Friday, August 7, 2026
17 C
Indonesia

Kematian Eks Istri Polisi Medan, Dokter Jelaskan Asal-usul Luka Lebam

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kematian Eks Istri Polisi Medan, Dokter Jelaskan Asal-usul Luka Lebam yang sedang hangat diperbincangkan.


Medan,

Kematian L, mantan istri personel Polsek Medan Sunggal Bripda IH, yang ditemukan tewas dengan luka tembak di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Medan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan.

Pihak keluarga menduga L bukan mengakhiri hidup sendiri menggunakan senjata api, melainkan sempat mendapat penganiayaan lantaran ditemukan sejumlah luka lebam di tubuhnya.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Medan, dr Mistar Ritonga, menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan luka yang dialami korban merupakan luka tembak tempel, yakni senjata api ditempelkan langsung ke kepala saat ditembakkan.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Berdasarkan keilmuan yang kami miliki dan hasil pemeriksaan langsung terhadap korban, kami menemukan ciri-ciri luka tembak tempel. Artinya senjata memang ditempelkan tepat pada kepala atau kulit korban saat ditembakkan,” kata Mistar di Polrestabes Medan, Kamis (6/8).





Menjawab keraguan keluarga terkait proyektil yang tidak menembus kepala korban, Mistar mengatakan kondisi tersebut masih sangat mungkin terjadi secara medis dan forensik.

Menurutnya, kecepatan peluru dapat berkurang akibat berbagai faktor, termasuk ketika proyektil harus melewati bagian tubuh yang keras seperti tulang tengkorak.

“Untuk kecepatan anak peluru itu kan banyak faktor yang mempengaruhi. Jadi kalau dia bergerak, kalau misalnya dia ada bias ataupun gesekan-gesekan ke benda lain, tentu kecepatannya itu akan melambat. Jadi kalau pada kasus ini kelihatannya itu, itu kan dia melalui beberapa yang keras, tulang,” jelasnya.

“Dari luka tembak masuk yang di sebelah kanan ya, itu malah dia menelusuri dasar tengkorak kepalanya itu, sampai retak malah. Baru dia menembus ke sebelah kiri. Jadi tenaganya itu sudah apa, tidak kuat lagi untuk menembus, jadi dia terhenti di bawah kulit,” sambung Mistar.

Mistar juga menepis dugaan adanya penganiayaan yang sebelumnya disampaikan pihak keluarga. Selama proses pemeriksaan luar maupun autopsi, dia mengaku tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kebetulan berdasarkan hasil pemeriksaan saya dari awal sampai mulai itu, saya tidak ada melihat atau menjumpai tanda-tanda kekerasan pada waktu itu. Hanya yang saya jumpai di situ tuh bekas bekas sayatan ya di tangan, bekas luka yang lama warna cokelat, di tangan sebelah kiri bagian dalam, bagian depan,” urainya.

Ia turut membantah adanya luka cekikan di leher korban sebagaimana yang dicurigai keluarga.

“Kalau bekas cekikan waktu kita lakukan pemeriksaan saat itu tidak ada. Kalaupun mungkin ada perubahan-perubahan yang timbul itu biasanya secara pembusukan misalnya seperti lebam mayat. Biru dia, biru,” sebutnya.

Sedangkan kondisi mata kiri korban yang tampak lebam, Mistar memastikan hal tersebut bukan disebabkan pukulan atau kekerasan dari luar. Menurutnya, lebam terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di dasar tengkorak yang terdampak jalur peluru. Kondisi itu menyebabkan darah menumpuk di sekitar kelopak mata hingga menimbulkan warna kebiruan.

“Ya itu tadi, karena pecahnya akibat lukanya pembuluh darah yang di dasar tengkorak itu, pecah dia, namanya sirkulus Willisii. Jadi memang mungkin kalau orang awam kurang ngerti. Kalau itu pecah dia, pasti ini terjadi penumpukan apa, pembendungan darah di kelopak matanya. Makanya disebut juga hematom kacamata. Dan itu bukan karena kekerasan dari luar, karena pecahnya pembuluh darah tadi,” sebutnya.

Mistar menambahkan warna kebiruan yang terlihat di sejumlah bagian tubuh juga dapat muncul akibat lebam mayat, yaitu proses alami setelah seseorang meninggal dunia.

“Jadi makanya waktu pada pemeriksaan luar dia tidak dijumpai adanya tanda-tanda kekerasan. Sama juga dengan lebam mayat, kan biru juga dia. Biru juga dia itu, kan itu prinsipnya sama-sama penumpukan darah yang terlihat dari luar,” ucapnya.

Mistar juga menjelaskan adanya jahitan pada bagian leher korban yang sempat menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga. Menurutnya, jahitan tersebut merupakan bagian dari prosedur autopsi lengkap yang dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian secara menyeluruh.

“Kalau yang dijahit itu ya, itu kan waktu kita melakukan autopsi kan pasti dibuka juga lehernya. Karena kita meng-autopsinya itu kan yang secara lengkap. Bukan hanya leher, kepala juga. Itu kan dari apa, kita buka itu kita insisi sampai ke ini, ke symphysis namanya, sampai ke perut bawah. Sesudah itu, sesudah kita keluarkan organ, sudah kita periksa semua itu ini, kita jahit kembali. Di kepala pun pasti ada jahitannya. Karena itu tengkorak kepalanya semua itu kita buka,” kata Mistar.

(kid)


Sumber

Sedang Hangat

Trump Membangkang dari Putusan Mahkamah Agung, Nekat Teken Aturan Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Membangkang...

Airlangga Sebut 60 Persen Alumni Magang Nasional Direkrut Karyawan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airlangga Sebut...

Harga Biodiesel Naik Rp 14.924/L – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Biodiesel...

OJK Tutup 1.220 Entitas Keuangan Ilegal, Mayoritas Pinjol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai OJK Tutup...

Karhutla di Alun-alun Suryakancana Gunung Gede Pangrango

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Karhutla di...

Topik Terbaru

Trump Membangkang dari Putusan Mahkamah Agung, Nekat Teken Aturan Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Membangkang...

Airlangga Sebut 60 Persen Alumni Magang Nasional Direkrut Karyawan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Airlangga Sebut...

Harga Biodiesel Naik Rp 14.924/L – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Biodiesel...

OJK Tutup 1.220 Entitas Keuangan Ilegal, Mayoritas Pinjol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai OJK Tutup...

Karhutla di Alun-alun Suryakancana Gunung Gede Pangrango

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Karhutla di...

Lewat Perpres, DPR Dorong Aktivitas Tambang di Pulau Belitung – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Lewat Perpres,...

Purbaya Datangi Korban Montara, Bawa Pesan Khusus Prabowo – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Purbaya Datangi...

Presiden Beri Atensi Riset Pengelolaan Sampah hingga Genteng dari Limbah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Beri...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories