Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Zelensky Berkhianat! Korsel Murka Rahasia Tahanan Korut Bocor yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae-myung secara terbuka meluapkan kemarahannya atas tindakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang dituding mengutamakan kepentingan pribadinya. Zelensky dinilai telah melanggar kesepakatan rahasia dengan Seoul terkait pemindahan dua tawanan perang asal Korea Utara (Korut) yang ditangkap di Rusia.
Mengutip Russia Today, Sabtu (26/09/2026), Zelensky sebelumnya membanggakan kesepakatan tersebut dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB minggu ini dengan menyebutkan bahwa tidaklah mudah untuk menangkap kedua tentara itu hidup-hidup. Sebagai informasi, Korut diketahui telah mengerahkan pasukannya untuk membantu Rusia memukul mundur serangan Ukraina ke Wilayah Kursk pada periode 2024-2025 lalu.
Melalui sebuah unggahan di platform X pada hari Kamis, Lee memberikan teguran keras kepada Zelensky tanpa menyebutkan namanya secara langsung. Ia berpendapat bahwa seorang negarawan seharusnya mengutamakan kepentingan nasional daripada secara oportunistis mencari popularitas semata. Lee menekankan bahwa Seoul dan Kyiv sebelumnya telah bersepakat penuh untuk merahasiakan proses pemindahan yang sangat sensitif tersebut dari publik.
“Sikap tidak peka dan tidak bertanggung jawab yang ditunjukkan pemimpin Ukraina tersebut sama sekali tidak dapat diterima,” tegasnya.
Di sisi lain, anggota parlemen oposisi Korsel Yoo Yong-won, yang telah memperjuangkan pemindahan tawanan perang Korut sejak menemuinya langsung di Ukraina tahun lalu, membenarkan bahwa kedua tentara itu telah tiba di Korsel pada awal minggu ini. Ia menyebut bahwa kedua tentara yang ditawan pada Januari 2025 tersebut memang secara sukarela menyatakan keinginannya untuk dikirim ke Korsel.
Yoo justru mengkritik keras pemerintahan Lee karena terus berusaha merahasiakan kesepakatan yang sebenarnya telah dicapai pada bulan Juni tersebut.
“Pemerintah seharusnya mengambil pendekatan yang lebih proaktif dan asertif,” papar Yoo.
Lebih lanjut, Yoo mengungkapkan bahwa penyerahan tawanan perang ini tidak mensyaratkan Korsel untuk mengubah kebijakannya yang menolak mengirimkan senjata mematikan ke Ukraina. Padahal, Kyiv telah lama menekan Seoul untuk memberikan dukungan militer langsung demi melawan Rusia dengan dalih adanya keterlibatan tentara Korut.
Korsel sendiri secara resmi tidak mengakui pemerintahan di Pyongyang sebagai entitas yang sah dan memandang seluruh warga Korea sebagai warga negara dari satu bangsa yang sama, di bagian semenanjung mana pun mereka dilahirkan.
(tps/wur)




