Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemprov Akan Tutup TPS Liar Lokasi Petugas Damkar Meninggal di Jaktim yang sedang hangat diperbincangkan.
Kepala regu pemadam kebakaran (damkar) Sektor Cipayung, Andriyono, gugur saat bertugas menangani kebakaran tumpukan sampah di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan lahan tersebut kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah secara ilegal, sehingga terjadi penumpukan sampah di area tersebut. Sampah di lokasi tersebut akan diangkut.
“Sejalan dengan penanganan pascakebakaran, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengangkutan sampah secara bertahap,” kata Marulina Dewi dalam keterangan, dikutip Senin (3/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap pertama, DLH DKI Jakarta akan mengangkut sampah di area yang aman dan tidak terdampak kebakaran. Tahap selanjutnya, pengangkutan akan dilanjutkan di area bekas kebakaran setelah dinyatakan aman oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta.
Mencegah pembuangan sampah liar berulang, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat pengawasan selama pengangkutan sampah dilakukan. Pihak yang membuang sampah ke TPS liar tersebut juga akan dihukum.
“Per Senin besok, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP akan melakukan penyelidikan dan penyidikan di lokasi kebakaran tersebut. Pihak yang melakukan pembuangan sampah secara ilegal akan mendapat sanksi tegas,” ucap Marulina.
Marulina juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di lokasi tersebut maupun di lahan yang bukan peruntukannya. Saat ini Pemprov DKI sudah melarang praktik membuang sampah ke suatu lahan (open dumping), apalagi ke lokasi yang merupakan TPS liar.
“Sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah melalui gerakan pilah, angkut, olah, dan manfaatkan, serta telah menyiapkan berbagai fasilitas pengolahan sampah, termasuk TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang,” ujarnya.
Per Minggu (2/8) sore, Marulina mengatakan Disgulkarmat masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah perambatan api yang tersisa di bawah tumpukan sampah. Meski api utama telah berhasil dipadamkan, penanganan masih terus dilakukan mengingat material yang terbakar berupa tumpukan sampah.
Menurut Marulina, bara api masih dapat menyala di lapisan bawah meski permukaan terlihat telah padam. Marulina menambahkan, petugas Damkar telah membuka sejumlah titik pada tumpukan sampah agar air dapat menjangkau bagian bawah dan memadamkan bara api yang masih tersisa.
“Fokus penanganan saat ini adalah api yang berada di bawah tumpukan sampah. Permukaannya mungkin sudah basah, tetapi asap masih cukup banyak. Hal itu menandakan masih ada potensi perambatan api hingga kedalaman sekitar satu hingga dua meter,” ujarnya.
|
Foto: Andriyono, Petugas Damkar yang meninggal usai sakit saat bertugas (dok. Instagram Gulkarmat DKI)
|
Anggota Damkar Meninggal
Pemprov DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Danru Damkar Sektor Cipayung, Andriyono, saat bertugas memadamkan kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jaktim pada Sabtu (3/8).
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Kepala Disgulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara.
Bayu menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada Sabtu (1/8) pagi. Sebanyak 10 unit mobil pemadam beserta 50 personel langsung dikerahkan ke lokasi. Dalam operasi tersebut, almarhum bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada di titik pemadaman api secara langsung.
“Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis. Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung,” ungkap Bayu.
Halaman 2 dari 2
(jbr/mei)




