Sunday, November 1, 2026
27.9 C
Indonesia

Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU Picu Padamnya Listrik, Ini Modusnya – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU Picu Padamnya Listrik, Ini Modusnya yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menaikkan status penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan batu bara pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ke tahap penyidikan. Perkara tersebut mencakup periode pengadaan tahun 2018 hingga 2026 yang diindikasi melibatkan penyimpangan pasokan energi primer nasional.

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menjelaskan bahwa peningkatan status perkara tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan pengumpulan dokumen dan analisis bukti. Ia menyebutkan terdapat temuan penyimpangan proses pemenuhan kebutuhan batu bara di PLTU oleh beberapa perusahaan, termasuk PLTU UBP dan PT BRA.

“Berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan secara komprehensif termasuk pengumpulan dokumen, permintaan keterangan, serta analisis awal terhadap bukti, Kortastipidkor Polri telah meningkatkan status penanganan perkara ini ke tahap penyidikan pada tanggal 4 Juli 2026,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Selasa (7/7/2026).

Lantas bagaimana modusnya?

Tim penyidikan kasus tersebut mengidentifikasi adanya modus praktik manipulasi pada dokumen kualitas serta kuantitas batu bara yang dikirimkan oleh pemasok ke unit pembangkit. Atas hal itu, berdampak pada adanya pembayaran atau harga kontrak yang tidak sesuai dengan kondisi pasokan riil di lapangan sehingga berdampak pada gangguan operasional listrik.

Di samping itu, Direktur Penindakan Kortastipidkor Polri Brigjen Pol. Roberthus Yohanes De Deo menyampaikan bahwa modus-modus tersebut diduga kuat berkontribusi terhadap terganggunya stabilitas kelistrikan nasional di berbagai daerah.

“Perbuatan atau modus-modus tersebut kami duga juga berkontribusi terhadap terganggunya pasokan batubara yang berdampak terhadap terjadinya blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Indonesia,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Wilayah yang terdampak gangguan pasokan ini meliputi Pulau Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian wilayah Jabodetabek. Pihaknya mengindikasikan total kerugian negara dan kerugian perekonomian akibat skandal pengadaan batu bara ini mencapai angka sekitar Rp 5 triliun.

“Terkait dengan nilai ini secara riil dan pasti saat ini sedang kami koordinasikan dengan BPK RI untuk melakukan audit investigasi secara resmi,” lanjut Roberthus.

Selain koordinasi dengan BPK, kepolisian juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dan aset yang berasal dari tindak pidana korupsi serta pencucian uang tersebut. Penyidik akan terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik secara individu maupun korporasi, termasuk rencana pemanggilan saksi dari kementerian terkait.

“Penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab serta mengoptimalkan upaya asset recovery guna memulihkan kerugian keuangan negara dan atau perekonomian negara,” tandasnya.

(pgr/pgr)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Binance Buka Kembali Layanan Penarikan Bitcoin Usai Diretas US$6,3 M

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Binance Buka...

Tragedi Pesawat Komersil Ditembak Jatuh gegara Masuk Wilayah Terlarang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tragedi Pesawat...

Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Barat, Jalan dan Sekolah Rusak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Banjir Rendam...

Memperkenalkan Produk UMKM Lokal Ke Delegasi ASCOPE

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Memperkenalkan Produk...

KPU Respons Putusan MA soal Suket SMA Gibran, Ungkit Tahapan Pemilu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPU Respons...

Topik Terbaru

Binance Buka Kembali Layanan Penarikan Bitcoin Usai Diretas US$6,3 M

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Binance Buka...

Tragedi Pesawat Komersil Ditembak Jatuh gegara Masuk Wilayah Terlarang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tragedi Pesawat...

Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Barat, Jalan dan Sekolah Rusak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Banjir Rendam...

Memperkenalkan Produk UMKM Lokal Ke Delegasi ASCOPE

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Memperkenalkan Produk...

KPU Respons Putusan MA soal Suket SMA Gibran, Ungkit Tahapan Pemilu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPU Respons...

Oncology Center RSUD Pasar Minggu Perkuat Layanan Kanker

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Oncology Center...

Transisi Energi di ASEAN Butuh Dana Jumbo US$400 Miliar per Tahun

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Transisi Energi...

Anwar Abbas Desak Houthi-Arab Saudi Damai: Perang Ganggu Jemaah Umrah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anwar Abbas...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories