Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cerita Suyudi Ario Jadi Kapolri, Surat Prabowo ke DPR Dikirim Kemarin yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang baru menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Rapat tersebut digelar setelah Komisi III DPR menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk menyetujui nama Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri. Uji kepatutan dan kelayakan terhadap kepala Badan Narkotika Nasional itu berlangsung singkat sekitar 30 menit.
“Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Apakah dapat disetujui?,” tanya Ketua DPR Puan Maharani kepada anggota dewan yang hadir dalam rapat itu.
“Setuju,” jawab peserta rapat.
Sebagai catatan, proses pergantian Kapolri berlangsung cepat. Semua berawal dari Surat Presiden Prabowo Subianto kepada DPR, kemarin.
“Kami DPR RI sudah mendapatkan surpres dari Presiden Prabowo Nomor R57/Pres/09/2026 tanggal 30 September 2026 perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri,” ujar Habiburokman.
Sebagai tindak lanjut, menurut dia, DPR sudah menggelar rapat di Badan Musyawarah dan diputuskan digelar uji kepatutan dan kelayakan terhadap Suyudi pagi ini.
“Dan ini kita ingin mendengar visi misi dan poin-poin yang akan disampaikan calon kapolri dalam acara hari ini. Waktunya nggak banyak paling banyak 10 menit. Kami persilakan Pak Suyudi,” kata Habiburokhman.
Setelah mendengarkan paparan Suyudi, Komisi III DPR lantas menyetujui pencalonan Suyudi dan dilanjutkan persetujuan anggota DPR dalam rapat paripurna.
Profil Suyudi Ario Seto
Suyudi lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 yang kemudian bersekolah lanjut melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Sepanjang 32 tahun berkarier, Suyudi banyak bertugas di bidang reserse. Ia pernah menduduki posisi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Pengalamannya di bidang tersebut terus bertambah ketika ia dipercaya memimpin unit Jatanras (Kejahatan dengan Kekerasan) Polda Metro Jaya. Setelah itu, Suyudi juga pernah menjadi Kasat Reskrim di Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.
Selain itu, Suyudi juga sempat dipercaya mengurusi manajerial wilayah dengan menjadi Kapolsek Metro Tanah Abang. Lalu berlanjut ke sejumlah posisi pimpinan kepolisian resor, yakni Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kenaikan karier Suyudi berlanjut ke tingkat kepolisian daerah. Pada 2023, ia dipercaya menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia menjadi Kapolda Banten.
Titik berikut karier Suyudi kemudian terjadi pada 25 Agustus 2025 ketika dirinya diangkat oleh Prabowo sebagai kepala BNN dalam rangka penugasan di luar struktur kepolisian. Dengan demikian, Suyudi resmi menjadi Jenderal Bintang Tiga.
(miq/miq)



