Friday, August 28, 2026
25.8 C
Indonesia

Mengenal PT PMMP Milik Kaesang yang Terlilit Utang Rp2,8 T

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mengenal PT PMMP Milik Kaesang yang Terlilit Utang Rp2,8 T yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), dikabarkan terlilit utang.

Tekanan likuiditas dan keterbatasan modal kerja membuat pembayaran kredit perusahaan macet. Imbasnya, perusahaan pun mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah bank.

Berdasarkan laman resmi perusahaan, PMMP didirikan pada 2004 dan merupakan salah satu perusahaan pengolahan dan eksportir udang di Indonesia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan ini berkantor pusat di Surabaya dengan fasilitas pengolahan yang berlokasi di Situbondo dan Tarakan.



Perusahaan memiliki total kapasitas produksi mencapai 25 ribu ton per tahun yang didukung fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) berkapasitas 46 ribu ton.

Pada 2019, PMMP mengklaim mereka menempati peringkat kedua eksportir udang nasional berdasarkan total volume ekspor.

Perusahaan mengekspor produknya ke berbagai pasar utama dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan sejumlah negara lainnya. Produk perusahaan juga telah menembus pasar ritel serta layanan makanan (food service) di Amerika Serikat dan Jepang.

Saat ini, susunan direksi PMMP terdiri dari Martinus Soesilo sebagai Direktur Utama, Hirawan Tedjokoesoemo sebagai Wakil Direktur Utama, Alin Rostanti sebagai Direktur, dan Patrick Djuanda sebagai Direktur.

Sementara itu, jajaran komisaris diisi Soesilo Soebardjo sebagai Komisaris Utama, Suwarli sebagai Komisaris, serta Salis Teguh Hartono sebagai Komisaris.

Berdasarkan data pemegang saham, PT Harapan Bangsa Kita, yang dimiliki Kaesang, tercatat sebagai salah satu pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen, yakni sebanyak 188,24 juta saham atau setara 7,27 persen.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/7), PMMP memiliki kewajiban kredit terhadap sejumlah bank dengan total sekitar Rp2,87 triliun.

Rinciannya, perusahaan memiliki kewajiban kredit kepada PTBank Permata Tbk, dengan outstanding US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS), ditambah fasilitas sebesar Rp5,49 miliar.

Perseroan juga memiliki utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta atau sekitar Rp409,1 miliar.

Selain itu, PMMP masih memiliki pinjaman kepada PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta atau Rp129,4 miliar dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau sekitar Rp107,5 miliar.

“Saldo tersebut di atas di luar utang bunga,” tulis manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi.

Perseroan mengakui mengalami kendala modal kerja dan membutuhkan sekitar US$15 juta atau sekitar Rp269,1 miliar untuk menjalankan kegiatan operasional.

Akibat keterbatasan tersebut, PMMP saat ini hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo. Untuk memenuhi permintaan ekspor, perusahaan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran setelah hasil ekspor diterima.

“Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan,” tulis manajemen.

Penurunan kapasitas produksi juga berdampak pada efisiensi tenaga kerja. Sejak 2024 hingga saat ini, perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Selain itu, sebanyak 82 staf tercatat mengundurkan diri.

(sfr)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Kualitas Udara di Palangka Raya Kalteng Capai Tingkat Berbahaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kualitas Udara...

Dialog Bareng OMS, WamenHAM Bahas Isu Demokrasi hingga Kebebasan Sipil

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dialog Bareng...

Purbaya Tegaskan Tarif Pajak Tak Bakal Naik di 2027

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Purbaya Tegaskan...

MBG Sampai Giant Sea Wall – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai MBG Sampai...

Tak Hanya Jadi ‘Raja Nikel’, RI Kini Bidik Industri Chip Global – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Hanya...

Topik Terbaru

Kualitas Udara di Palangka Raya Kalteng Capai Tingkat Berbahaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kualitas Udara...

Dialog Bareng OMS, WamenHAM Bahas Isu Demokrasi hingga Kebebasan Sipil

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dialog Bareng...

Purbaya Tegaskan Tarif Pajak Tak Bakal Naik di 2027

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Purbaya Tegaskan...

MBG Sampai Giant Sea Wall – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai MBG Sampai...

Tak Hanya Jadi ‘Raja Nikel’, RI Kini Bidik Industri Chip Global – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Hanya...

Korlantas Latih PPGD ke Ojol Agar Bisa Bantu Korban Kecelakaan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Korlantas Latih...

Naykilla Bawa Inspirasi Gaya Centyl di Shopee 9.9 Super Shopping Day

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Naykilla Bawa...

RI Bisa Tumbuh 6-7%, Asal Mesin Baru Ini Ngebut – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Bisa...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories