Friday, July 31, 2026
26.3 C
Indonesia

Maskapai Kecolongan Terkait Wabah Ebola, Pesawat Belok Darurat – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Maskapai Kecolongan Terkait Wabah Ebola, Pesawat Belok Darurat yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Sebuah penerbangan maskapai Air France yang tengah menuju Detroit, Amerika Serikat (AS), terpaksa dialihkan ke Kanada setelah otoritas perbatasan AS menemukan seorang penumpang asal Republik Demokratik Kongo (DRC) berada di dalam pesawat di tengah penerapan pembatasan perjalanan baru terkait wabah Ebola.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat dan langsung memicu respons cepat dari otoritas kesehatan serta keamanan perbatasan AS.

Pesawat Air France yang sedianya terbang menuju Detroit Metropolitan Wayne County Airport akhirnya diperintahkan mendarat di Montreal, Kanada, setelah pihak Customs and Border Protection (CBP) menilai penumpang tersebut seharusnya tidak diizinkan naik pesawat.

“Karena pembatasan masuk yang diterapkan untuk mengurangi risiko virus Ebola, penumpang tersebut seharusnya tidak diperbolehkan naik ke pesawat,” kata juru bicara CBP dalam sebuah pernyataan resmi.

“CBP mengambil tindakan tegas dan melarang penerbangan yang membawa pelancong tersebut untuk mendarat di Bandara Detroit Metropolitan Wayne County, dan sebagai gantinya mengalihkannya ke Montreal, Kanada,” lanjut pernyataan itu.

Otoritas AS mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah masuknya wabah Ebola ke wilayah Amerika Serikat, terutama setelah lonjakan kasus di kawasan Afrika timur dan tengah.

Juru bicara CBP menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.

“CBP, berkoordinasi dengan CDC, sedang mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kesehatan publik dan mengurangi risiko masuknya penyakit Ebola ke Amerika Serikat,” katanya, dilansir The Guardian.

Pemerintah AS memang baru saja memperketat aturan perjalanan internasional terkait wabah Ebola. Pada Senin lalu, CDC bersama Department of Homeland Security (DHS) mengumumkan penerapan langkah sementara guna mencegah penyebaran penyakit tersebut ke AS.

Langkah baru itu mencakup pemeriksaan perjalanan yang diperketat, pembatasan masuk, serta protokol kesehatan tambahan bagi pelancong internasional.

Salah satu aturan utama yang diberlakukan adalah larangan masuk bagi pemegang paspor non-AS yang dalam 21 hari terakhir pernah berada di Uganda, Republik Demokratik Kongo, atau Sudan Selatan. Aturan tersebut berlaku selama 30 hari sejak diumumkan.

Selain itu, mulai Kamis waktu setempat, DHS juga akan menerapkan pembatasan tambahan terhadap seluruh penerbangan menuju AS yang membawa penumpang asing dari negara-negara pusat wabah Ebola.

Dalam pemberitahuan resmi yang diajukan ke Federal Register, DHS menyatakan seluruh penerbangan menuju AS yang membawa pelancong asing yang pernah berada di Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir wajib mendarat terlebih dahulu di Bandara Internasional Washington-Dulles di Virginia.

Pemerintah AS menyebut bandara tersebut akan menjadi pusat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan publik tambahan.

“Pemerintah AS memusatkan sumber daya kesehatan publik di sana untuk menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang diperketat,” tulis pemberitahuan DHS tersebut.

Kekhawatiran internasional terhadap penyebaran Ebola memang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu mengatakan sejauh ini telah tercatat hampir 600 kasus suspek Ebola dengan 139 kematian yang diduga terkait wabah tersebut. Angka tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah.

Tedros mengatakan sebanyak 51 kasus telah terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo. “Meski kami tahu skala epidemi di DRC jauh lebih besar,” ujarnya.

Selain Kongo, Uganda juga telah mengonfirmasi dua kasus Ebola.

 

(luc/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Harga Pangan Masih Tinggi, Pjs Gubernur BI Mau Ketemu Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Pangan...

Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU-Prabowo Beri Kode Calon Gubernur BI – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nurman Herin...

Destry Bawa Kabar Baik Usai BI Rate Ditahan, Dana Asing Masuk Rp195 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Destry Bawa...

Pernyataan Lengkap Trump soal Penyerahan Diri Hamas di Gaza – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pernyataan Lengkap...

Harga Minyak Dunia Mengalir ke US$89,03 Berkat Ketegangan Pasar Reda

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Minyak...

Topik Terbaru

Harga Pangan Masih Tinggi, Pjs Gubernur BI Mau Ketemu Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Pangan...

Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU-Prabowo Beri Kode Calon Gubernur BI – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nurman Herin...

Destry Bawa Kabar Baik Usai BI Rate Ditahan, Dana Asing Masuk Rp195 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Destry Bawa...

Pernyataan Lengkap Trump soal Penyerahan Diri Hamas di Gaza – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pernyataan Lengkap...

Harga Minyak Dunia Mengalir ke US$89,03 Berkat Ketegangan Pasar Reda

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Minyak...

7 Perusahaan Pakai Jasa Don Ritto Tangani Kasus di Kejagung

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 7 Perusahaan...

Potret Petaka di Negeri Para Dewa, Wisatawan Kabur-Warga Dievakuasi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Potret Petaka...

Ribut-ribut Deddy PDIP dan Wartawan di DPR

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ribut-ribut Deddy...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories