Tuesday, September 8, 2026
18.9 C
Indonesia

Virus Mematikan Menyebar, Tim Pemakaman Jadi Sasaran Kemarahan Warga – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Virus Mematikan Menyebar, Tim Pemakaman Jadi Sasaran Kemarahan Warga yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) tidak hanya mengancam pasien dan tenaga medis. Tetapi juga para petugas yang menangani jenazah.

Di Provinsi Ituri, tim pemakaman harus bekerja di tengah kelelahan, ketakutan tertular, hingga kemarahan keluarga korban. Yuma Adolphe, salah satu anggota tim pemakaman, mengatakan tekanan pekerjaan semakin berat seiring meningkatnya jumlah korban.

“Sulit rasanya, tetapi kami berusaha memaksakan diri melampaui batas kemampuan kami,” ujarnya kepada The Associated Press, dikutip Senin (7/9/2026).

Sejak wabah merebak pada pertengahan Mei, tim-tim kecil seperti yang dipimpin Adolphe dikerahkan ke sejumlah titik penyebaran untuk menggali kuburan, menyiapkan jenazah, hingga memastikan pemakaman berlangsung aman. Mereka menerima bayaran sekitar US$20 atau Rp352.000 per hari dan menjadi bagian dari pekerja garis depan yang berupaya menghentikan penularan.

Namun, tugas tersebut membuat mereka berhadapan langsung dengan keluarga korban yang tengah berduka. Jenazah pasien Ebola harus ditangani petugas terlatih karena virus masih dapat aktif setelah kematian, sehingga keluarga tidak bebas menyentuh atau melakukan seluruh ritual pemakaman sesuai tradisi mereka.

“Biasanya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, yang kemudian dapat mengurusnya sesuai keinginan mereka dan adat istiadat Afrika kita,” kata Adolphe menyebut larangan menjalankan sejumlah ritual menjadi sumber kesalahpahaman dan memicu kemarahan terhadap petugas.

Sejak Mei, petugas kesehatan dan tim pemakaman dilaporkan beberapa kali menghadapi serangan dari keluarga korban di wilayah pusat wabah. Penasihat gubernur militer Ituri untuk urusan kesehatan dan kemanusiaan, Jeanne Alasha, menegaskan bahwa tindakan menyerang petugas dapat dikenai sanksi hukum.

Kemarahan warga tercermin dalam pemakaman Justine Habineno, anggota paduan suara berusia 36 tahun yang meninggal akibat Ebola. Ibunya, Sofia Wanito, mengaku hanya diperbolehkan melihat jenazah dari jendela rumah sakit dan tidak dapat menyentuh peti mati.

“Dulu, kami tidak meninggal seperti ini. Saya bahkan tidak bisa menyelimutinya sendiri dan memberikan penghormatan terakhir,” ujarnya.

Di tengah konflik bersenjata, pengungsian, lemahnya sistem kesehatan, dan pergerakan penduduk yang tinggi, pengendalian wabah semakin sulit. Anggota tim pemakaman lainnya, Benjamin Muhindo, mengatakan keluarganya khawatir dirinya membawa virus ke rumah, tetapi ia tetap menjalankan tugas.

“Kami bekerja di bawah tekanan dan terus-menerus berpacu dengan waktu,” katanya.

“Kami tidak punya pilihan. Kami hadir di sini untuk melindungi masyarakat kami,” tambahnya lagi.

(tfa/sef)

Sumber

Sedang Hangat

Kejagung Ambil Alih Kasus Penyerobotan Lahan Inhutani di Lampung

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Ambil...

Baleg Setuju RUU Reforma Agraria Jadi Usul Inisiatif DPR, Dibawa ke Paripurna

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baleg Setuju...

Penumpang KAI ke Jakarta Melonjak 88 Persen saat Erupsi Anak Krakatau

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penumpang KAI...

Kasus Cuci Uang Raksasa Rp42 T, Barang Mewah Rp2,5-54 M Dilelang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasus Cuci...

Topik Terbaru

Kejagung Ambil Alih Kasus Penyerobotan Lahan Inhutani di Lampung

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Ambil...

Baleg Setuju RUU Reforma Agraria Jadi Usul Inisiatif DPR, Dibawa ke Paripurna

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baleg Setuju...

Penumpang KAI ke Jakarta Melonjak 88 Persen saat Erupsi Anak Krakatau

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penumpang KAI...

Kasus Cuci Uang Raksasa Rp42 T, Barang Mewah Rp2,5-54 M Dilelang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasus Cuci...

Belum Ada Rencana Insentif Ekonomi Efek Erupsi Anak Krakatau

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Belum Ada...

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Persiapan Operasi Aman Nusa I dan II

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polri Gelar...

KPK Dalami Aliran Uang Pemerasan Bupati Anom Dipakai Tim Pemenangan Pilkada

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Dalami...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories