Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Delegasi RI Pantau Pemilu Duma Rusia, Nilai Proses Berjalan Transparan yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menjadi salah satu delegasi yang memantau langsung pemilu Duma Rusia. Ia menyebut proses pemilu legislatif di negara tersebut berjalan dengan aman, tertib, transparan, dan terbuka.
Delegasi Indonesia melakukan pemantauan langsung di sejumlah wilayah Rusia, yakni Moskow, Krai Krasnoyarsk, Oblast Sverdlovsk, Republik Udmurt, dan Krai Khabarovsk. Pemilu berlangsung pada 18-20 September 2026.
“Pelaksanaan Pemilu Duma Negara Rusia dapat digambarkan sebagai proses yang diselenggarakan dengan kerangka hukum yang cukup terstruktur, prosedur yang rinci, mekanisme pengawasan, serta dukungan teknologi dalam berbagai tahapan pemilu,” kata Tamsil dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delegasi Indonesia mengamati sejumlah tahapan pemilu, mulai dari pembukaan tempat pemungutan suara (TPS), pemungutan dan penghitungan suara hingga penyusunan protokol hasil. Menurut Tamsil, penyelenggaraan pemilu Rusia memiliki landasan hukum yang mengatur hak pemilih, pencalonan, penyelenggara, pemungutan suara, hingga pengawasan. Keterbukaan juga terlihat dari kesempatan bagi pengamat dan media untuk mengikuti berbagai tahapan pemilu.
“Transparansi tidak hanya ditempatkan pada tahap pemungutan suara, tetapi juga pada tahap penentuan hasil,” ujarnya.
Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai kandidat, partai politik, pemilih, pengaduan, suara, dan hasil pemilu melalui sistem informasi pemilu.
Rusia menggunakan Sistem Otomatis Negara Pemilu untuk mengelola berbagai informasi kepemiluan. Selain itu, terdapat pemungutan suara elektronik jarak jauh (REV), teknologi QR pada protokol hasil, serta CCTV untuk merekam proses pemungutan dan penghitungan suara.
“Penggunaan teknologi dapat dipahami memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi administratif, yakni mempercepat pendataan, pengolahan, dan penyampaian hasil; dan fungsi transparansi dan pengawasan, yaitu memungkinkan proses pemilu didokumentasikan dan informasi hasil dapat diakses serta diperiksa,” kata Tamsil.
Meski demikian, Tamsil mengatakan keamanan sistem dan independensi komisi pemilihan tetap perlu menjadi perhatian. Pengawasan terhadap penghitungan dan penentuan hasil juga dinilai penting.
Selain itu, kondisi geografis dan keamanan di sejumlah wilayah Rusia menjadi tantangan dalam menjamin akses pemilih terhadap pemilu.
Pemilu Duma Rusia berakhir dengan kemenangan United Russia, partai pendukung Presiden Vladimir Putin. Berdasarkan hasil resmi yang hampir seluruhnya telah dihitung, United Russia memperoleh 57,83% suara dan diproyeksikan menguasai 355 dari 450 kursi Duma.
“Pengalaman penyelenggaraan pemilu Rusia dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia, khususnya dalam digitalisasi layanan pemilu, keterbukaan informasi, dokumentasi proses pemungutan dan penghitungan suara, serta akses pemilih,” katanya.
(aik/aik)




