Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BRIN Bakal Perkuat Riset Prediksi Kebakaran Hutan dan Lahan yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)Â Arif Satria menyebut akan memperkuat riset prediksi kebakaran hutan dan lahan sebagai langkah antisipasi karhutla ke depan.
“Sehingga kita punya kemampuan apa yang akan terjadi 3 bulan, 6 bulan di kemudian hari terkait dengan karhutla ini. Jadi kemampuan kita memprediksi ini saya kira sangat penting sekali,” ujar Arif usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif mengatakan salah satunya adalah langkah antisipasi dengan melakukan riset mengenai model perambatan api guna mencegah karhutla ke depan.
Menurutnya, penelitian itu juga sedang berlangsung di titik lokasi karhutla saat ini. Prabowo memerintahkannya untuk melakukan riset penanganan karhutla, mulai dari riset jangka pendek, menengah, hingga panjang.
“Kemudian dengan berbagai perguruan tinggi kita akan coba yang terkait dengan bagaimana memprediksi eh kebakaran hutan itu sendiri,” ujarnya.
Arif mengatakan dalam penanganan jangka pendek, khususnya karhutla yang tengah berkecamuk di Indonesia, BRIN berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder terkait melakukan operasi modifikasi cuaca.
“Dan kemudian sejumlah wilayah juga sudah turun hujan, dan ini adalah sebuah berkah yang patut kita syukuri,” katanya.
Arif juga mengungkap riset tepung berbahan baku singkong untuk memadamkan api karhutla juga telah rampung dan siap dilakukan uji coba lapangan.
Ia mengatakan salah satu kendalanya selama ini adalah kekurangan material ammonium polyphosphate (APP) yang tak tersedia dilakukan Indonesia, sehingga bahan baku itu pun harus diimpor dari luar negeri.
“Selama ini kalau tidak menggunakan bahan itu, memang sering kali tepung singkong itu menggumpal gitu ya. Jadi dengan dengan bahan itu kemudian bisa dibuat lebih sempurna untuk meningkatkan efektivitas untuk pemadaman api,” katanya.
(fra/mnf)




