Tuesday, October 6, 2026
18.3 C
Indonesia

Putin Tolak Kompromi soal Ukraina Meski Didesak Trump


Jakarta, —

Presiden Rusia Vladimir Putin menolak kompromi soal Ukraina yang menyerahkan wilayahnya meski didesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Rabu (16/12).

Dalam pidato yang disampaikan ketika para pemimpin AS dan Eropa terlibat dalam upaya diplomatik untuk mengamankan kesepakatan perdamaian, Putin mengecam sekutu Eropa Ukraina.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putin mengatakan Rusia akan merebut wilayah dengan kekerasan jika perlu.

“Kami lebih memilih untuk melakukan ini, dan menghilangkan akar penyebab konflik, melalui diplomasi,” ujar Putin pada pertemuan tahunan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip CNN.

“Jika negara lawan dan para pendukung asing menolak untuk terlibat dalam diskusi substantif, Rusia akan mencapai pembebasan wilayah bersejarah melalui cara militer,” ia melanjutkan pernyataannya.

Putri merujuk pada wilayah-wilayah yang ia tuntut dari Ukraina untuk diserahkan ke Rusia. Itu merupakan poin penting bagi Moskow dalam perundingan perdamaian yang sedang berlangsung.

Masalah wilayah itu serta jaminan keamanan bagi Ukraina, terbukti sulit diselesaikan selama perundingan perdamaian.

Hal itu memperlihatkan prioritas yang saling bertentangan antara Ukraina, AS, Eropa, dan Rusia.

Menurut analisis oleh Institute for Study of War, sebuah lembaga pemantauan konflik di AS, mengatakan Rusia secara ilegal mencaplok wilayah Donbas di Ukraina tetapi belum sepenuhnya menaklukkannya.

Dengan laju kemajuannya saat ini, Rusia tidak akan merebut seluruh wilayah tersebut hingga Agustus 2027.

Pada Senin (15/12), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengatakan Kyiv tidak akan mengakui wilayah Donbas timur yang diduduki sementara sebagai wilayah Rusia secara hukum.

Zelensky juga menyinggung komentar tentang “tanah bersejarah” yang dibuat Putin dalam pidatonya pada Rabu (17/12) malam.

“Ada negara-negara lain di Eropa, suatu hari nanti mungkin akan disebut ‘tanah bersejarah’ oleh seseorang di Rusia,” ujar Zelensky memperingatkan.

“Kita membutuhkan perlindungan nyata dari sejarah kegilaan Rusia ini,” tambah dia.

Sebelumnya, Trump optimistis tentang peluang tercapai kesepakatan perdamaian, dengan mengatakan pekan ini “kita lebih dekat daripada sebelumnya.”

Sementara, sekutu-sekutu Eropa Ukraina telah berhati-hati dan berupaya mendapatkan jaminan keamanan kuat bagi negara itu.

(rnp/bac)


Sumber

Sedang Hangat

Panas! NATO Muslim Akhirnya Sepakat Terjunkan Pasukan Lawan Houthi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Panas! NATO...

Polisi Periksa 2 Pegawai Diduga Bawa Sabu ke Dalam Rutan Depok

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Periksa...

Inspirasi di Balik Seragam Upacara Baru TNI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Inspirasi di...

KAI Kembali Operasikan 6 KRL Buatan INKA usai Perawatan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KAI Kembali...

Pabrik Tekstil Makin Kolaps 1-2 Tahun ke Depan Jika RUU Ini Disahkan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pabrik Tekstil...

Topik Terbaru

Panas! NATO Muslim Akhirnya Sepakat Terjunkan Pasukan Lawan Houthi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Panas! NATO...

Polisi Periksa 2 Pegawai Diduga Bawa Sabu ke Dalam Rutan Depok

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Periksa...

Inspirasi di Balik Seragam Upacara Baru TNI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Inspirasi di...

KAI Kembali Operasikan 6 KRL Buatan INKA usai Perawatan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KAI Kembali...

Pabrik Tekstil Makin Kolaps 1-2 Tahun ke Depan Jika RUU Ini Disahkan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pabrik Tekstil...

Paman Bobby Nasution Dilantik Menjadi Sekretaris PMD Sumut

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Paman Bobby...

Wamendagri Sebut Presiden yang Tentukan Penyelenggara Satu Data Indonesia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamendagri Sebut...

Kemenperin Audit Industri Sebelum Petakan Mesin Prioritas di RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenperin Audit...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories