Wednesday, July 1, 2026
25.3 C
Indonesia

Militer AS Tiba-Tiba Terjunkan 1.700 Tentara ke Venezuela Cs, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Militer AS Tiba-Tiba Terjunkan 1.700 Tentara ke Venezuela Cs, Ada Apa? yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 1.700 personel militer di Venezuela dan kawasan Karibia untuk mendukung operasi kemanusiaan setelah gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut pekan lalu. Langkah ini menandai perubahan drastis dalam hubungan Washington dan Caracas, hanya beberapa bulan setelah militer AS melancarkan operasi untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Komandan Komando Selatan Amerika Serikat (U.S. Southern Command/SOUTHCOM), Jenderal Francis Donovan, mengatakan militer AS kini memiliki lebih dari 900 personel di Venezuela, sementara sekitar 800 personel lainnya ditempatkan di pusat-pusat logistik di Puerto Rico dan Curacao guna mendukung penyaluran bantuan.

Donovan mengatakan pasukan AS ikut terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban, membantu mengoperasikan kembali bandara, serta mengerahkan aset udara dan laut agar bantuan kemanusiaan internasional dapat segera masuk ke wilayah yang terdampak gempa.

Selain itu, militer AS juga mengoperasikan setidaknya empat hingga lima drone MQ-9 Reaper di atas wilayah Venezuela. Drone tersebut, bersama sebuah pusat penggabungan intelijen di Miami, digunakan untuk membantu otoritas Venezuela memperoleh gambaran kondisi di lapangan secara lebih menyeluruh.

“Kami menggunakan sebagian aset yang sama yang biasanya dipakai untuk melacak ancaman di kawasan. Kini aset tersebut digunakan untuk memastikan jalan-jalan tetap terbuka dan mengetahui lokasi bangunan-bangunan yang rusak,” kata Donovan, dilansir Reuters, Rabu (1/7/2026).

Ia menambahkan bahwa sebagian informasi tersebut terkadang sulit diperoleh oleh otoritas Venezuela jika hanya mengandalkan pengamatan langsung di lapangan.

Adapun keterlibatan militer AS dalam operasi kemanusiaan ini menjadi perkembangan yang sangat kontras dibandingkan hubungan kedua negara beberapa bulan terakhir.

Donovan mengingatkan bahwa pada 3 Januari, militer AS justru melancarkan operasi untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke New York guna diadili atas tuduhan perdagangan narkoba. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut. Dalam sebulan terakhir, militer AS juga melakukan operasi yang menewaskan pemimpin geng kriminal Venezuela Tren de Aragua, yang menurut Donovan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Venezuela.

“Tanggal 3 Januari itu belum lama berlalu. Coba lihat saja bagaimana hubungan ini telah berubah,” kata Donovan.

Sebelumnya, Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan 7,2 magnitudo dan 7,5 magnitudo yang terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit pada Rabu pekan lalu.

Gempa tersebut merobohkan banyak bangunan dan menyebabkan ribuan orang terjebak di bawah reruntuhan.

Ketua parlemen Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pada Selasa bahwa hingga hari keenam operasi penyelamatan, baru satu korban selamat, yakni seorang anak berusia tiga tahun, yang berhasil ditemukan dari reruntuhan.

Meski demikian, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.

Donovan mengatakan personel Korps Marinir menjadi pasukan AS pertama yang tiba di lokasi untuk membantu tim penyelamat menggali puing-puing demi menemukan korban yang masih hidup.

Militer AS juga membantu menerbangkan warga sipil, termasuk tim penyelamat dari Fairfax, Virginia, yang pada akhir pekan lalu merilis video penyelamatan seorang ibu bersama bayi berusia sembilan bulan.

Donovan menjelaskan bahwa sebagian besar operasi militer AS saat ini berfokus pada aspek logistik guna memastikan bantuan internasional tidak menumpuk di titik-titik masuk dan dapat segera disalurkan ke daerah terdampak.

“Karena di situlah operasi seperti ini kadang bisa bermasalah. Terlalu banyak bantuan masuk, tetapi tidak ada dukungan logistik yang memadai untuk menyalurkannya ke wilayah yang terdampak,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan operasi kemanusiaan sangat bergantung pada kemampuan mendistribusikan bantuan secara cepat dan efektif.

 

(luc/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Suku Bunga...

Sedang di Luar Negeri, Bos Maktour Absen Pemeriksaan KPK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sedang di...

Kado Hari Bhayangkara untuk Masyarakat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kado Hari...

Harga BBM Pertamina Resmi dari Aceh Hingga Papua, Berlaku 1 Juli

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tarif Listrik PLN Periode Juli-September Tidak Naik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tarif Listrik...

Topik Terbaru

Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Suku Bunga...

Sedang di Luar Negeri, Bos Maktour Absen Pemeriksaan KPK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sedang di...

Kado Hari Bhayangkara untuk Masyarakat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kado Hari...

Harga BBM Pertamina Resmi dari Aceh Hingga Papua, Berlaku 1 Juli

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tarif Listrik PLN Periode Juli-September Tidak Naik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tarif Listrik...

Ketum Pemuda Pancasila Diduga Kuasai Aset-aset Hasil Korupsi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ketum Pemuda...

Polri Kini Punya SMA Berstandar Internasional dengan Kurikulum IB Diploma

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polri Kini...

Perang Presiden-Wapres Makin Panas, Massa Kepung Ibu Kota Tetangga RI – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Perang Presiden-Wapres...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories