Friday, September 11, 2026
24 C
Indonesia

Program Bela Negara Bukan Hukuman untuk Pelajar Ikut Demo

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Program Bela Negara Bukan Hukuman untuk Pelajar Ikut Demo yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan program pembinaan Bela Negara bukan dimaksudkan sebagai hukuman bagi pelajar yang sebelumnya mengikuti demonstrasi pada 27 Agustus lalu.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan saat ini ada 121 pelajar yang mengikuti program pembinaan Bela Negara KKRI yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan.

Pelaksanaannya merupakan rangkaian pembinaan selama kurang lebih satu bulan. Kegiatan pembekalan antara lain dilaksanakan di lingkungan Universitas Pertahanan RI (Unhan RI), Sentul, Bogor.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rico menjelaskan tidak seluruh peserta merupakan pelajar yang sebelumnya diamankan dalam peristiwa unjuk rasa Agustus lalu. Sebagian peserta memang pelajar yang diamankan oleh pihak kepolisian pada aksi saat itu.

“Mereka merupakan bagian dari keseluruhan peserta program, bukan seluruhnya. Keikutsertaan dalam pembekalan ini juga bukan dimaksudkan sebagai hukuman karena mengikuti demonstrasi atau menyampaikan pendapat,” kata Rico saat dihubungi, Jumat (11/9).





Rico mengatakan program itu bukan komponen cadangan (Komcad) dan bukan pendidikan atau diklat militer.

Tujuannya, kata dia, adalah pembinaan karakter generasi muda melalui penguatan nilai dasar bela negara, Pancasila, wawasan kebangsaan, sejarah perjuangan bangsa, budi pekerti, pembinaan mental, kedisiplinan, pembinaan jasmani dan dinamika kelompok.

Ia menjelaskan materi program juga diarahkan pada kemampuan yang relevan bagi generasi muda, seperti literasi digital, pelatihan IT dan desain grafis, pemahaman mengenai konflik sosial, bahaya narkoba dan terorisme, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

“Jadi pendekatannya tidak semata-mata soal kedisiplinan, tetapi juga membangun karakter, kemandirian dan keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka ke depan,” katanya.

Ia mengatakan pada prinsipnya, Kemhan ingin kegiatan pembekalan itu menjadi ruang pembinaan yang positif bagi generasi muda.

“Hak untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati dan program Bela Negara tidak ditempatkan sebagai sanksi terhadap pelajar yang pernah mengikuti aksi demonstrasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sebanyak 27 siswa asal DKI Jakarta yang terjaring polisi saat demonstrasi pada 27 Agustus lalu menjalani pembekalan bela negara.

Ia menyambut baik program yang dinisiasi Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya tersebut.

Menurutnya, program bela negara ini juga diikuti siswa lain dari luar Jakarta. Untuk para siswa di Jakarta, Pram merinci dari 29 siswa yang diberangkatkan hanya 27 yang akhirnya mengikuti program.

“Menurut saya program ini baik karena apa, untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi negaranya sendiri,” ujar Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

(yoa/fra)

Sumber

Sedang Hangat

Truk ODOL Berkeliaran Bisa Bawa Maut ke Kapal-Bikin Rugi, RI Bisa Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Truk ODOL...

Massa Geruduk Kantor Bupati Pekalongan Buntut Kepsek dan Guru Mesum di Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Massa Geruduk...

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dua Tahun Ditanggung Negara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gaji Manajer...

INALUM Peroleh Rating BBB- dengan Outlook Stabil dari S&P

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai INALUM Peroleh...

Ponpes di Sleman Respons Dugaan Pengurus Perkosa Santri hingga Hamil

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ponpes di...

Topik Terbaru

Truk ODOL Berkeliaran Bisa Bawa Maut ke Kapal-Bikin Rugi, RI Bisa Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Truk ODOL...

Massa Geruduk Kantor Bupati Pekalongan Buntut Kepsek dan Guru Mesum di Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Massa Geruduk...

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dua Tahun Ditanggung Negara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gaji Manajer...

INALUM Peroleh Rating BBB- dengan Outlook Stabil dari S&P

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai INALUM Peroleh...

Ponpes di Sleman Respons Dugaan Pengurus Perkosa Santri hingga Hamil

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ponpes di...

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Ambil Peran Perkuat Program KDKMP

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai LPDB Koperasi...

Genjot Bioavtur, Pertamina Siapkan Rp19,3 T Bangun Biorefinery Cilacap

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Genjot Bioavtur,...

Pemerintah Mau Buka Rekening Massal Buat Warga RI, Ini Komentar Ekonom – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Mau...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories