Thursday, April 30, 2026
20.2 C
Indonesia

RI Bakal Matikan Pembangkit BBM & Ganti ke PLTS di 30 Wilayah Ini

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Bakal Matikan Pembangkit BBM & Ganti ke PLTS di 30 Wilayah Ini yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan bahwa terdapat 30 lokasi yang diprioritaskan untuk beralih ke pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari sebelumnya berbasis fosil, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM).

Nantinya, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada di Indonesia akan digantikan ke pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memerinci bahwa ada 30 lokasi yang diprioritaskan oleh pemerintah untuk dihapuskan pembangkit berbasis fosilnya menjadi ke pembangkit basis EBT. Beberapa lokasi yang disebut seperti Simeulue, Nias, Mentawai, hingga Enggano.

“Angka ini sudah lebih dari 30 lokasi yang kita prioritaskan,” kata Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Wilayah-wilayah yang diprioritaskan adalah wilayah Tertinggal, Terluar, Terdepan (3T) yang masih bergantung pada PLTD sebagai sumber listrik. Ditambah, wilayah 3T juga belum tersambung dengan infrastruktur kelistrikan lainnya.

“Itu kan sebagian besar itu masih memakai diesel kan. Itu ada di daerah-daerah 3T yang belum tersambung ke grid, mereka itu masih menggunakan diesel. Jadi ini program dedieselisasi,” tambahnya.

Yuliot menyebutkan, rencana penggantian PLTD ke PLTS di Indonesia merupakan kelanjutan program dedieselisasi yang sejak lama sudah digaungkan oleh pemerintah. Rencana itu juga merupakan bagian dari program PLTS 100 Giga Watt (GW) di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk “menyuntik mati” Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan beralih menggunakan sumber energi dari dalam negeri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Hal ini perlu dilakukan untuk mengoptimalkan sumber energi di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, terutama di tengah kondisi geopolitik yang penuh dengan ketidakpastian.

“Karena dalam kondisi geopolitik perang ini tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang,” ungkap Bahlil saat ditemui usai Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto, terkait kerja Satgas EBTKE di Istana Negara, Kamis (12/3/2026).

“Karena itu, kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan seperti ini,” ujarnya.

Dalam RUPTL 2025-2034, tercatat rencana total penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 69,5 GW sampai 2034, terdiri dari sebesar 42,6 GW atau 61% akan berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT, dan 10,3 GW atau 15% dari sistem penyimpanan (storage).

Adapun, dari seluruh jenis pembangkit EBT, sumber energi surya (PLTS) memiliki porsi yang cukup besar yakni 17,1 GW. Kemudian, disusul oleh pembangkit air (PLTA) sebesar 11,7 GW, angin (PLTB) sebesar 7,2 GW, panas bumi (PLTP) sebesar 5,2 GW, bioenergi sebesar 0,9 GW, dan nuklir (PLTN) sebesar 0,5 GW.

Sementara itu, untuk kapasitas sistem penyimpanan energi mencakup PLTA pumped storage sebesar 4,3 GW dan baterai 6,0 GW. Kemudian, untuk pembangkit fosil masih akan dibangun sebesar 16,6 GW, terdiri dari gas 10,3 GW dan batu bara 6,3 GW.

(wia)












Add


as a preferred

source on Google





Sumber

Hot this week

Bantu Tambang Adopsi EV, GM Group Siapkan Ragam Truk-Excavator

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bantu Tambang...

RI Bangun Proyek Hilirisasi Rp116 T, Duitnya dari Mana? Ini Kata Rosan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Bangun...

Trump Balas Sindiran Jerman yang Sebut AS Dipermalukan Iran

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Balas...

Urun Rembuk Pemerintah & Pengusaha Dorong Tambang Pakai EV

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Urun Rembuk...

Ada Potensi Elektrifikasi di Industri Tambang, Pengawas Soroti Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada Potensi...

Topics

Bantu Tambang Adopsi EV, GM Group Siapkan Ragam Truk-Excavator

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bantu Tambang...

RI Bangun Proyek Hilirisasi Rp116 T, Duitnya dari Mana? Ini Kata Rosan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Bangun...

Trump Balas Sindiran Jerman yang Sebut AS Dipermalukan Iran

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Balas...

Urun Rembuk Pemerintah & Pengusaha Dorong Tambang Pakai EV

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Urun Rembuk...

Ada Potensi Elektrifikasi di Industri Tambang, Pengawas Soroti Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada Potensi...

Mengolah Kekuatan Alam, Inalum Menulis Ulang Masa Depan Industri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mengolah Kekuatan...

Elektrifikasi di Sektor Pertambangan Butuh Skema Khusus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Elektrifikasi di...

Kementerian LH Jaga Fungsi Lingkungan Saat Tambang Pakai EV

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kementerian LH...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img