Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Andra Soni Sebut Sampah di TPA Jatiwaringin Setara Bangunan 7 Lantai yang sedang hangat diperbincangkan.
Tangerang –
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan banyaknya volume sampah di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Andra bahkan menyebut ketinggian sampah di sana setara dengan bangunan tujuh lantai.
Andra Soni menyebut salah satu kendala pemadaman api di TPA Jatiwaringin adalah titik api yang berada di puncak tumpukan sampah. Ia menerangkan bahwa bantuan water bombing menggunakan helikopter sangat membantu proses pemadaman.
“Hari ini alhamdulillah kembali turun dua helikopter dari pusat, karena kita tidak bisa memadamkan api yang ada di atas. Tingginya sampah di Jatiwaringin itu kurang lebih setara dengan bangunan lantai tujuh,” kata Andra, Kamis (2/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andra mengingatkan bahwa tumpukan tersebut merupakan sampah yang diproduksi dan dibuang oleh masyarakat sendiri.
“Bapak, Ibu bisa bayangkan, itu adalah sampah yang kita produksi. Sebagian lagi banyak yang masuk ke sungai, sehingga banyak uang pajak Bapak, Ibu yang kita pakai untuk membersihkan sungai,” ujarnya.
Selain itu, Andra juga menyinggung ketersediaan alat pemadam api di TPA Jatiwaringin. Ia meminta setiap TPA di Banten ke depannya harus memiliki fasilitas pemadam api yang memadai.
“Nanti setiap TPA di Provinsi Banten harus memiliki alat pemadam dan sumber atau tampungan air,” ucapnya.
Sebelumnya, Andra menyampaikan kondisi cuaca ikut memicu terjadinya kebakaran tersebut.
“Kebakaran ini terjadi beberapa hari yang lalu. Tumpukan sampah ini berada dalam kondisi cuaca yang, berdasarkan perkiraan BMKG, merupakan yang paling panas dan paling panjang kemaraunya dalam 30 tahun terakhir,” ungkap Andra Soni.
“Sehingga salah satunya menyebabkan kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin. Kemudian kebakaran ini menyebar karena faktor angin,” tambahnya.
Menurut Andra Soni, hal krusial yang perlu diantisipasi saat ini adalah kandungan gas metana yang berada di bawah tumpukan sampah.
“Dari diskusi dengan pihak terkait, untuk antisipasi, ada pembatasan orang ke sana dan semuanya terkoordinasi. Pemerintah kabupaten dan kota juga turut turun membantu,” jelasnya.
(aik/wnv)



