Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siaga Perang 2 Raksasa Asia, China Ngamuk ke Jepang yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – China melontarkan tuduhan keras kepada Jepang setelah armada kapal induk Liaoning menyelesaikan latihan tempur laut jarak jauh selama lebih dari 40 hari di kawasan Pasifik Barat. Beijing menilai Jepang melakukan pengintaian jarak dekat yang berbahaya dan tindakan provokatif selama latihan tersebut berlangsung.
Menurut laporan televisi pemerintah China, CCTV, armada kapal induk Liaoning telah kembali ke pangkalan pada Senin waktu setempat. Selama latihan, kapal dan pesawat Jepang disebut berulang kali melakukan pelacakan jarak dekat, pengawasan, hingga tindakan yang dianggap sebagai pelecehan provokatif terhadap kapal-kapal China.
“Grup kapal induk Liaoning mempertahankan tingkat kewaspadaan tinggi sepanjang waktu, terus-menerus meluncurkan pesawat tempur berbasis kapal induk untuk serangan tempur, secara fleksibel menyesuaikan formasi tempur dan menanggapi tindakan berbahaya Jepang secara profesional,” demikian pernyataan media pemerintah itu, dikutip Rabu (24/6/2026).
Kecaman China juga diikuti rekaman yang disiarkan media pemerintah China. Video memperlihatkan pesawat patroli dan kapal perusak Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (MSDF) beroperasi di dekat kapal serta pesawat China.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan pihaknya memang melakukan pemantauan. Bukan hanya ke Liaoning, tapi juga ke dua kapal pengawalnya yang melintasi Selat Miyako menuju Laut China Timur pada Sabtu lalu.
Latihan militer tersebut sebelumnya diketahui berlangsung di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina pada akhir Mei. Namun, setelah pengumuman awal pada 1 Juni, Tokyo tidak lagi memberikan informasi rinci mengenai pergerakan armada China hingga Senin.
Hingga kini, pemerintah Jepang belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan Beijing. Tokyo selama ini berupaya menjaga keseimbangan antara menunjukkan sikap tegas terhadap aktivitas militer China sekaligus menghindari eskalasi ketegangan yang dapat memperburuk hubungan kedua negara.
Ketegangan semakin meningkat setelah Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi pada November lalu menyatakan secara hipotesis bahwa Jepang dapat melakukan intervensi militer apabila terjadi krisis di Taiwan. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Beijing yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berjanji akan mengambil alih pulau itu, termasuk dengan kekuatan militer bila diperlukan.
Aktivitas militer China di Pasifik Barat belakangan memang menjadi perhatian serius Jepang. Tokyo khawatir pertemuan jarak dekat antara kapal maupun pesawat kedua negara dapat memicu insiden yang berujung pada konflik lebih luas. Kekhawatiran itu muncul setelah beberapa insiden sebelumnya, termasuk saat jet tempur dari Liaoning dilaporkan mengunci radar ke pesawat Jepang di dekat Okinawa pada Desember lalu.
(tfa/sef)
Add
as a preferred
source on Google




