Wednesday, November 4, 2026
26.7 C
Indonesia

Harga Minyak Turun ke US$71,88 usai OPEC+ Sepakati Kenaikan Produksi

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Minyak Turun ke US$71,88 usai OPEC+ Sepakati Kenaikan Produksi yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Harga minyak dunia melemah tipis pada perdagangan Senin (6/7), setelah negara-negara anggota OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi mulai Agustus. Di saat yang sama, pemulihan ekspor minyak melalui Selat Hormuz juga berpotensi menambah pasokan minyak global.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 24 sen atau 0,33 persen menjadi US$71,88 per barel, setelah ditutup menguat 0,45 persen pada perdagangan Jumat lalu. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 11 sen atau 0,16 persen menjadi US$68,58 per barel.

Pekan lalu, pergerakan harga minyak relatif datar setelah sebelumnya terus tertekan dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar masih mencermati pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai kelanjutan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, sembari memantau pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Minggu (5/7), OPEC dan sekutunya yang tergabung dalam OPEC+, termasuk Rusia, menyepakati kenaikan target produksi sebesar 188 ribu barel per hari mulai Agustus. Tambahan tersebut melanjutkan kenaikan dengan besaran yang sama pada Juni dan Juli.



Meski demikian, analis menilai dampak kebijakan tersebut terhadap pasokan riil masih terbatas. “Angka itu sebagian besar sesuai ekspektasi pasar,” kata analis pasar IG Tony Sycamore.

Menurutnya, keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC serta belum pulih sepenuhnya produksi sejumlah negara setelah konflik membuat kenaikan kuota produksi belum memberikan dampak signifikan terhadap pasokan aktual.

[Gambas:Youtube]

Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei lalu. Sementara itu, negara-negara Teluk mulai memulihkan produksi dan ekspor minyak yang sempat terganggu selama konflik dengan Iran.

Data juga menunjukkan ekspor minyak dari kawasan Teluk pada Juni melonjak lebih dari 3 juta barel per hari dibandingkan Mei hingga melampaui 10 juta barel per hari. Meski demikian, volumenya masih sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan sebelum pecahnya perang.

Di sisi lain, pengiriman minyak dari pelabuhan-pelabuhan barat Rusia juga mencatat rekor tertinggi pada Juni dan diperkirakan bertahan pada level tersebut sepanjang Juli.

Peningkatan ekspor terjadi setelah serangan drone Ukraina merusak sejumlah kilang minyak Rusia, sehingga Moskow meningkatkan pengiriman minyak mentah ke pasar internasional.

(ldy/ins)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Pengganti Kepala KSP Belum Dibahas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pengganti Kepala...

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok, PN Jaktim Batasi Pengunjung

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jokowi Bersaksi...

Buruh Ungkap Alasan UMP 2027 Belum Juga Ditetapkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Buruh Ungkap...

Kasatgas Tito Tinjau Tanggul Terdampak Banjir Susulan di Pidie Jaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasatgas Tito...

Irma NasDem Desak PPN Pembalut Dihapus: Ini Kebutuhan Dasar Perempuan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Irma NasDem...

Topik Terbaru

Pengganti Kepala KSP Belum Dibahas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pengganti Kepala...

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok, PN Jaktim Batasi Pengunjung

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jokowi Bersaksi...

Buruh Ungkap Alasan UMP 2027 Belum Juga Ditetapkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Buruh Ungkap...

Kasatgas Tito Tinjau Tanggul Terdampak Banjir Susulan di Pidie Jaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasatgas Tito...

Irma NasDem Desak PPN Pembalut Dihapus: Ini Kebutuhan Dasar Perempuan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Irma NasDem...

Listyo Sigit Tersangka, Pemerintah Belum Bahas Pengganti KSP

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Listyo Sigit...

Menteri Maman Ingin Harga Tepung Dikendalikan agar Tak Bebani UMKM

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menteri Maman...

Pakar Setuju RUU Perampasan Aset Atur Ganti Rugi Korban Investasi Bodong

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pakar Setuju...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories