Friday, May 1, 2026
19.8 C
Indonesia

BMKG Imbau Penerbangan-Pelayaran Waspadai Wilayah Ini Saat Natal-Tahun Baru


Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi gangguan cuaca signifikan yang dapat berdampak bagi sektor penerbangan dan pelayaran selama periode Natal dan tahun baru. BMKG meminta operator penerbangan dan pelayaran mewaspadai rute dan perairan di wilayah Laut Natuna, Makassar hingga Papu bagian utara.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025). BMKG mendeteksi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat mengganggu penerbangan di sejumlah rute strategis.

“Pada bulan Desember itu rute penerbangan yang perlu diwaspadai yaitu di sekitar Laut Natuna Selatan, Selat Karimata, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Banda, dan Papua bagian Utara,” kata Faisal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan, di Januari, potensi pertumbuhan awan Cb pada rute penerbangan di sekitar Samudra Hindia, Barat Sumatera, Selatan Nusa Tenggara, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Arafura, hingga Papua.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi potensi ketinggian gelombang selama periode Nataru di sejumlah wilayah. Dia mengatakan ketinggian gelombang dapat mencapai 2,5 meter.

“Kami telah mengobservasi dan menganalisis, pada bulan Desember gelombang sedang, yaitu pada ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter, diprediksi terjadi di perairan Barat dan Selatan Sumatera, Selat Sunda, perairan Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, kemudian perairan Utara Kepulauan Anambas, Natuna, serta Samudra Pasifik Utara dan Halmahera hingga Papua,” jelasnya.

“Sedangkan untuk gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter itu tidak terjadi di wilayah-wilayah Indonesia,” sambungnya.

Kemudian, kata dia, pada Januari gelombang sedang juga patut diwaspadai. Wilayah yang berpotensi terdampak di antaranya, perairan Barat Sumatera, Selat Sunda, Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Utara Anambas Natuna, Laut Natuna Utara, Laut Halmahera, Kepulauan Sangihe Talaud, serta Utara Papua Barat hingga Samudra Pasifik Utara dari Halmahera Papua.

“Untuk gelombang tinggi, ini yang perlu diwaspadai, pada ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter, yaitu di Laut Natuna Utara,” tuturnya.

(amw/lir)

Sumber

Hot this week

Kim Jong Un Puji Aksi Bunuh Diri Tentara Korut di Perang Rusia-Ukraina

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kim Jong...

Komisi VIII DPR Desak 3 WNI Diduga Tawarkan Haji Ilegal Ditindak Tegas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi VIII...

PAM Jaya Kejar Cakupan Air Bersih Jakarta 90 Persen Tahun Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PAM Jaya...

Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Lakukan...

Topics

Kim Jong Un Puji Aksi Bunuh Diri Tentara Korut di Perang Rusia-Ukraina

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kim Jong...

Komisi VIII DPR Desak 3 WNI Diduga Tawarkan Haji Ilegal Ditindak Tegas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi VIII...

PAM Jaya Kejar Cakupan Air Bersih Jakarta 90 Persen Tahun Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PAM Jaya...

Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Lakukan...

Kisah Korban KRL Maut Sempat Lompat Jendela, Gemetar Pulang Naik Ojol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kisah Korban...

Media Asing Tiba-Tiba Sorot Bali, Sebut Sampah sampai Tikus – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Media Asing...

Bangun 2 Kilang Bensin Baru, Produksi BBM RI Bisa Nambah 2 Juta KL

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bangun 2...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img