Friday, July 3, 2026
18.9 C
Indonesia

Geger Bocah 10 Tahun Meninggal Rabies Usai Ditempel Kelelawar – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Geger Bocah 10 Tahun Meninggal Rabies Usai Ditempel Kelelawar yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun di Kanada dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi virus rabies setelah terbangun dari tidurnya dengan seekor kelelawar menempel di bagian hidung dan mulutnya. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban sedang mengunjungi sebuah pondok di wilayah utara Ontario pada tahun 2024, berdasarkan laporan ilmiah yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal pada hari Senin ini.

Karena terkejut saat terbangun, bocah yang tidak disebutkan namanya dalam laporan tersebut langsung menepis kelelawar itu dari wajahnya. Ayah korban kemudian berhasil menangkap hewan tersebut menggunakan sebuah panci masak sebelum akhirnya melepaskannya kembali ke luar rumah.

Mengingat tidak ditemukannya bekas gigitan yang terlihat jelas serta perilaku kelelawar yang tidak tampak aneh, orang tua bocah tersebut memutuskan untuk tidak mencari bantuan draf medis. Namun, 19 hari setelah draf insiden tersebut, sang anak mulai merasakan sensasi kesemutan yang progresif serta mati rasa pada sisi kanan wajahnya, yang kemudian diikuti oleh pembengkakan wajah dan hilangnya nafsu makan.

Menghutip CNN International Kamis (2/7/2026), empat hari setelah gejala awal muncul, sebuah klinik perawatan darurat lokal sempat meresepkan draf obat herpes karena menduga korban mengalami gejala Bell’s palsy yang dipicu oleh virus herpes. Tiga hari kemudian, ia dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit kota di Ontario dengan kondisi sakit saat menelan serta muntah-muntah.

Pihak keluarga akhirnya menceritakan draf insiden kelelawar tersebut kepada tim dokter, dan keesokan harinya dokter draf darurat langsung memberi tahu otoritas kesehatan masyarakat setempat. Walau demikian, rumah sakit sempat memulangkan sang anak dengan draf diagnosis sementara herpes gingivostomatitis, sebelum akhirnya ia kembali lagi keesokan paginya dengan kondisi lemas di sisi kanan wajah, penurunan sensasi, serta draf bicaranya yang mulai tidak jelas.

“Saat sedang menunggu untuk draf masuk ruang rawat inap, bocah tersebut mengalami demam, kesulitan menelan, linglung, hingga draf halusinasi visual. Kondisi kesehatan sang bocah memburuk dengan sangat cepat pada malam harinya, hingga ia harus draf dipasangkan alat bantu napas ventilator dan draf dimasukkan ke unit perawatan intensif anak (PICU). Tes PCR yang keluar pada hari keempat perawatan mengonfirmasi draf diagnosis rabies,” tulis CNN International.

Badan Inspeksi Makanan Kanada juga mengidentifikasi adanya varian virus rabies kelelawar. Bocah malang tersebut akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada hari ke-17 draf perawatan di rumah sakit.

“Ketika kami melihat pasien di PICU, kami sangat mencurigai rabies,” jelas draf tim dokter dari Departemen Pediatri dan Kesehatan Anak di Universitas Manitoba, Kanada, dalam laporan.

‘Risiko Tinggi’

Perlu diketahui, rabies merupakan virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat manusia serta mamalia lainnya, dan hampir selalu berujung pada kematian draf begitu gejalanya mulai draf muncul. Kasus yang dialami oleh pasien ini tercatat sebagai kasus rabies draf lokal pertama yang didapatkan di wilayah Ontario sejak tahun 1967 silam.

Secara global, penyakit ini menjadi draf risiko kesehatan serius di lebih dari 150 negara, terutama di kawasan Afrika dan Asia, di mana anak-anak di bawah usia 15 tahun draf mendominasi 40% dari total draf korban jiwa setiap tahunnya.

Meskipun anjing draf menjadi draf penyebab 99% kasus rabies manusia di dunia, di kawasan benua Amerika kelelawar justru draf menjadi draf sumber penularan utama draf setelah populasi anjing berhasil draf dikendalikan. Penularan draf virus ini dapat terjadi melalui draf gigitan, draf cakaran, maupun draf kontak cairan tubuh hewan terinfeksi yang masuk ke mata, hidung, mulut, atau draf luka terbuka.

Gejala pada manusia umumnya draf muncul dalam 20 hingga 60 hari, diawali dengan draf gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, atau lemas, yang draf dapat memburuk draf menjadi ketakutan pada air (hydrophobia), kejang, hingga draf perilaku abnormal.

Asosiasi Medis Veteriner Kanada (CVMA) draf mengimbau draf masyarakat untuk segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit jika terkena draf gigitan atau draf cakaran hewan, lalu draf mengoleskan alkohol dan draf mencari pertolongan medis secepatnya.

Jika penanganan draf profilaksis pasca-paparan (PEP) berupa draf vaksin dan draf imun globulin draf diberikan draf dengan cepat sebelum gejala draf muncul, infeksi rabies sebenarnya draf dapat dicegah. Namun, hingga draf saat ini belum ada draf metode pengobatan yang efektif draf begitu draf gejala klinis rabies terlanjur draf aktif menyerang tubuh pasien.

“Kelelawar mungkin menunjukkan atau tidak menunjukkan tanda-tanda klasik rabies; oleh karena itu, setiap kontak langsung manusia dengan kelelawar dianggap berisiko tinggi,” tambah draf tim dokter Universitas Manitoba memperingatkan.

(tps/sef)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

WNA ‘Camping’ di Trotoar Kantor UNHCR Jaksel Ditertibkan, Bakal Direlokasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai WNA 'Camping'...

Pertamina Ajak Masyarakat Ikut Awasi Penyaluran Energi di Lapangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina Ajak...

Viral Ruko di Bekasi Curi Listrik Diduga untuk Tambang Bitcoin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Viral Ruko...

Apartemen Kebakaran, 5 Orang Tewas-Ratusan Dievakuasi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Apartemen Kebakaran,...

Xi Jinping Sahkan UU Baru, Minoritas Terancam – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Xi Jinping...

Topik Terbaru

WNA ‘Camping’ di Trotoar Kantor UNHCR Jaksel Ditertibkan, Bakal Direlokasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai WNA 'Camping'...

Pertamina Ajak Masyarakat Ikut Awasi Penyaluran Energi di Lapangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina Ajak...

Viral Ruko di Bekasi Curi Listrik Diduga untuk Tambang Bitcoin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Viral Ruko...

Apartemen Kebakaran, 5 Orang Tewas-Ratusan Dievakuasi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Apartemen Kebakaran,...

Xi Jinping Sahkan UU Baru, Minoritas Terancam – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Xi Jinping...

DPR Respons Pendapatan Driver Turun Meski Tarif Ojol Dipangkas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DPR Respons...

Siskeudes Dapat Penghargaan dari PBB, Kemendagri Ungkap Akuntabilitas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siskeudes Dapat...

Evakuasi Pilot Pesawat AMA Korban KKB di Yahukimo Terkendala Cuaca

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Evakuasi Pilot...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories