Saturday, September 12, 2026
19.7 C
Indonesia

Kemensos Buka-bukaan Alasan Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemensos Buka-bukaan Alasan Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andy Kurniawan membeberkan alasan banyaknya ditemukan kasus bantuan sosial tidak tepat sasaran karena adanya keterbukaan data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Itu sebenarnya terjadi bukan karena tidak terbuka data. Justru karena pemerintah terbuka,” ucapnya di Politeknika Statistik STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Andy mengatakan bahwa penyaluran bantuan sosial di Indonesia harus tepat sasaran penerima. Hal tersebut karena dalam penyaluran bantuan sosial, pemerintah menggunakan pendekatan targeted dalam memberikan perlindungan sosial.

Pendekatan ketepatsasaran (targeted) dalam menyalurkan bantuan sosial, kata Andy, memiliki konsekuensi pemilihan orang yang layak menerima bantuan tersebut atau tidak secara akurat.

“Kalau targeted, tantangannya adalah kita mining datanya harus kuat. Datanya harus akurat. Ada rankingnya, karena targeted menuntut pemerintah untuk memilih,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dibentuklah desil-desil sebagai upaya dalam pemilihan subjek penerima bantuan sosial.

“Maka sebenarnya, fungsi utama desil adalah memberikan pertimbangan pertama kepada pemerintah untuk menetapkan skala prioritas terhadap masing-masing program,” ujarnya.

Andy mengatakan, adanya keterbukaan data melalui DTSEN yang menciptakan desil berbuah hasil dengan masuknya 4,3 juta penduduk yang layak menerima bantuan sosial, namun sebelumnya tidak pernah menjadi penerima sama sekali.

“Sejak DTSEN kita gunakan, ada 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat baru pada desil 1 sampai desil 4 yang awalnya tidak mendapatkan bansos sama sekali, ini mendapatkan bansos,” imbuhnya.

(wia)

Sumber

Sedang Hangat

Sekolah Terdampak Bencana hingga Wilayah 3T Prioritas Direvitalisasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sekolah Terdampak...

Kemenimipas Bantu Pemulangan 82 WNI Bermasalah dari Malaysia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenimipas Bantu...

Bahlil Sebut Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahlil Sebut...

RI Masuk 7 Negara Dunia yang Miliki Rencana Aksi Perikanan Skala Kecil – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Masuk...

Jejaring Rakyat Miskin Minta Negara Setop Bagi-bagi Tanah ke Individu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jejaring Rakyat...

Topik Terbaru

Sekolah Terdampak Bencana hingga Wilayah 3T Prioritas Direvitalisasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sekolah Terdampak...

Kemenimipas Bantu Pemulangan 82 WNI Bermasalah dari Malaysia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenimipas Bantu...

Bahlil Sebut Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahlil Sebut...

RI Masuk 7 Negara Dunia yang Miliki Rencana Aksi Perikanan Skala Kecil – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Masuk...

Jejaring Rakyat Miskin Minta Negara Setop Bagi-bagi Tanah ke Individu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jejaring Rakyat...

352 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, SPPG Bakal Di-suspend

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 352 Siswa...

Bulog Salurkan Bantuan Pangan Beras ke Wilayah Selatan Lampung

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Salurkan...

Indonesia Perkuat Perikanan Skala Kecil melalui KNMP di Forum FAO – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Indonesia Perkuat...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories