Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Minyak Dunia Turun 1 Persen Jelang Perundingan AS-Iran di Doha yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Harga minyak dunia melemah 1 persen pada Selasa (30/6) jelang perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar.
Pasar mencermati prosesnya dan berharap pertemuan tersebut bisa berhasil dan membuka jalan bagi meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent kontrak Agustus yang berakhir pada Selasa turun 75 sen atau 1,03 persen menjadi US$72,40 per barel. Sementara kontrak Brent September yang lebih aktif diperdagangkan melemah 40 sen atau 0,54 persen menjadi US$73,51 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 47 sen atau 0,66 persen ke level US$70,32 per barel.
Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan pasar mulai memperhitungkan peluang hasil positif dari potensi pembicaraan AS-Iran di Doha.
Namun, investor masih berhati-hati karena normalisasi arus pelayaran melalui Selat Hormuz belum benar-benar terlihat.
“Pasar optimistis secara hati-hati, tetapi tetap melakukan lindung nilai sampai ada tanda-tanda nyata deeskalasi,” ujar Waterer dikutip Reuters.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan para ahli Iran dan Oman akan memulai pembahasan mengenai penataan ulang jalur pelayaran di Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
Iran juga menyatakan akan berupaya menghalangi kapal yang melintas di luar jalur yang telah ditetapkan.
Meski demikian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan tidak akan ada pertemuan atau negosiasi dengan pihak AS dalam beberapa hari ke depan.
Presiden AS Donald Trump juga belum memastikan apakah pembicaraan di Doha benar-benar akan berlangsung. Menurutnya, pertemuan tersebut bisa menjadi penting, tetapi hasilnya masih harus dilihat.
Ketidakpastian itu menunjukkan rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 17 Juni lalu untuk menghentikan perang selama empat bulan. Konflik tersebut sempat mengganggu arus pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, produsen minyak dan gas di Timur Tengah tetap melanjutkan proses pengiriman meski masih terjadi serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dan aksi saling serang antara AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir.
(ldy/pta)
Add
as a preferred
source on Google



