Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menteri Maman Ingin Harga Tepung Dikendalikan agar Tak Bebani UMKM yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman berharap harga tepung di pasaran dapat dikendalikan.
Pengendalian tersebut diperlukan guna mencegah timbulnya beban bagi UMKM penjual makanan yang menggantungkan usahanya pada tepung sebagai bahan baku jualan mereka.
Maman menilai pengendalian harga ini bukan semata-mata soal murah atau mahalnya tepung tersebut, melainkan menjaga agar harga selalu selaras dengan kebutuhan UMKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita tentunya berharap agar harga itu bisa terkendali. Kalau semangat dari kita, harga itu semua terkendali. Kita tidak ingin mengatakan besar kecil, tapi harus terkendali, disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman pengusaha mikro,” ujar Maman di kantor Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Selasa (3/11).
Menurut Maman, apabila memang ada kenaikan harga tepung, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan untuk mengintervensi melalui skema operasi pasar.
“Selama ini sih kalau ada info itu Kementerian Perdagangan akan langsung tindaklanjuti,” ujar Maman.
Sejumlah pedagang makanan berbahan dasar tepung mengaku menghadapi kenaikan harga bahan baku.
Menurut pengakuan salah seorang pedagang makanan kecil kentang dan otak-otak yang ditemui CNNIndonesia.com di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Selasa ini, harga tepung tengah berangsur naik.
Harga tepung per kilogram disebut naik dari Rp15 ribu ke Rp20 ribu selama beberapa pekan ke belakang.
CNNIndonesia.com sebelumnya juga telah menemui seorang pedagang di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, yang menghadapi tren serupa.
Pedagang Cilor Al Sakti mengatakan harga tepung tapioka yang digunakannya saat ini mencapai Rp16 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp14 ribu per kilogram.
“Rp16 ribu sekarang, biasanya Rp14 ribu,” ujar pedagang cilor di Jakarta Selatan itu saat ditemui CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).
Meski harga bahan baku naik, ia mengaku tidak mengurangi porsi cilor yang dijual. Alhasil, ia harus menanggung tekanan laba penjualan imbas kenaikan harga tepung.
Sementara itu, pedagang Takoyaki Nano juga mengaku harga tepung mengalami kenaikan. Namun, ia tetap mempertahankan porsi dagangannya meskipun harga bahan baku utama seperti tepung terigu meningkat.
Saat ini Nano masih menjual takoyaki dengan harga Rp10 ribu per porsi berisi 8 buah.
Menurut Nano, mempertahankan harga dan porsi menjadi salah satu cara memastikan pelanggan tak “kabur”. Kendati, Nano harus menelan pil pahit lantaran cuannya tertekan.
(dhz/sfr)




