Wednesday, September 30, 2026
18.4 C
Indonesia

Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Suasana tegang masih menyelimuti Kota Ujjain, India, setelah rencana pembongkaran sebagian Masjid Shahi memicu aksi protes umat Muslim. Masjid tersebut terancam dibongkar sebagian untuk pelebaran jalan yang dipersiapkan menyambut festival ziarah Hindu besar pada 2028.

Zeeshan Khan, warga Muslim berusia 30 tahun yang ikut dalam aksi tersebut, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Rabu (30/9/2026), mengaku sudah tiga malam tidak bisa tidur dengan baik. Ia bergabung bersama ratusan umat Muslim yang berjaga di luar masjid pada Minggu malam untuk mencegah alat berat membongkar bangunan tersebut.

Ujjain berada sekitar 200 kilometer dari Bhopal, ibu kota negara bagian Madhya Pradesh. Wilayah tersebut telah dikuasai Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi sejak 2003, kecuali selama 15 bulan ketika pemerintahan oposisi Partai Kongres berkuasa.

BJP yang berhaluan nasionalis Hindu selama ini dituding menjalankan kampanye yang secara sengaja menyasar bangunan keagamaan Muslim, termasuk masjid, tempat ziarah, pemakaman dan madrasah. Tuduhan tersebut antara lain didasarkan pada klaim bahwa bangunan-bangunan itu didirikan secara ilegal atau berdiri di atas lokasi bekas kuil Hindu.

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan tempat ibadah dan situs Muslim di sejumlah negara bagian yang dikuasai BJP telah dibongkar sebagian maupun seluruhnya oleh pemerintah. Sejumlah pembongkaran bahkan dilakukan pada malam hari dan dalam beberapa kasus berlangsung ketika persoalan tersebut masih dalam proses hukum di pengadilan.

Kekhawatiran serupa kini dirasakan warga Muslim Ujjain. Pada Minggu malam, mereka berkumpul di sekitar Masjid Shahi yang berada di kawasan Chhatri Chowk untuk menentang rencana pembongkaran.

Pemerintah setempat berencana membersihkan sekaligus memperlebar jalan yang akan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan Simhastha Kumbh Mela pada 2028. Festival tersebut merupakan salah satu ziarah besar umat Hindu yang digelar di tepi Sungai Kshipra.

Khan, yang menjalankan bisnis pemasaran digital, mengatakan kepada Al Jazeera melalui sambungan telepon pada Selasa bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama sekitar dua bulan.

“Ini dimulai sekitar dua bulan lalu, ketika Perusahaan Kota Ujjain mengeluarkan pemberitahuan kepada Masjid Shahi, yang menyatakan bahwa masjid tersebut harus diambil alih karena jalan perlu diperlebar,” kata Khan.

Menurut dia, pemerintah kota memberikan batas waktu hingga 10 September kepada pengelola masjid untuk membongkar bagian bangunan yang dianggap menghalangi proyek.

“Mereka memberi batas waktu 10 September untuk ‘membongkar bangunan itu sendiri’, dan jika tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Di tengah persoalan tersebut, umat Muslim juga telah menempuh jalur hukum. Namun, gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi setempat untuk menghentikan pembongkaran ditolak.

Pengadilan beralasan bahwa penyelenggaraan ziarah Hindu pada 2028 membutuhkan ruang tambahan untuk mengatur lalu lintas.

“Argumen mereka adalah bahwa banyak orang akan datang dari luar dan masyarakat tidak boleh menghadapi masalah. Jadi kepentingan publik harus didahulukan,” kata Khan.

Protes Berlanjut

Protes terus berlanjut ketika pengelola masjid melakukan sejumlah perundingan dengan pemerintah distrik. Dari pembicaraan tersebut, pemerintah akhirnya menyetujui agar bagian bangunan yang dibongkar hanya berjarak tiga kaki dari badan jalan, bukan lebih dari tujuh kaki seperti tuntutan awal pejabat.

Namun, situasi kembali memanas pada Minggu malam ketika aparat membawa buldoser mendekati masjid. Ribuan orang kemudian berkumpul di Chhatri Chowk.

Pihak berwenang menyebut unggahan media sosial yang dibuat oleh sejumlah pria Muslim menggunakan konten hasil kecerdasan buatan (AI) telah memicu rumor bahwa masjid akan segera dihancurkan. Informasi tersebut kemudian disebut menjadi pemicu aksi massa yang berlangsung sepanjang malam.

Khan memiliki versi berbeda mengenai apa yang terjadi di lokasi.

“Namun pemerintah memblokir kawasan tersebut dan mengatakan kepada komunitas: ‘Entah kalian membongkar masjid itu sendiri, atau kami yang akan membongkarnya’,” kata Khan.

Ketegangan meningkat pada Senin pagi. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Menurut laporan media, demonstran kemudian melemparkan batu ke arah polisi. Aparat merespons dengan memukul massa menggunakan tongkat, menyebabkan sedikitnya 12 orang terluka. Sejumlah pria juga ditangkap.

Ketakutan bahwa masjid akan dibongkar menggunakan buldoser secara langsung semakin besar. Dalam situasi tersebut, komite masjid akhirnya menyetujui pembongkaran sebagian bangunan dilakukan oleh mereka sendiri.

Puluhan pria Muslim kemudian mengambil palu dan batang besi untuk membongkar bagian platform yang berada di sekitar masjid.

“Kami menghancurkannya dengan tangan kami sendiri,” kata Khan. “Ini sangat menyakitkan bagi kami.”

Pada Selasa, sebagian menara masjid juga dibongkar oleh aparat, menurut Khan. Namun, ia mengatakan pembongkaran belum masuk ke bagian dalam bangunan utama.

“Mereka mulai melakukan pekerjaan pembongkaran pada menara, tetapi belum ada pekerjaan seperti itu yang dimulai di dalam masjid,” ujarnya.

Pemerintah Ujjain kemudian menutup kawasan di sekitar Masjid Shahi dan mengerahkan personel keamanan dalam jumlah besar.

Ketegangan di Ujjain juga memicu aksi solidaritas di ibu kota New Delhi. Pada Selasa, sebuah kelompok Muslim menggelar demonstrasi untuk memprotes “tindakan dan pembongkaran yang terus berlanjut terhadap masjid dan tempat ibadah”.

Aksi tersebut digelar oleh Monitoring Committee of Indian Muslims dan diikuti sejumlah anggota parlemen Muslim serta pemimpin agama.

“Persoalan kami jauh lebih besar daripada satu masjid atau satu komunitas. Ketika sebuah tempat ibadah dihancurkan, atau tindakan dilakukan terhadapnya tanpa memastikan perlindungan hukum dan konstitusional, hal itu menimbulkan pertanyaan serius mengenai supremasi hukum,” kata Presiden Jamaat-e-Islami Hind, Syed Sadatullah Hussaini, dalam sebuah pernyataan.

Asif Mujtaba, pendiri lembaga amal yang berbasis di New Delhi, mengatakan banyak Muslim mengaitkan aksi pembongkaran tersebut dengan situasi politik yang lebih luas sejak BJP berkuasa.

“Orang-orang mengaitkan pembongkaran ini dengan bahasa yang digunakan dalam politik, dengan kampanye seputar masjid, dengan tekanan terhadap madrasah dan dengan perselisihan berulang mengenai lembaga-lembaga Muslim,” kata Mujtaba.

“Orang-orang melihat sejarah mereka menghilang dari kota.”

 

(luc/luc)

Sumber

Sedang Hangat

Daftar Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg & 12 Kg, Berlaku 30 September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Harga...

Gus Baha Jadi Wakil Rais Aam PBNU 2026-2031

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Baha...

Prabowo Instruksikan Insentif Ekonomi-Program Magang Dilanjutkan pada 2027

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Instruksikan...

Bocoran Rosan soal Porsi Kepemilikan Danantara di BEI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bocoran Rosan...

Topik Terbaru

Daftar Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg & 12 Kg, Berlaku 30 September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Harga...

Gus Baha Jadi Wakil Rais Aam PBNU 2026-2031

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Baha...

Prabowo Instruksikan Insentif Ekonomi-Program Magang Dilanjutkan pada 2027

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Instruksikan...

Bocoran Rosan soal Porsi Kepemilikan Danantara di BEI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bocoran Rosan...

Canggih! Bansos Digital Bakal Pakai Alat Pengenal Wajah Penerima – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Canggih! Bansos...

Anggota DPR Usul Bilik Asmara dan Alat Bantu Seks untuk Napi Perempuan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota DPR...

Menhub Evaluasi Operasional Kereta Api RI Usai Temuan KNKT – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menhub Evaluasi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories