Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Ipul Dukung Buku ‘Memburu Muhammad’ Diusut: Jangan Terpancing yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Sekjen PBNU 2021-2026 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendukung pengusutan buku bertajuk ‘Memburu Muhammad‘ yang diduga melakukan penistaan agama. Gus Ipul mengatakan jika ditemukan bukti mengarah ke penistaan agama, maka kasus itu mesti berlanjut ke proses hukum.
“Yang pertama kita mendukung lah polisi untuk mengusut ya, mendalami dan jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, ya, kita mendukung untuk diteruskan ke proses hukum,” kata Gus Ipul saat dihubungi, Minggu (27/9/2026).
Ia berharap masyarakat tak terpancing sampai ada keterangan lanjutan dari pihak berwajib. Ia meminta kasus ini dihadapi dan dicermati secara bijak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi mendukung tindakan atau langkah-langkah polisi. Yang kedua, meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing. Ya, jadi ini, kita harus sikapi secara bijak, ya. Kita dudukkan perkaranya dengan baik. Lalu kita cermati isinya. Tentu itu yang kedua. Jadi kita minta, kita jangan ada yang terpancing,” ungkap dia.
Gus Ipul mengatakan latar belakang dari penulis buku tersebut juga perlu didalami. Ia menyebut motif dari pembuat buku hingga saat ini belum diketahui.
Gus Ipul memandang judul dalam buku itu kontroversial. Ia melihat tulisan semacam itu bisa membuat gaduh di tengah masyarakat.
“Yang ketiga, kita perlu juga mengetahui siapa penulisnya ini, Kemudian motivasinya apa. Orangnya ini siapa gitu. Jadi kita tahu apa, paling nggak latar belakang dari penulisan ini disengaja, iseng, atau penulisnya sakit jiwa. Kan kita nggak tahu,” ujar Gus Ipul.
“Nah itu jangan perlu terpancing, jangan terpancing. Itu kita lihat dulu, tapi yang jelas bahwa tulisan-tulisan seperti ini hanya tulisan yang hanya bisa bikin gaduh. Memancing di air keruh. Dan nggak apa ya, nggak relevan dengan situasi dan kondisi di tengah-tengah masyarakat,’ tambahnya.
Polda Metro Selidiki
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh kemunculan dua buku yang diduga menistakan agama. Dua buku yang dimaksud berjudul ‘Bukan Perawan Maria’ dan ‘Memburu Muhammad’.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, buku kontroversial tersebut dinarasikan ditulis oleh seseorang yang disebut pro-LGBT. Unggahan tersebut juga memperlihatkan beberapa penggalan tulisan dalam buku yang dianggap menistakan agama tertentu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya baru mendapat informasi mengenai hal tersebut. Dia menegaskan kemunculan buku itu akan didalami oleh pihak kepolisian.
“Ini pasti akan didalami, baik itu dari Direktorat Siber apabila berada di dunia digital, maupun dari pihak Ditreskrimum,” ujar Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).
(dwr/knv)




