Friday, July 3, 2026
19.2 C
Indonesia

Begini Cara Licik Israel Dukung Kelompok Bersenjata Anti-Hamas

Jakarta,

Pimpinan geng bersenjata anti-Hamas, Yasser Abu Shahab, tewas di Jalur Gaza saat menengahi pertikaian keluarga.

Yasser Abu Shahab merupakan pemimpin kelompok bersenjata Popular Forces (Pasukan Rakyat Gaza), yang berbasis di Rafah yang dikuasai Israel di wilayah Gaza selatan.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok ini secara terang-terangan menentang keberadaan Hamas, sebagai otoritas yang berkuasa di Palestina. Mereka menyatakan diri sebagai “Kelompok Nasionalis”.

Israel pun menggunakan cara-cara licik untuk membekingi kelompok bersenjata anti-Hamas seperti geng Abu Shahab.

Laporan dari The Associated Press (AP) menyatakan bahwa Perdana Menteri Benyamin Netanyahu secara terus terang memang mendukung kelompok perlawanan ini.

“Israel mendukung kelompok-kelompok bersenjata Palestina di Gaza dalam apa yang disebutnya sebagai langkah untuk melawan Hamas. Namun, para pejabat PBB dan organisasi-organisasi bantuan mengatakan militer membiarkan mereka menjarah makanan dan pasokan lainnya dari truk-truk mereka,” demikian AP menuliskan Juni lalu saat kelompok ini menjarah banyak bantuan yang masuk ke Jalur Gaza.

Didukung Israel

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah video media sosial bahwa Israel telah “mengaktifkan” klan-klan di Gaza untuk melawan Hamas.

Ia tidak menjelaskan bagaimana Israel mendukung mereka atau peran apa yang Israel inginkan dari mereka. Komentar Netanyahu merupakan tanggapan atas tuduhan lawan politiknya yang mempersenjatai “keluarga kriminal” di Gaza.

Namun, salah satu cara yang dibangun oleh Israel adalah dengan mendekati klan atau suku, dan keluarga besar memiliki pengaruh yang kuat di Gaza.

Dari sini, para pemimpin mereka sering membantu memediasi perselisihan. Beberapa telah lama bersenjata untuk melindungi kepentingan kelompok mereka, dan beberapa telah berubah menjadi geng yang terlibat dalam penyelundupan narkoba atau menjalankan bisnis pemerasan.

Bersambung ke halaman berikutnya…



Sumber

Sedang Hangat

Fakta Mengerikan Perang Rusia-Ukraina, Korban Jiwa Tembus 2 Juta Orang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Fakta Mengerikan...

China Semprot AS-Uni Eropa soal UU Persatuan Etnis, Teriak Fitnah Keji – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Semprot...

Pramono Harap Kemensos Bangun Sekolah Rakyat Lagi di DKI untuk 1.000 Siswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Harap...

Cek Geliat Ekonomi, Purbaya Sebar Anak Buah ke Sejumlah Pasar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cek Geliat...

Topik Terbaru

Fakta Mengerikan Perang Rusia-Ukraina, Korban Jiwa Tembus 2 Juta Orang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Fakta Mengerikan...

China Semprot AS-Uni Eropa soal UU Persatuan Etnis, Teriak Fitnah Keji – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Semprot...

Pramono Harap Kemensos Bangun Sekolah Rakyat Lagi di DKI untuk 1.000 Siswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Harap...

Cek Geliat Ekonomi, Purbaya Sebar Anak Buah ke Sejumlah Pasar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cek Geliat...

Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta: Dia Akui Kesalahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemendagri Minta...

Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang, 40 Orang Tewas-8 Terluka – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kecelakaan Maut...

Dana Stimulan Renovasi Rumah Diusulkan Naik, Satgas PRR Ungkap Alasannya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dana Stimulan...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories