Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rusia Siap Serang Eropa, Bakal Terjadi di Tahun Ini yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Dinas intelijen Prancis, negara NATO, saat ini tengah mempertimbangkan musim gugur tahun 2027 sebagai kerangka waktu potensial bagi kemungkinan serangan besar-besaran Rusia. Perkiraan ancaman terbaru ini datang jauh lebih awal dari skenario yang dievaluasi sebelumnya, yakni pada tahun 2030.
Mengutip Anadolu Agency, Senin (21/09/2026), laporan televisi Prancis (France Televisions) pada hari Sabtu membeberkan sebuah catatan rahasia yang mengonfirmasi bahwa garis waktu untuk kemungkinan serangan besar Rusia tersebut memang telah dimajukan. Laporan itu merinci bahwa infrastruktur strategis dapat menjadi target utama, termasuk pembangkit listrik dan jaringan listrik, jalur kereta api, jaringan telekomunikasi, hingga fasilitas air minum.
Mantan wakil direktur intelijen militer Prancis, Alain Christienne, menyoroti skenario serangan udara yang berpotensi melumpuhkan negara. “Serangan hipotetis dapat melibatkan pesawat tak berawak yang membawa bahan peledak dan menargetkan lokasi industri pertahanan Prancis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa akan sangat sulit untuk membuktikan secara pasti bahwa Rusia berada di balik serangan semacam itu. “Prancis saat ini tidak memiliki kemampuan untuk sepenuhnya melindungi diri dari skenario seperti itu,” katanya.
Bocoran intelijen yang mengerikan ini muncul tepat saat Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar pertemuan rahasia pada hari Jumat dengan para kandidat presiden dan pemimpin partai politik. Pertemuan tersebut secara khusus membahas apa yang ia gambarkan sebagai ancaman hibrida Rusia yang semakin intensif terhadap Prancis dan Eropa secara keseluruhan.
Dalam pertemuan itu, Macron memastikan bahwa pemerintah akan segera menyiapkan rencana matang untuk melindungi infrastruktur penting dan situs-situs sensitif di basis industri serta teknologi pertahanan negara dari ancaman serangan drone maupun serangan siber.
Guna mengantisipasi krisis mematikan ini, pemerintah Prancis juga telah menginstruksikan para prefek untuk segera membentuk tim keamanan dan pertahanan gabungan. Satuan tugas komprehensif ini nantinya akan melibatkan kepolisian setempat, dinas intelijen, pihak militer, otoritas pendidikan, pelaku bisnis, hingga layanan darurat.
(tps/sef)



