Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Molinas Diprediksi Bisa Tekan Subsidi BBM hingga Rp82 T yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan proyek Motor Listrik Nasional (Molinas) mampu menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan hingga Rp82 triliun.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman mengungkap proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi operasional 11 juta unit motor listrik.
Jika 11 juta unit beroperasi pada 2037, potensi penghematan dari pembatasan subsidi BBM diprediksi menyentuh angka Rp82,2 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pembatasan subsidi BBM asumsi 11 juta unit operasi di 2037 Rp82,2 triliun. Penguatan neraca dagang dari subsitusi impor Rp45 triliun,” ujar Atong dalam acara diskusi bertajuk Navigating The Challenges of The Motor Vehicle Industry di Jakarta Pusat, Kamis (20/8).
Selain itu, ekosistem Molinas secara keseluruhan memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat masif bagi negara selama 2026-2031.
“Saya akan tambahkan bahwa nilai ekonomi ekosistem Molinas end-to-end di angka Rp150 triliun. Pencipta lapangan pekerjaan juga ada kurang lebih di 215 ribu,” ujar Atong.
Ditemui di tempat yang sama, Managing Director Industrialisasi Danantara Indonesia Ardy Muawin memastikan unit produk Molinas saat ini sudah siap pakai.
Ada dua merek dalam negeri yang menjadi produk bagian dari Molinas, yaitu Alva dan Gesit.
Saat ini, skema pembiayaan sedang dirampungkan untuk menekan harga jual sebelum kendaraan tersebut resmi dilepas ke pasaran.
Dalam menggodok skema pembiayaan tersebut, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Kami ajak Himbara, bagaimana kita menyusun struktur pembiayaan ini supaya permintaan itu ada dan orang bisa beli,” ujar Ardy.
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Program ini dirancang bukan sekadar untuk meluncurkan satu merek kendaraan, melainkan membangun ekosistem nasional yang terintegrasi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan ekosistem tersebut akan mencakup pengembangan industri dan manufaktur, komponen dan baterai, infrastruktur charging dan battery swapping, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penguatan penyerapan pasar.
PT Len Industri akan berperan sebagai lead integrator untuk mengorkestrasi kolaborasi para pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem tersebut.
Kapasitas produksi Molinas disebut sebesar 100 ribu unit per tahun dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen yang ditargetkan mencapai 60 persen.
(dhz/sfr)




