Tuesday, November 3, 2026
20.6 C
Indonesia

BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 1,13 Persen pada Oktober

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 1,13 Persen pada Oktober yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencapai 132,60 pada Oktober 2026. Angka tersebut meningkat 1,13 persen dibandingkan posisi September 2026.

NTP kerap dijadikan indikator untuk mengukur kemampuan petani memenuhi kebutuhan hidup dan biaya produksi dari hasil penjualan produk pertanian.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan NTP didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) yang lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,55 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,41 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/11).



Secara nasional, BPS melaporkan sejumlah komoditas yang dominan mendorong kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain karet, jagung, cabai merah, dan gabah.

Berdasarkan subsektor, kenaikan NTP terjadi pada tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan rakyat. Subsektor hortikultura mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni sebesar 6,88 persen.

“Hal ini terutama disebabkan indeks harga yang diterima petani hortikultura naik cukup tinggi, yaitu naik 7,12 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani hortikultura hanya mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen,” kata Ateng.

Adapun komoditas yang dominan mendorong peningkatan indeks harga yang diterima petani hortikultura adalah cabai merah, tomat, dan cabai rawit.

Di sisi lain, NTP subsektor peternakan dan perikanan justru mengalami penurunan. Masing-masing subsektor tercatat turun sebesar 0,88 persen dan 0,51 persen.

Khusus subsektor perikanan, penurunan tersebut berasal dari melemahnya Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 0,99 persen. Sementara itu, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPI) masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,26 persen.

“Penurunan nilai tukar nelayan terutama karena indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 0,51 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar nelayan meningkat sebesar 0,49 persen,” ujar Ateng.

Komoditas yang dominan menyebabkan penurunan indeks harga yang diterima nelayan antara lain ikan tongkol, layang, dan cakalang.

(lau/pta)

Sumber

Sedang Hangat

Waka Komisi III DPR Apresiasi Kapolri Evaluasi Anggota soal Ponpes Sukoharjo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Waka Komisi...

BisKita Depok Rute LRT Harjamukti Tahun Depan Tak Lagi Gratis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BisKita Depok...

Pemerintah Turunkan Bunga Pinjaman PNM Mekaar Jadi 8 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Turunkan...

Pemilu Sela AS Bakal Ubah Peta Politik, Mimpi Buruk Trump Dimulai?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemilu Sela...

Bareskrim Petakan Titik Rawan Usai Pemusnahan 122,86 Ha Ladang Ganja di Aceh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bareskrim Petakan...

Topik Terbaru

Waka Komisi III DPR Apresiasi Kapolri Evaluasi Anggota soal Ponpes Sukoharjo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Waka Komisi...

BisKita Depok Rute LRT Harjamukti Tahun Depan Tak Lagi Gratis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BisKita Depok...

Pemerintah Turunkan Bunga Pinjaman PNM Mekaar Jadi 8 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Turunkan...

Pemilu Sela AS Bakal Ubah Peta Politik, Mimpi Buruk Trump Dimulai?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemilu Sela...

Bareskrim Petakan Titik Rawan Usai Pemusnahan 122,86 Ha Ladang Ganja di Aceh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bareskrim Petakan...

Relawan Klaim Gibran Tak Kaget atas Kasasi MK soal Suket Ijazah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Relawan Klaim...

Airlangga Sebut Ekspor Indonesia Meningkat: Fundamental Ekonomi Terjaga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airlangga Sebut...

Modus TPPO Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia: Bonus Rp620 Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Modus TPPO...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories