Friday, July 3, 2026
19.2 C
Indonesia

KLH Setop Sementara Tambang Emas Sumut, Agincourt Akhirnya Buka Suara




Jakarta, – PT Agincourt Resources menjadi salah satu dari tiga perusahaan yang aktivitasnya dihentikan sementara oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Penghentian dilakukan terhadap perusahaan yang beroperasi di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kebijakan ini diambil buntut terjadinya banjir bandang hingga longsor di kawasan itu.

Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Corporate Communications Agincourt Katarina Siburian Hardono mengatakan bahwa perusahaan sebenarnya sudah menghentikan operasinya sejak 6 Desember 2025.

“Sejak 6 Desember kami sudah menghentikan produksi. Besok kami memenuhi pemanggilan Gakkum KLH untuk verifikasi data. Kami menghormati dan mendukung seluruh prosesnya,” kata dia kepada , dikutip Senin (8/12/2025).

Menurut dia, saat ini perusahaan masih fokus melanjutkan upaya tanggap darurat di wilayah terdampak di Tapanuli Selatan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.

“Saat ini kami masih fokus melanjutkan upaya tanggap darurat di wilayah terdampak di Tapanuli Selatan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir dan longsor di Sumatra Utara. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, Hanif mengatakan dirinya bersama tim KLH telah melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi bencana dalam beberapa hari terakhir guna mengidentifikasi penyebab terjadinya banjir dan longsor.

Selain itu tim KLH juga melakukan sidak ke dua perusahaan yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, yakni PT Agincourt Resources dan PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE).

Sidak ini dilakukan setelah hasil pantauan udara menunjukkan adanya perubahan bentang alam yang diduga memicu intensitas banjir di kawasan tersebut. Menurut dia, setidaknya terdapat tiga sumber utama yang memperparah banjir di Batang Toru.

“Kami mengidentifikasi sedikitnya tiga sumber utama yang memperparah banjir, kegiatan hutan tanaman industri, pembangunan listrik tenaga air yang masif, dan aktivitas penambangan emas di DAS Batang Toru. Semua ini memberi kontribusi signifikan terhadap tekanan lingkungan,” tulis Hanif.

Identifikasi awal dilakukan melalui perpaduan pantauan udara dan pemeriksaan langsung di lapangan pada titik-titik yang diduga menambah beban limpasan air. Kondisi di hulu DAS juga diperparah oleh hamparan luas lahan pertanian, baik lahan kering maupun lahan basah, yang mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan bahwa KLH akan terus melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh temuan dapat diikuti dengan tindakan korektif yang presisi.

Namun ia menekankan bahwa pemulihan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus memandang keseluruhan ekosistem sebagai satu kesatuan.

“KLH akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas pemanfaatan ruang di kawasan rawan banjir dan longsor, termasuk dua perusahaan yang mendapat sidak. Seluruh kegiatan di lereng curam, hulu DAS, dan alur sungai akan diverifikasi ulang terkait izin lingkungan dan kesesuaian tata ruang. Selain itu penegakan hukum akan ditempuh apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi menambah risiko bencana,” tambahnya.

(pgr/pgr)

Sumber

Sedang Hangat

Pramono Harap Kemensos Bangun Sekolah Rakyat Lagi di DKI untuk 1.000 Siswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Harap...

Cek Geliat Ekonomi, Purbaya Sebar Anak Buah ke Sejumlah Pasar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cek Geliat...

Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta: Dia Akui Kesalahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemendagri Minta...

Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang, 40 Orang Tewas-8 Terluka – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kecelakaan Maut...

Dana Stimulan Renovasi Rumah Diusulkan Naik, Satgas PRR Ungkap Alasannya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dana Stimulan...

Topik Terbaru

Pramono Harap Kemensos Bangun Sekolah Rakyat Lagi di DKI untuk 1.000 Siswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Harap...

Cek Geliat Ekonomi, Purbaya Sebar Anak Buah ke Sejumlah Pasar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cek Geliat...

Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta: Dia Akui Kesalahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemendagri Minta...

Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang, 40 Orang Tewas-8 Terluka – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kecelakaan Maut...

Dana Stimulan Renovasi Rumah Diusulkan Naik, Satgas PRR Ungkap Alasannya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dana Stimulan...

Transvision Gandeng ION Network, Hadirkan Layanan Hiburan Berkualitas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Transvision Gandeng...

Dibuka 300.000 Kuota Pelatihan Vokasi Buat Lulusan SMA/SMK, Dapat Duit

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dibuka 300.000...

Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Jalan Akses Suramadu, Pasutri Tewas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kecelakaan Beruntun...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories