Monday, November 2, 2026
20.8 C
Indonesia

Bahlil Mau Tiru Hilirisasi Logam Tanah Jarang ala China

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahlil Mau Tiru Hilirisasi Logam Tanah Jarang ala China yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai Indonesia perlu mencontoh China dalam mengelola sumber daya alam (SDA), khususnya melalui hilirisasi logam tanah jarang.

Menurut dia, China tak hanya mengolah mineral untuk menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadikannya sebagai alat tawar dalam hubungan geopolitik.

Bahlil mencontohkan bagaimana produk hasil hilirisasi logam tanah jarang menjadi salah satu faktor dalam tarik-menarik kepentingan China dan Amerika Serikat (AS). Padahal, pada era 1980-an, logam tanah jarang belum banyak dipandang sebagai bahan baku penting bagi perkembangan teknologi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“China hari ini melakukan diplomasi dengan Amerika itu tarik-menariknya dengan hasil industri hilirisasi daripada logam tanah jarang yang pada tahun-tahun 80-an logam tanah jarang itu orang belum berpikir akan menjadi satu bahan baku yang penting bagi perkembangan teknologi,” kata Bahlil dalam acara Opening Ceremony Minerba Convex 2026 di Jiexpo Convention Center, Jakarta Pusat, Senin (2/11).



Ia mengatakan pengelolaan SDA Indonesia perlu diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada penjualan bahan mentah.

Menurut dia, kekayaan mineral yang dimiliki Indonesia seharusnya diolah di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi RI dalam perdagangan global.

Bahlil mengingatkan pengelolaan kekayaan alam harus mengacu pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Aturan tersebut mengamanatkan SDA dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Ia juga menyoroti ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang berdampak terhadap Indonesia. Meski tidak terlibat langsung dalam konflik, Indonesia tetap merasakan dampaknya, salah satunya melalui kenaikan harga minyak dunia yang disebutnya telah mencapai lebih dari US$100 per barel atau sekitar US$116 per barel.

Dalam konteks tersebut, Bahlil menilai Indonesia perlu mengubah pola pengelolaan sumber daya alam yang selama ini lebih banyak mengandalkan ekspor bahan mentah.

Ia mengibaratkan pola tersebut seperti praktik perdagangan pada masa kolonial ketika bahan baku Indonesia dibawa ke luar negeri untuk diolah, kemudian hasilnya dijual kembali ke dalam negeri.

“Di zaman VOC 350 tahun ketika kita dijajah oleh Belanda, yang mereka bawa itu apa? Bahan baku kita. Bahan baku kita dibawa keluar, setelah itu mereka olah di luar, hasilnya baru dibawa ke dalam negeri. Nah, kita apakah masih memakai seperti itu atau tidak polanya?” ujarnya.

Bahlil menyebut Indonesia memiliki kekayaan sumber daya mineral yang besar. Batu bara Indonesia berada di peringkat keenam dunia, sedangkan cadangan nikel disebut sebagai yang terbesar di dunia.

Indonesia juga memiliki bauksit, tembaga, dan timah. Untuk timah, Indonesia merupakan eksportir terbesar dunia meskipun posisinya berada di bawah China dalam hal cadangan.

Bahlil mengatakan hilirisasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya alam. Ia mencontohkan perubahan nilai ekspor nikel Indonesia setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri.

Ia menyebut nilai ekspor nikel pada 2017-2019 masih sekitar US$3,3 miliar. Setelah kebijakan hilirisasi berjalan, nilai ekspor komoditas tersebut meningkat menjadi sekitar US$33 miliar hingga US$34 miliar pada 2023-2024.

“Dulu kita ekspor nikel kita di tahun 2017, 2018, 2019 itu hanya US$3,3 miliar. Kita menyetop ekspor nikel, kemudian kita membangun industri, kita bikin hilirisasi. Apa yang terjadi? 2023-2024, ekspor kita sudah bisa mencapai US$33 miliar sampai US$34 miliar. Itu baru satu sektor,” ucap Bahlil.

Ia juga menyinggung pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia yang terintegrasi dari pertambangan, smelter, pengolahan menggunakan teknologi high pressure acid leaching (HPAL), produksi prekursor dan katoda, hingga sel baterai.

Menurut Bahlil, Indonesia kini telah memiliki tiga pabrik baterai. Produk prekursor dan katoda dari Indonesia juga telah dipasok ke AS. Capaian tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa pembangunan industri hilirisasi dapat membawa Indonesia lebih jauh dari sekadar pemasok bahan baku.

Bahlil menilai pengalaman hilirisasi nikel dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan pengolahan komoditas mineral lainnya, termasuk logam tanah jarang.

(del/pta)

Sumber

Sedang Hangat

Airlangga Sebut Ekspor Indonesia Meningkat: Fundamental Ekonomi Terjaga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airlangga Sebut...

Modus TPPO Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia: Bonus Rp620 Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Modus TPPO...

China Ngamuk ke Eks Diplomat Tetangga RI, Sebut Tidak Takut Perang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Ngamuk...

BNN Ungkap Ganja dari Ladang Aceh Disebar ke Kampung Narkoba Se-RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BNN Ungkap...

Kapolres Boyolali Gantikan AKBP Andika sebagai Kapolres Sukoharjo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolres Boyolali...

Topik Terbaru

Airlangga Sebut Ekspor Indonesia Meningkat: Fundamental Ekonomi Terjaga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airlangga Sebut...

Modus TPPO Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia: Bonus Rp620 Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Modus TPPO...

China Ngamuk ke Eks Diplomat Tetangga RI, Sebut Tidak Takut Perang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Ngamuk...

BNN Ungkap Ganja dari Ladang Aceh Disebar ke Kampung Narkoba Se-RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BNN Ungkap...

Kapolres Boyolali Gantikan AKBP Andika sebagai Kapolres Sukoharjo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolres Boyolali...

SPBU Shell Beroperasi Lagi Usai Ganti Pemilik, Cuma Jual 1 Jenis BBM

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai SPBU Shell...

Tok! Amran Moratorium Izin Edar Produk Baru Beras Fortifikasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! Amran...

Ketum PPP Mardiono Copot Agus Suparmanto dan Taj Yasin, Ini Alasannya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ketum PPP...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories