Wednesday, May 6, 2026
20.7 C
Indonesia

Perusahaan Jatuh Bangun Selalu Ada

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Perusahaan Jatuh Bangun Selalu Ada yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal peringatan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengintai lima sektor industri dalam tiga bulan ke depan.

Purbaya menegaskan akan mempelajari lebih lanjut isu tersebut, sembari mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih cepat. Menurutnya, dinamika perusahaan yang tumbuh dan tumbang merupakan hal wajar dalam dunia usaha.

“Saya akan dorong lagi pertumbuhan ekonomi agar lebih cepat, tapi kalau masalah perusahaan jatuh bangun akan selalu ada,” katanya ketika ditemui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menekankan pentingnya melihat kondisi secara seimbang, tidak hanya perusahaan yang turun, tetapi juga yang tumbuh.



Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan seharusnya mendorong penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya perusahaan baru.

“Lima (perusahaan) jatuh, ada yang bangkit enggak? Anda enggak lihat kan perusahaan yang baru? Berapa, tahu enggak jumlahnya berapa? Enggak kan? Kita harus lihat balance-nya,” ujar Purbaya.

“Harusnya kalau pertumbuhan yang cepat kayak kemarin, itu harusnya ada penciptaan kerja baru dan banyak perusahaan baru yang timbul,” jelasnya.

Walau begitu, ia menegaskan dalam kompetisi bisnis akan selalu ada perusahaan yang tidak bertahan. Pemerintah akan memastikan likuiditas tetap terjaga, stimulus cukup, serta iklim usaha terus diperbaiki.

Purbaya mencontohkan insentif untuk sektor otomotif pada Juni 2026, yang ditargetkan menyasar 200 ribu kendaraan listrik, terdiri dari 100 ribu motor listrik dan 100 ribu mobil listrik. Untuk sektor tekstil yang dinilai sulit tumbuh karena kerap dianggap sebagai sunset industry, pemerintah menambah dukungan pembiayaan.

“Tekstil enggak bisa tumbuh karena dianggap sunset industry itnudstri, (jadi) dia susah sekali dapet pinjaman utang,” ujar Purbaya.

Purbaya telah menambahkan alokasi kredit untuk sektor furnitur hingga tekstil dari Rp200 miliar menjadi Rp2 triliun. Pelaku usaha bisa mengakses pembiayaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan bunga sekitar 6 persen.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperingatkan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan mulai mengintai sedikitnya lima sektor industri. Presiden KSPI Said Iqbal menyebut sinyal pengurangan tenaga kerja itu sudah mulai disampaikan sejumlah perusahaan kepada serikat buruh di level pabrik.

“Realitanya, laporan dari anggota KSPI, bukan orang lain, serikat pekerja di perusahaan,” kata Said dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5), melansir detikfinance.

Ia mengatakan perusahaan-perusahaan mulai mengajak buruh berdiskusi mengenai kemungkinan efisiensi tenaga kerja seiring tekanan biaya produksi, pelemahan rupiah, serta dampak perang di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi dan bahan baku impor.

Sektor pertama yang disebut paling rawan terdampak adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk benang, kain, hingga polyester. Menurut Said, industri ini menjadi yang paling cepat merasakan tekanan karena bergantung pada pasar ekspor dan bahan baku yang sensitif terhadap gejolak global.

Kedua, industri plastik. Said menjelaskan mayoritas bahan baku plastik masih berasal dari impor seperti polimer dan petrokimia, sehingga pelemahan rupiah terhadap dolar AS langsung membuat ongkos produksi membengkak dan membuat harga jual plastik naik, sementara daya beli masyarakat justru turun.

Ketiga, industri elektronik. Said menyebut tekanan di industri plastik berpotensi merembet ke sektor elektronik. Pasalnya, banyak komponen elektronik masih menggunakan material plastik sebagai frame, casing, hingga komponen pendukung lain. Jika harga plastik terus naik dan produksi ditekan, maka industri elektronik disebut ikut berada dalam jalur efisiensi.

Keempat, industri otomotif. Industri ini juga sangat bergantung pada komponen berbahan plastik, mulai dari spakbor hingga berbagai bagian interior dan eksterior. Karena itu, kenaikan biaya bahan baku dikhawatirkan memicu penyesuaian produksi dan tenaga kerja.

Terakhir, industri semen juga mulai menghadapi tekanan berbeda, yakni kelebihan pasokan di tengah permintaan yang melemah. Menurut Said, masuknya pabrik-pabrik baru justru memperketat persaingan saat konsumsi semen sedang lesu akibat perlambatan ekonomi.

“Permintaan terhadap semen kan berkurang. Udah mah oversupply, pabrik baru bikin lagi kemudian izinnya diberikan dan mulai operasional, permintaan semen akibat semen turun, ya otomatis terjadi efisiensi buruh dan pekerja, PHK,” pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Hot this week

KPK Masih Verifikasi Aset Sejumlah Pejabat, Segera Diumumkan di Situs LHKPN

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Masih...

Hakim Nilai Serangan Air Keras ke Andrie Amatir: Bikin Saya Gemas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hakim Nilai...

Tok! Komut Sritex Iwan Setiawan Lukminto Divonis 14 Tahun Penjara – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! Komut...

Hantavirus Menyebar di Sebuah Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal Dunia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hantavirus Menyebar...

Topics

KPK Masih Verifikasi Aset Sejumlah Pejabat, Segera Diumumkan di Situs LHKPN

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Masih...

Hakim Nilai Serangan Air Keras ke Andrie Amatir: Bikin Saya Gemas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hakim Nilai...

Tok! Komut Sritex Iwan Setiawan Lukminto Divonis 14 Tahun Penjara – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! Komut...

Hantavirus Menyebar di Sebuah Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal Dunia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hantavirus Menyebar...

Daftar Terbaru Harga LPG 3 Kg, 5,5 & 12 Kg di Agen-Pangkalan per 5 Mei

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Terbaru...

Daftar Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg & 12 Kg, Berlaku 4 Mei 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Harga...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img