2025 = UMP 2024 + Nilai Kenaikan UMP.

Nilai kenaikan UMP 2025 yang ditetapkan adalah sebesar 6,5 persen.

(fra/ldy/fra)


Sumber

Sedang Hangat

Anggota BEM UI Diduga Dikeroyok OTK di Tebet Jaksel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota BEM...

Tim Ekspedisi Patriot Dampingi Warga Segun Belajar Bikin Kapal Fiberglass

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tim Ekspedisi...

Bos Danantara Ungkap 354 BUMN Dipangkas Demi Tekan Beban Negara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos Danantara...

Sewa Rumah Mahal Buat Pemerintah Goyang, Pemilu Dipercepat – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sewa Rumah...

Heboh Ramai Tambang Emas Ilegal di Sulawesi Utara, ESDM Buka Suara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Heboh Ramai...

Topik Terbaru

Anggota BEM UI Diduga Dikeroyok OTK di Tebet Jaksel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota BEM...

Tim Ekspedisi Patriot Dampingi Warga Segun Belajar Bikin Kapal Fiberglass

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tim Ekspedisi...

Bos Danantara Ungkap 354 BUMN Dipangkas Demi Tekan Beban Negara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos Danantara...

Sewa Rumah Mahal Buat Pemerintah Goyang, Pemilu Dipercepat – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sewa Rumah...

Heboh Ramai Tambang Emas Ilegal di Sulawesi Utara, ESDM Buka Suara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Heboh Ramai...

Mahasiswa Geruduk Gubernur Sumsel Herman Deru, Beri Kartu Merah! – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mahasiswa Geruduk...

Aktivitas Ekonomi Masyarakat Terus Bangkit Pascabencana Sumatera

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Aktivitas Ekonomi...

FOTO: Festival Literasi Menjamur, Kenapa Skor Baca RI Cuma 54,80?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai FOTO: Festival...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories