Thursday, October 1, 2026
19 C
Indonesia

Puan Minta Pemerintah Perkuat Penanggulangan Krisis Air di Daerah

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Puan Minta Pemerintah Perkuat Penanggulangan Krisis Air di Daerah yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta –

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti krisis air bersih yang meluas di berbagai daerah di Tanah Air akibat kemarau panjang. Dia pun meminta pemerintah memperkuat penanggulangan krisis air ini, termasuk peningkatan infrastruktur di daerah rawan.

“Ketahanan air di Indonesia tengah diuji dengan banyaknya daerah yang mengalami krisis air dan kekeringan akibat kemarau panjang. Pemerintah perlu melakukan intervensi penanggulangan untuk membantu masyarakat terdampak,” kata Puan, Rabu (30/9/2026).

Sebagai informasi, krisis air bersih meluas di berbagai daerah. Salah satu daerah yang merasakan krisis air yakni Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun krisis tersebut sudah berlangsung selama tiga pekan yang membuat warga terpaksa mencari sumber air alternatif.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu upaya yang dilakukan warga Sikka yakni memanfaatkan air yang keluar dari batang pisang. Air yang diperoleh dari batang pisang tersebut digunakan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, air tersebut memiliki rasa yang kurang enak karena terasa sepat dan sedikit pahit.

Selain di Sikka, krisis air juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Di Trenggalek, krisis air bersih terjadi di 51 desa yang tersebar di 12 kecamatan dengan 27.786 jiwa terdampak.

Lebih dari 36 ribu jiwa di Boyolali juga terdampak kekeringan sehingga warga terpaksa harus mengantre droping air bersih karena sumur mengering. Kemudian, dilaporkan pula sebanyak 1.196.815 warga di Jawa Barat mengalami krisis air akibat terdampak kekeringan pada musim kemarau ini.

Terkait hal ini, Puan menekankan pentingnya memperkuat ketahanan air masyarakat.

“BMKG telah menyediakan informasi peringatan dini kekeringan meteorologis yang dapat menjadi salah satu dasar pemerintah dalam mengantisipasi wilayah rawan,” ungkapnya.

Menurut Puan, data tersebut perlu diterjemahkan menjadi tindakan di tingkat daerah.

“Ketika sebuah wilayah mulai menunjukkan penurunan ketersediaan air, Pemerintah harus segera menyiapkan distribusi air, memeriksa sumber air alternatif, dan memastikan fasilitas penyimpanan tersedia,” ungkap Puan.

Ditambahkan Puan, krisis air bersih yang menyebabkan warga mencari alternatif ketersediaan air sendiri seperti di Sikka harus menjadi perhatian tentang bagaimana penanganan kekeringan berbasis pada tingkat risiko dan kebutuhan masyarakat.

“Wilayah kepulauan dan daerah dengan sumber air terbatas membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan wilayah yang memiliki jaringan air baku lebih mudah diakses,” ungkapnya.

“Masyarakat tidak seharusnya terus berada dalam siklus menunggu hujan, kekurangan air, berjuang mencari alternatif ketersedian air bersih, menerima bantuan tangki, lalu kembali menghadapi persoalan yang sama pada musim kemarau berikutnya,” sambung Puan.

Menurutnya, pemerintah dapat hadir dalam dua tahap sekaligus. Pertama adalah dengan memenuhi kebutuhan air warga untuk penanggulangan jangka pendek.

“Dan yang kedua adalah dengan membangun sistem yang membuat warga terdampak dapat lebih siap menghadapi kekeringan berikutnya,” ungkapnya.

Puan menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur ketahanan air berkelanjutan. Apalagi, BMKG telah memprediksi kondisi iklim Indonesia bergerak menuju periode kering yang lebih panjang. BMKG mencatat Juli 2026 sebagai bulan dengan curah hujan terendah di Indonesia sejak 1991.

“Sebab keberhasilan penanganan kekeringan bukan hanya ketika air berhasil dikirim setelah krisis terjadi, tetapi ketika masyarakat memiliki akses air yang cukup, aman, dan berkelanjutan sebelum keadaan mencapai titik darurat. Infrastruktur harus semakin ditingkatkan,” pungkas Puan.

(akd/ega)

Sumber

Sedang Hangat

Serah Terima Jabatan Kapolri-Wakapolri Digelar Besok di Mabes Polri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Serah Terima...

Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila, Kini Lebih Digital

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wajah Baru...

Punya Wamen Baru, Menteri Trenggono Ingin Percepat 6 Program Prioritas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Punya Wamen...

ANTAM dan Pemprov Kepulauan Riau Perkuat Penyediaan Fasilitas Publik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai ANTAM dan...

Cerita Dudung soal Kabar Jadi Menko Polkam: Saya Menghadap Pak Dasco

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cerita Dudung...

Topik Terbaru

Serah Terima Jabatan Kapolri-Wakapolri Digelar Besok di Mabes Polri

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Serah Terima...

Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila, Kini Lebih Digital

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wajah Baru...

Punya Wamen Baru, Menteri Trenggono Ingin Percepat 6 Program Prioritas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Punya Wamen...

ANTAM dan Pemprov Kepulauan Riau Perkuat Penyediaan Fasilitas Publik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai ANTAM dan...

Cerita Dudung soal Kabar Jadi Menko Polkam: Saya Menghadap Pak Dasco

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cerita Dudung...

Siapa Saja Menteri di Bawah Menko Hilirisasi? Ini Jawaban Bahlil – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siapa Saja...

Momen Jenderal Suyudi Bersimpuh Cium Ibu Usai Dilantik Jadi Kapolri di Istana

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Momen Jenderal...

Momen Bahlil Diberondong Apa Tugas Menko: Aku Baru Dilantik, Sayang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Momen Bahlil...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories