Friday, May 22, 2026
25.8 C
Indonesia

Tok! AS Dakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro Atas Kasus Pembunuhan – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! AS Dakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro Atas Kasus Pembunuhan yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Jaksa penuntut federal di Florida resmi membuka dokumen dakwaan yang menjerat mantan pemimpin Kuba Raúl Castro dan lima orang lainnya pada hari Rabu (20/05/2026). Mengutip Reuters, dakwaan ini terkait dengan insiden penembakan jatuh dua pesawat sipil oleh militer Kuba 30 tahun lalu, di mana pengumuman resmi tersebut disampaikan oleh para pejabat dalam konferensi pers di Miami.

Tuntutan pidana federal terhadap Castro yang kini berusia 94 tahun-saudara laki-laki dari mendiang Fidel Castro dan dipandang luas sebagai salah satu tokoh paling kuat di Kuba-menandai eskalasi baru dalam kampanye tekanan pemerintahan Donald Trump terhadap pemerintah Kuba. Castro sendiri menjabat sebagai presiden Kuba dari tahun 2008 hingga 2018 dan sebagai pejabat tinggi Partai Komunis di negara tersebut dari tahun 2011 hingga 2021.

Castro didakwa di Miami pada 23 April atas satu tuduhan konspirasi untuk membunuh warga negara AS, empat tuduhan pembunuhan, dan dua tuduhan penghancuran pesawat. Seorang hakim kemudian mengabulkan permintaan jaksa untuk membuka dokumen dakwaan setebal 20 halaman tersebut pada hari Rabu.

Tuduhan-tuduhan itu berfokus pada keputusan angkatan udara Kuba untuk menembak jatuh dua pesawat sipil yang diterbangkan oleh kelompok pengasingan yang berbasis di Florida, Brothers to the Rescue, pada Februari 1996 yang menewaskan empat orang. Dokumen dakwaan menyatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut berada di luar wilayah udara Kuba pada saat penembakan terjadi.

Lima terdakwa lain yang disebutkan namanya diidentifikasi sebagai pilot pejuang Kuba, termasuk satu orang yang awalnya didakwa terkait penembakan tersebut lebih dari dua dekade lalu.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche memberikan penegasan keras mengenai komitmen pemerintah dalam menegakkan keadilan bagi para korban. Pihak AS memastikan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja.

“Selama hampir 30 tahun, keluarga dari empat warga Amerika yang dibunuh telah menunggu keadilan,” kata Blanche.

Blanche menambahkan bahwa pesan yang dibawanya hari ini sangat jelas, di mana Amerika Serikat dan Presiden Trump tidak dan tidak akan melupakan warga negaranya.

Masih belum jelas apakah Castro akan menghadapi persidangan, mengingat Kuba tidak mengekstradisi warganya ke Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro didakwa atas tuduhan narkoba pada tahun 2020 dan awal tahun ini ia ditangkap oleh pasukan AS lalu diterbangkan ke New York untuk diadili, sebuah operasi berani yang berujung pada penempatan pemimpin sementara yang kini bekerja sama erat dengan AS.

Ketika ditanya oleh wartawan tentang bagaimana Castro dapat dibawa ke AS untuk menghadapi persidangan, Blanche tidak memberikan rincian apa pun. Namun, ia menekankan keseriusan Departemen Kehakiman.

“Ini bukan dakwaan pertunjukan,” ujar Blanche.

Blanche menyatakan bahwa Departemen Kehakiman berniat untuk mengadili kasus ini dan mengeklaim ada berbagai cara berbeda untuk membawa terdakwa yang berada di negara lain.

Dokumen dakwaan menuduh bahwa Castro-yang memimpin angkatan bersenjata Kuba pada saat itu-melakukan pertemuan dengan para pemimpin militer dan memberi wewenang kepada mereka untuk menggunakan tindakan tegas dan mematikan terhadap pesawat Brothers to the Rescue pada Januari 1996, menyusul beberapa putaran penerbangan sebelumnya oleh kelompok tersebut untuk menjatuhkan selebaran.

“Semua perintah untuk membunuh oleh militer Kuba mengalir melalui rantai komando [angkatan bersenjata] dengan [Raúl Castro] dan Fidel Castro sebagai pengambil keputusan akhir,” kata jaksa penuntut.

Dakwaan tersebut juga menuduh bahwa badan intelijen Kuba menugaskan jaringan mata-mata di Florida untuk memberikan informasi tentang Brothers to the Rescue. Beberapa anggota jaringan mata-mata itu telah didakwa lebih dari dua dekade lalu, termasuk satu orang yang dihukum karena konspirasi pembunuhan terkait dengan penembakan jatuh tahun 1996.

Dokumen dakwaan ini pun menawarkan kritik menyeluruh terhadap rezim Kuba.

“Rezim Castro mendirikan dan mempertahankan kendali atas Kuba dan rakyatnya melalui pemerintahan yang melenyapkan perbedaan pendapat, mempertahankan kekuasaan, wilayah, dan reputasi mereka, serta, melalui penyitaan dan nasionalisasi bisnis swasta, mendanai tujuan-tujuan tersebut,” bunyi dakwaan tersebut.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez Parrilla langsung mengutuk keras langkah hukum yang diambil oleh pihak AS. Kuba menilai dakwaan tersebut sepenuhnya melanggar hukum internasional dan menegaskan kembali pembelaan diri mereka.

“Tidak sah dan ilegal,” kata Rodríguez.

Rodríguez mengulangi argumen lama Kuba bahwa penembakan terhadap penerbangan Brothers to the Rescue dilakukan demi membela diri serta menyebut kelompok tersebut sebagai kelompok teroris. Melalui media sosial X, ia menilai AS tengah mencoba membenarkan agresi yang diintensifkan terhadap rakyat Kuba.

Pesawat Brothers to the Rescue Ditembak Jatuh

Insiden tahun 1996 tersebut melibatkan jet tempur MiG-29 Kuba yang menembak jatuh dua pesawat Cessna yang dioperasikan oleh Brothers to the Rescue, kelompok yang mencari warga Kuba yang mencoba melarikan diri dari negara pulau tersebut menggunakan rakit. Tiga warga negara AS dan satu pemegang green card di dalam pesawat tewas seketika.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB menemukan bahwa pesawat-pesawat itu terbang di luar wilayah udara Kuba ketika ditembak jatuh, meskipun hal ini dibantah oleh Kuba. Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa otoritas Kuba tidak melakukan upaya apa pun untuk menangani pesawat-pesawat itu melalui cara lain, termasuk menghubungi mereka melalui radio atau memandu mereka keluar dari area tersebut.

Penembakan itu memicu kemarahan besar di mana Organisasi Negara-Negara Amerika mengeklaim Kuba melanggar hukum internasional, dan Presiden Bill Clinton kala itu mengutuk keras insiden tersebut. Kongres AS bereaksi dengan memperketat sanksi ekonomi terhadap Kuba.

Pemerintah Kuba membantah melakukan kesalahan dan bersikeras bahwa pesawat-pesawat itu ditembak jatuh di dalam wilayah udara Kuba. Pihak Kuba menuduh anggota Brothers to the Rescue berulang kali melanggar wilayah udara mereka untuk menjatuhkan selebaran, dan mengeklaim kelompok tersebut berencana menyabotase infrastruktur Kuba.

Pada Selasa malam, diplomat top Kuba Lianys Torres Rivera mengunggah tautan catatan FAA yang dideklasifikasi dari tahun 1996 di mana para pejabat AS memperkirakan skenario terburuk bahwa suatu hari nanti orang Kuba akan menembak jatuh pesawat-pesawat ini.

Pada saat penembakan terjadi, Raúl Castro menjabat sebagai menteri pertahanan negara, dan dakwaan menuduh ia mengizinkan penggunaan kekuatan terhadap Brothers to the Rescue. Dalam wawancara tahun 1996 dengan jangkar “CBS Evening News” Dan Rather, Presiden Kuba kala itu Fidel Castro mengakui bahwa ia mengeluarkan perintah umum untuk menghentikan pesawat yang melanggar batas negara.

(tps/tps)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Airbus-Air France Divonis Bersalah, Lakukan ‘Pembunuhan’ ke 228 Orang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airbus-Air France...

Breaking! Menlu Sugiono Sebut 9 WNI Resmi Dibebaskan Tentara Israel – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Breaking! Menlu...

Eks Dirjen SDA Kementerian PU Tersangka! Terima Suap Rp2 M-Mobil Mewah – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Eks Dirjen...

Kejagung Tetapkan Bos Tambang Bauksit Kalbar Tersangka Korupsi IUP – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Tetapkan...

Rusia Menuju Kekalahan di Ukraina, Xi Jinping Paham-Trump Belum Sadar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rusia Menuju...

Topik Terbaru

Airbus-Air France Divonis Bersalah, Lakukan ‘Pembunuhan’ ke 228 Orang – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airbus-Air France...

Breaking! Menlu Sugiono Sebut 9 WNI Resmi Dibebaskan Tentara Israel – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Breaking! Menlu...

Eks Dirjen SDA Kementerian PU Tersangka! Terima Suap Rp2 M-Mobil Mewah – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Eks Dirjen...

Kejagung Tetapkan Bos Tambang Bauksit Kalbar Tersangka Korupsi IUP – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kejagung Tetapkan...

Rusia Menuju Kekalahan di Ukraina, Xi Jinping Paham-Trump Belum Sadar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rusia Menuju...

Bank Artha Graha Internasional Gelar Pengundian BAGI HOKI Periode I – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bank Artha...

KNKT Ungkap Alasan Pusdal Manggarai Minta Masinis Argo Bromo Rem Dikit-dikit

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KNKT Ungkap...

Menhub Sebut 900 Lebih Perlintasan Sebidang Tak Berizin

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menhub Sebut...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories