Saturday, June 20, 2026
24.6 C
Indonesia

Kayu Gelondongan Banjir Sumatera Libatkan Manusia

Dia menggambarkan bahwa hutan yang masih sehat memiliki struktur tajuk yang rapat dan bertingkat, sehingga mampu memecah dan menahan laju air hujan.

“Walaupun ada air, dia tidak langsung ke permukaan. Dia jatuh di tajuk, pecah, kemudian sebagian mengalir melalui batang atau stem flow,” katanya menjelaskan.

Prof Bambang menambahkan keberadaan tumbuhan bawah dan serasah berperan penting dalam menyerap air serta menjaga kestabilan ekosistem hutan.

Lapisan vegetasi yang berjenjang, mulai dari tajuk atas hingga vegetasi bawah, merupakan sistem penyangga alami yang menjaga keseimbangan lingkungan.

“Tuhan menciptakan ini tentu saja untuk kebaikan manusia dan lingkungannya,” kata Prof Bambang.

Prof Bambang mengatakan tumbangnya satu atau dua pohon dalam kondisi alami bukan merupakan ancaman bagi ekosistem.

“Pohon ini, ya, kalaupun tumbang, itu tidak banyak. Paling hanya satu, dua, dan itu alami,” katanya.

Prof Bambang menerangkan sistem pengakaran pohon tua yang kuat membuat hutan tetap stabil, dan ketika satu pohon tumbang, ruang kosong tersebut segera diisi oleh regenerasi spesies baru.

Menurut Prof Bambang, masalah muncul ketika aktivitas pembalakan liar memasuki kawasan hutan. Gangguan pada vegetasi menghilangkan kerapatan tajuk dan membuka celah yang memicu perubahan drastis dalam aliran air serta kestabilan tanah.

“Pada kondisi seperti ini, ketika pembalakan liar masuk, maka celah antara tajuk semakin terbuka,” katanya.

Menurut Prof Bambang, hilangnya fungsi tajuk menyebabkan air hujan jatuh langsung ke permukaan tanah tanpa proses pemecahan alami, sehingga erosi berlangsung lebih cepat dan risiko longsor meningkat.

“Kayu-kayu besar yang ditemukan pasca-bencana merupakan konsekuensi dari kerusakan lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia tersebut,” katanya.

(antara/gil)



Sumber

Sedang Hangat

BI Kerek Suku Bunga Lagi, Bagaimana Nasib Negara ASEAN Lain?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Kerek...

PSI Pede Prabowo Tetap Gandeng Gibran di Pilpres 2029

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PSI Pede...

Bestari PSI Balas Deddy Sitorus Dibilang Kutu Loncat: Dia Kutu Busuk

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bestari PSI...

Bukan Timur Tengah, Trump Menggila di Sini-211 Orang Tewas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bukan Timur...

4.000 Pekerja Nike Dirumahkan, Pengusaha Ungkap Alasannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 4.000 Pekerja...

Topik Terbaru

BI Kerek Suku Bunga Lagi, Bagaimana Nasib Negara ASEAN Lain?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Kerek...

PSI Pede Prabowo Tetap Gandeng Gibran di Pilpres 2029

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PSI Pede...

Bestari PSI Balas Deddy Sitorus Dibilang Kutu Loncat: Dia Kutu Busuk

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bestari PSI...

Bukan Timur Tengah, Trump Menggila di Sini-211 Orang Tewas – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bukan Timur...

4.000 Pekerja Nike Dirumahkan, Pengusaha Ungkap Alasannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 4.000 Pekerja...

Penjelasan PLN soal Sering Mati Lampu Bergilir Belakangan Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penjelasan PLN...

Jejak Pelarian Frans Antoni, Bendahara Gembong Narkoba Fredy Pratama

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jejak Pelarian...

PDIP Dibilang Abu-abu, PKS Ungkit 10 Tahun Jadi Opsisi Era Jokowi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDIP Dibilang...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories