Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ngerinya Kereta Jatuh ke Jurang gegara Terlalu Ngebut yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Sebuah kecelakaan kereta tragis pernah terjadi di Etiopia. Kereta tersebut masuk jurang karena kecepatan yang kelewat batas.
Dilansir dari Ethiopian News Agency, kecelakaan ini terjadi pada Senin, 13 Januari 1985. Kecelakaan terjadi di dekat kota Awash, sekitar 90 mil di sebelah timur ibu kota Addis Ababa, Ethiopia.
Kereta yang melaju dari Dire Dawa menuju jalur rel penghubung Addis Ababa-Republik Jibuti mengalami anjlok saat menyeberangi jembatan. Tragedi ini tercatat sebagai kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah Etiopia dan Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, kereta penumpang melaju dari Dire Dawa. Ketika melintasi jembatan setinggi 40 kaki (sekitar 12 meter) di dekat Awash. Kereta melaju dengan sangat kencang sehingga kereta terperosok dan keluar dari rel.
Beberapa gerbong terpisah dari lokomotif, hingga akhirnya empat gerbong jatuh ke dalam jurang yang dalam.
Evakuasi Sulit Karena di Jurang
Kondisi jurang yang cukup terjal membuat proses evakuasi tak mudah. Evakuasi korban selamat pun dilakukan dengan helikopter. Evakuasi melibatkan anggota Tentara Etiopia, Kementerian Kesehatan, Palang Merah, serta pekerja rumah sakit lokal. Korban luka-luka pun dibawa ke rumah sakit terdekat.
Namun, kecelakaan ini telah menelan banyak korban jiwa. Tercatat ada 392 orang yang meninggal dunia dan 370 orang terluka.
Penyebab Kecelakaan
Investigasi pun dilakukan. Kementerian Transportasi Ethiopia menyatakan bahwa kecelakaan disebabkan karena kereta yang melaju dengan kecepatan yang melebihi batas saat melewati tikungan.
Akibat kecelakaan ini, masinis kereta api tersebut diamankan. Ia menjalani penyelidikan resmi yang dipimpin oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi Etiopia, Yussuf Ahmed.
Meskipun pemerintah Etiopia sebelumnya menyatakan bahwa jalur rel tersebut berisiko diserang oleh gerilyawan anti-pemerintah, dugaan ini tak pernah terbukti.
Adapun dugaan ini muncul karena lokasi kecelakaan bencana berjarak lebih dari 200 mil dari perbatasan Somalia yang menjadi basis para gerilyawan.
(rdp/imk)




