Wednesday, October 28, 2026
20.2 C
Indonesia

Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor Akibat Bumbu Kacang di Sate

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor Akibat Bumbu Kacang di Sate yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap menu di Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab siswa SMP di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, mengalami keracunan.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan dugaan sementara penyebab keracunan para siswa berasal dari bumbu kacang pada menu sate MBG.

“Informasi yang kami dapatkan, dugaan sementara, mereka mendapatkan dampak terhadap kesehatan mereka atas menu sate yang diduga ini dari bumbu kacangnya,” ujar Tysa kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tysa mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG penyedia menu tersebut tidak memproses bumbu kacang dari awal.



Berdasarkan investigasi yang masih berjalan, dapur tersebut menggunakan bumbu kacang yang sudah dalam kondisi digiling.

“Nah, setelah dilakukan investigasi, sampai saat ini masih dilakukan investigasi, bumbu kacangnya itu ternyata diketahui oleh SPPG yang bersangkutan itu, bumbu kacangnya, bumbu yang kacangnya sudah digiling. Jadi, bukan diproses dari awal. Nah, dugaan sementara itu,” ujar Tysa.

[Gambas:Youtube]

Saat ini, sampel makanan masih terus diuji. Ia pun mengatakan SPPG terkait sudah dikenakan suspensi oleh BGN.

Tysa turut meluruskan jumlah siswa SMP di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, yang diduga menjadi korban keracunan usai menyantap menu MBG tersebut.

Ia mengatakan jumlah siswa yang terdampak bukan 481 seperti yang diberitakan, tetapi 13 orang.

“Soal peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan di Bogor tersebut, kami ingin klarifikasi bahwa jumlah korbannya tidak 400 orang seperti yang diberitakan oleh sejumlah media. Yang benar adalah, sampai dengan sore hari ini, jumlah korban atau kita menyebutnya mereka yang terdampak dan masih dalam observasi, itu sebanyak 13 orang,” ujar Tysa.

Ia mengatakan informasi tersebut mereka dapatkan dari tim di lapangan yang terdiri dari BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), dan tim asistensi.

Menurut Tysa, para siswa menyantap MBG bukan pada Selasa, melainkan pada Senin (26/10) siang. Pada Selasa dini hari baru ada siswa yang mengeluhkan diare.

“Sebetulnya peristiwa ini adalah peristiwa makannya kemarin siang, kemudian dini hari ada beberapa siswa yang mengeluhkan kena diare,” ujar Tysa.

Tysa pun menjelaskan awal mula angka 400 tersebut bisa keluar. Awalnya, pada Selasa pagi guru di sekolah tersebut mengumpulkan siswa yang mengkonsumsi MBG pada hari Senin. Mereka ditanya mengalami sakit perut atau tidak.

Jumlah siswa yang menjawab merasakan sakit perut ada 400 orang, kemudian mereka dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Dari siswa tersebut ketika ditanya, mereka mungkin ada rasa seperti psikosomatis ya, ada yang ditanyakan ada rasa sakit perut enggak? Akhirnya 400 orang bilang kayaknya saya sakit perut. Nah, kemudian 400-nya itu dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Tysa.

Dari total 400 orang yang dipantau, sebanyak 40 orang membutuhkan observasi lanjutan hingga siang hari. Hingga sore hari, jumlah siswa yang masih menjalani observasi tersisa 13 orang.

Tysa mengatakan BGN tidak mengecilkan peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan para penerima manfaat tersebut. Namun, ia mengatakan jumlah yang diobservasi tersebut ada 13 orang dari total 2 ribu lebih penerima MBG di Dramaga, Bogor.

“Kami tentu tidak mengecilkan peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan para penerima manfaat itu, tapi dari data yang kami dapatkan, saat ini ada 13 orang yang masih diobservasi di rumah sakit terdekat dari total 2 ribu lebih penerima manfaat dari dua sekolah di Dramaga, di Bogor,” ujar Tysa.

Adapun Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan sebagian besar siswa SMP yang keracunan sudah dipulangkan karena kondisi sudah membaik.

“Alhamdulillah, kondisi para siswa berangsur membaik dan stabil bahkan akan dipulangkan,” kata Rudy mengutip detikcom, Selasa (27/10).

Rudy menyebutkan siswa yang diduga keracunan sebagian besar ditangani tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok dan sejumlah orang sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit.

Dia memastikan seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, baik di rumah sakit pemerintah, Puskesmas, maupun di rumah sakit swasta yang merupakan rumah sakit rujukan dari Puskesmas Cangkurawok.

(dhz/ins)

Sumber

Sedang Hangat

Anggota Baleg DPR Dukung Revisi UU Tipikor, Dorong Perluasan Delik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota Baleg...

Prabowo Berikan Banpres Rp125 M untuk Penanganan Karhutla di Jambi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Berikan...

265 Sekolah Rakyat Berdiri hingga Oktober 2026, 45 Ribu Anak Kembali Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 265 Sekolah...

Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat dan Heli Atasi Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Malaysia Tawarkan...

Luhut Buka-bukaan soal Investor Asing Ragu Masuk RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Luhut Buka-bukaan...

Topik Terbaru

Anggota Baleg DPR Dukung Revisi UU Tipikor, Dorong Perluasan Delik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota Baleg...

Prabowo Berikan Banpres Rp125 M untuk Penanganan Karhutla di Jambi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Berikan...

265 Sekolah Rakyat Berdiri hingga Oktober 2026, 45 Ribu Anak Kembali Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 265 Sekolah...

Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat dan Heli Atasi Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Malaysia Tawarkan...

Luhut Buka-bukaan soal Investor Asing Ragu Masuk RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Luhut Buka-bukaan...

Kasatgas Tito Kebut Pemulihan Pascabencana Sumatra, Target 2026 Tuntas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasatgas Tito...

Menlu Tata Tegaskan RI Dukung Singapura Pimpin ASEAN 2027, Harap Tetap Solid

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menlu Tata...

DPR Bahas ‘Illicit Enrichment’ di RUU Perampasan Aset, Ada yang Kontra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DPR Bahas...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories