Monday, November 2, 2026
27.5 C
Indonesia

Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang, 1.100 Warga Terdampak

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang, 1.100 Warga Terdampak yang sedang hangat diperbincangkan.


Surabaya, —

Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11). Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur kawasan tersebut hingga mengakibatkan banjir lahar dingin dari Gunung Semeru (3676 mdpl).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, banjir dan longsor menerjang wilayah Kecamatan Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan, banjir tidak hanya diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, melainkan juga luapan Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru. Debit air sungai tersebut mengalami peningkatan signifikan.

“Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu, 1 November 2026, pukul 22.00 WIB hingga Senin pagi. Selain itu, aliran Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut,” kata Satriyo.





Satriyo merinci, dampak banjir cukup signifikan di Kecamatan Tempursari. Jembatan penghubung Malang dan Lumajang dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Peningkatan debit Sungai Glidik menyebabkan jembatan penghubung Malang dan Lumajang tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ucapnya.

Di wilayah Tempursari, banjir menggenangi sejumlah desa akibat luapan Sungai Rawaan dan Sungai Dol. Selain itu, tanggul jebol tercatat di kawasan Wareng, Dusun Pasirejo.

Longsor juga menutupi jalan tembus Tamansari dan Iburaja. Akses jalan Purorejo dan Tamansari Bawah sepanjang kurang lebih 100 meter putus akibat terjangan banjir Sungai Glidik.

Satriyo menyebutkan, ada lebih dari seribu jiwa yang terdampak langsung oleh genangan banjir di dua kecamatan berbeda.

“Banjir genangan di Dusun Persil, Desa Rojopolo, berdampak pada warga di RW 09, RW 10, dan RW 11 dengan ketinggian 20 sampai 60 sentimeter. Jumlah warga terdampak diperkirakan 500 jiwa. Sementara di Kecamatan Tempursari, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 600 jiwa,” papar Satriyo.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini terdapat seratusan kepala keluarga yang terpaksa tidak bisa ke mana-mana akibat akses jalan tertutup material longsor dan banjir.

“Terdapat kurang lebih 117 KK di Dusun Taman Sari yang terisolasi,” katanya.

Bencana tanah longsor juga menewaskan dua korban jiwa di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (31/10) dini hari. Longsor terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Jumat (30/10) malam.

Dua orang warga, yakni Imron yang berusia 40 tahun dan putrinya Hilya yang berusia 9 tahun, tewas tertimbun material longsor saat tengah tertidur di dalam rumah mereka.

“Pada kejadian longsor pertama, material longsor menimpa rumah dan mengakibatkan ayah tertimbun hingga setengah badan, sedangkan anaknya tertimbun seluruhnya. Tidak berselang lama, terjadi longsor susulan yang mengakibatkan korban tertimbun material longsor secara keseluruhan,” urai Satriyo mengenai kronologi longsor di Pronojiwo.

Saat ini, lanjut Satriyo, kedua korban telah dievakuasi secara mandiri oleh masyarakat setempat dan telah dimakamkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD menyatakan akan memberikan bantuan kepada para korban terdampak. Tim di lapangan juga terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi.

“Pemprov Jatim akan memberikan bantuan semen dan bata untuk pemulihan bangunan yang terdampak. Kami juga akan memberikan santunan duka cita dengan total Rp 20.000.000 untuk keluarga korban meninggal dunia dan bantuan paket sembako,” katanya.

(frd/kid)

Sumber

Sedang Hangat

Ketum PPP Mardiono Copot Agus Suparmanto dan Taj Yasin, Ini Alasannya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ketum PPP...

DJP Buka Suara soal Transfer Bank Cs Kena Pajak Digital per 9 November

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DJP Buka...

Tergiur Rp20 Juta, Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tergiur Rp20...

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPS Umumkan...

Pakar Desak DPR Proses Nasib Wapres Gibran Usai Putusan MK dan MA

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pakar Desak...

Topik Terbaru

Ketum PPP Mardiono Copot Agus Suparmanto dan Taj Yasin, Ini Alasannya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ketum PPP...

DJP Buka Suara soal Transfer Bank Cs Kena Pajak Digital per 9 November

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DJP Buka...

Tergiur Rp20 Juta, Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tergiur Rp20...

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPS Umumkan...

Pakar Desak DPR Proses Nasib Wapres Gibran Usai Putusan MK dan MA

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pakar Desak...

Transfer Bank Kena Pajak Digital, Ini Alasan Pemerintah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Transfer Bank...

BNPB Minta Kepala Daerah Siaga Hadapi Potensi Banjir-Longsor saat Musim Hujan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BNPB Minta...

Viral Pria Tak Terima Ditegur karena Minum di Gerbong MRT

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Viral Pria...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories